Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 14:11 WIB |
Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Jerman akan membatasi jumlah pertemuan dan mendenda orang-orang yang melanggar aturan pelacakan dalam upaya menahan penyebaran virus corona selama musim gugur dan musim dingin, kata Kanselir Angela Merkel pada Selasa (29/9) waktu setempat.

Pembatasan akan ditargetkan, karena penutupan lebih lanjut secara menyeluruh perlu dihindari "dengan segala cara", katanya setelah konferensi dengan para pemimpin 16 negara bagian Jerman.

Ia menambahkan bahwa menjaga perekonomian tetap berjalan menjadi prioritas.

Menurut standar Eropa, Jerman sejauh ini mengalami tingkat infeksi dan kematian yang relatif rendah selama pandemi COVID-19, tetapi Merkel mengatakan kasus dapat mencapai 19.200 per hari jika tren saat ini berlanjut.

Negara itu melaporkan 2.089 kasus virus corona pada hari Selasa, sehingga total menjadi 287.421, dengan 9.471 kematian, kata Institut Robert Koch untuk penyakit menular.

"Kita telah belajar banyak dan melewati musim panas dengan baik, tetapi kita tahu waktu yang lebih sulit ada di depan - musim gugur dan musim dingin - dan kenaikan bertahap, peningkatan infeksi yang signifikan di beberapa daerah, menjadi perhatian," kata Merkel kepada wartawan mengutip Antara.

Dia mengatakan "strategi titik panas (hotspot)" akan membatasi peserta pesta pribadi menjadi 25 orang dan publik menjadi 50 orang di daerah di mana tingkat infeksi virus corona mencapai 35 per 100.000 selama tujuh hari.

Jika angkanya mencapai 50 per 100.000, perayaan pribadi akan dibatasi untuk 10 orang dan yang di publik menjadi 25 orang.(Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Yordania temukan tiga kasus COVID varian India
Minggu, 02 Mei 2021 - 11:50 WIB
Yordania menemukan tiga kasus COVID-19 varian India pada mereka yang tidak memiliki riwayat perjalan...
Institut Serum India siap produksi vaksin di luar negeri
Sabtu, 01 Mei 2021 - 11:03 WIB
Institut Serum India, yang memproduksi vaksin AstraZeneca COVID-19, berencana untuk memulai produksi...
Australia larang kedatangan dari India, pelanggar hadapi bui dan denda
Sabtu, 01 Mei 2021 - 10:30 WIB
Penduduk dan warga negara Australia yang telah berada di India dalam waktu 14 hari sejak tanggal mer...
Jepang akan perkenalkan paspor vaksin untuk perjalanan internasional
Jumat, 30 April 2021 - 07:51 WIB
Pemerintah Jepang berencana memperkenalkan paspor vaksin untuk memudahkan orang yang telah diinokula...
PM Modi mengaku terguncang oleh `badai` COVID-19
Minggu, 25 April 2021 - 17:36 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi pada Minggu mendesak semua warga untuk menerima suntikan l vaksi...
Australia Barat setengah jalan lewati penguncian cepat COVID-19
Minggu, 25 April 2021 - 17:14 WIB
Australia Barat melaporkan tidak ada kasus virus corona baru yang didapat secara lokal pada Minggu d...
Kasus COVID-19 India capai rekor baru global, AS siap bantu
Minggu, 25 April 2021 - 16:51 WIB
India mencetak rekor baru global dari jumlah infeksi virus corona terbanyak dalam sehari, ketika Ame...
Koalisi pimpinan Saudi hancurkan pesawat nirawak Houthi
Minggu, 25 April 2021 - 11:20 WIB
Koalisi pimpinan Saudi menghancurkan pesawat nirawak bermuatan bahan peledak Houthi yang ditembakkan...
Sedikitnya 27 tewas dalam kebakaran di RS COVID-19 Baghdad
Minggu, 25 April 2021 - 10:36 WIB
Sedikitnya 27 orang tewas dan 46 luka-luka dalam kebakaran pada Sabtu (24/4) di sebuah rumah sakit d...
Lonjakan kasus COVID-19 India `alarm` untuk Indonesia
Selasa, 20 April 2021 - 23:29 WIB
Pemerintah India memutuskan untuk mengunci wilayah Ibu Kota New Delhi selama sepekan ke depan, mulai...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV