Waspada ajakan masuk grup tawarkan vaksin COVID-19
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 15:11 WIB |
Waspada ajakan masuk grup tawarkan vaksin COVID-19
Ilustrasi - Botol-botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. (ANT/Shutterstock/pri) -

Elshinta.com - Pesan berisi ajakan untuk masuk ke grup percakapan WhatsApp dengan iming-iming pembagian vaksin COVID-19 beredar di kalangan pengguna ponsel pada akhir September ini.

Pesan ajakan itu juga mengklaim akan memberikan informasi terkait penyebaran COVID-19 di wilayah tempat tinggal pengguna aplikasi.

Pengirim pesan mengaku undangan masuk ke grup itu dapat dilakukan jika penerima pesan bersedia memberikan sebuah kode verifikasi yang masuk lewat pesan singkat ke nomor ponsel penerima pesan.

Berikut narasi lengkap yang beredar di WhatsApp itu:

“Ini mau buat group Whatsapp “INFO WILAYAH PENULARAN COVID-19” dan pembagian VAKSIN bagi yg terjangkit COVID kami akan berikan obat nya. Kode verifikasi akan dikirim ke nomor WhatsApp calon anggota demi keamanan group. Nanti ada SMS masuk di nomor nya yang berisi kode verifikasi keamanan langsung infokan kodenya kesini”.


Lantas, apakah benar ajakan masuk grup WhatsApp tersebut merupakan syarat pembagian vaksin COVID-19 yang resmi dari pihak berwenang?
 


Tangkapan layar ajakan masuk grup WhatsApp dengan iming-iming pembagian vaksin COVID-19 yang dibagikan Muhammad Defrian di Twitter, pada Minggu (20/9). (Twitter/@defrian_ghofar)


Mengutip Antara, berikut penjelasannya:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun Twitter resminya, pada 21 September 2020, menyebutkan ajakan masuk grup terkait informasi penyebaran dan vaksin COVID-19 itu bukanlah berasal dari lembaga tersebut.

"Halo, terima kasih atas laporannya dan mimin informasikan bahwa informasi tersebut bukan dari BNPB. Mohon tetap waspada terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti & pantau informasi resmi hanya melalui media sosial dan laman resmi K/L terkait, Terima kasih," demikian balasan BNPB menjawab pertanyaan pemilik akun Muhammad Defrian di Twtitter terkait kebenaran grup WhatsApp tersebut. 

Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, pemerintah tidak pernah membuat program sebagaimana pesan yang tersebar di aplikasi WhatsApp tersebut.

“Masukin member ke WA grup setahu saya tidak perlu security code. Biasanya yang minta security code itu kemungkinan penipuan. WA kita bisa dibajak,” ujar Agus, mengacu pada berita Kompas.com berjudul "Informasi Grup Whatsapp untuk Wilayah Covid-19 dan Pembagian Vaksin".

Klaim: Ajakan masuk grup WhatsApp demi vaksin COVID-19
Rating: Salah/Disinformasi.

 

Tangkapan layar balasan dari BNPB terkait hoaks ajakan masuk grup demi pembagian vaksin COVID-19. (Twitter)

(Der)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Akumulasi Covid-19 di Subang jadi 306 kasus
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Akumulasi jumlah kasus positif di Subang, Jawa Barat bertambah 11 orang menjadi 306 orang. Dikatakan...
Survei kepuasan publik sebut kinerja Jaksa Agung memuaskan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:38 WIB
Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR) terhadap kinerja para menteri kabi...
BMKG sebut badai tropis berpotensi terbentuk di laut selatan Jawa
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:25 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan bahwa badai tropis yang be...
 Kabaharkam Polri ajak perangkat desa kembangkan inovasi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:11 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi DP...
Pesantren diharapkan ikut memutus rantai penyebaran COVID-19
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:47 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara Terbit Rencana PA, mendukung sekaligus memberikan motivasi kepada par...
Presiden ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:38 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada para dokter yang menjadi ga...
 BPJS Kesehatan anugerahkan penghargaan bagi 15 jurnalis terbaik
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Sebagai wujud apresiasi terhadap jurnalis Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat tentang Progra...
Kasus COVID-19 di klaster pesantren Garut bertambah, hingga 110
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:58 WIB
 Kasus COVID-19 dalam klaster pondok pesantren di Kabupaten Garut, Jawa Barat, bertambah hingga 110...
Peringatan Hari Dokter Nasional, ini pesan para dokter
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 11:47 WIB
Bertepatan dengan peringatan Hari Dokter Nasional yang jatuh setiap 24 Oktober, para tenaga kesehata...
Pelanggar protokol kesehatan didominasi kalangan muda
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:33 WIB
Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, 70 persen lebih...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV