Angka kekerasan seksual terhadap anak meningkat di masa pandemi
Elshinta
Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Angka kekerasan seksual terhadap anak meningkat di masa pandemi
Sumber foto: La Ode Ali/elshinta.com.

Elshinta.com - Dimasa pandemi Covid-19, secara nasional angka kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan.

Ketua Umum (Ketum) Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak dimasa pandemi Covid-19 sejak Maret hingga akhir Juli 2020 terdapat 5700 kasus pelanggaran terhadap anak atau 56,12 persen yang didominasi oleh kejahatan seksual.

"Jadi kalo kita bandingkan sebelum pandemi angka kejahatan anak terus meningkat antara 50 sampai 52 persen yang didominasi kejahatan seksual," kata Arist Merdeka Sirait melalui sambungan telepon seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, La Ode Ali, Kamis (1/10).

Kemudian lanjut Arist, berdasarkan laporan yang masuk di Komnas Perlindungan Anak Indonesia, dimasa pandemi Covid-19, ada 2700 an lebih kasus anak atau sebesar 52 persen yang juga didominasi oleh kejahatan seksual terhadap anak.

"Sementara di laporan di Komnas Perlindungan Anak ada 2700 an lebih dari berbagai lembaga perlindungan anak di berbagai daerah itu justru 52 persen juga didominasi oleh kejahatan seksual yang bersifat nasional, itu yang terlaporkan atau yang terkonfirmasi, belum Lagi itu data-data yang tersebar di tempat-tempat lain," ungkapnya.

"Jadi dua lembaga ini sudah menunjukan bahwa masa pandemi angka kekerasan seksual terhadap anak ini sangat tinggi. Nah kalo kita turunkan ke Sulawesi Barat, ya saya kira cukup tinggi, Sulawesi Tenggara juga, termasuk Sulawesi Utara," sambung Opung, sapaan akrab Arist Merdeka Sirait.

Untuk itu tambah Opung, mengingat masa pandemi Covid-19 dewasa ini, langkah yang dilakukan untuk menekan angka kejahatan terhadap anak tersebut yaitu antara lain gerakan perlindungan anak harus dimulai dari rumah dengan menciptakan suasana rumah yang ramah dan bersahabat.

"Karena ini dimasa Covid-19, maka gerakan anak mulai dari berbasis rumah dan kampumg, kan ini anak-anak pada di rumah semua, orang tua juga begitu. Sementara angka kekerasan anak dimasa pandemi cukup tinggi, maka gerakan perlindungan anak itu harus dimulai dari rumah dengan menciptakan rumah yang ramah dan bersahabat dengan anak, dengan demikian kampung juga turut menjaga anak-anak dimasa pandemi ini, dan keluarga harus menjadi garda terdepan untuk melindungi anak-anak," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dokter Spesialis: Waspadai keterlambatan bicara pada anak
Sabtu, 12 Juni 2021 - 15:51 WIB
Spesialis Anak Semen Padang Hospital (SPH) dr Dhina Lydia Lestari, Sp. A, M. Biomed mengingatkan par...
Dokter ajak orang tua kenali perasaan anak lewat ekspresi dan emosi
Rabu, 09 Juni 2021 - 08:46 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja dari Fakultas Kedokteran Univer...
Huawei MatePad T10 Kids Edition akan segara hadir di Indonesia
Selasa, 08 Juni 2021 - 22:51 WIB
Produsen smartphone Huawei resmi memperkenalkan Huawei MatePad T10 Kids Edition, yang diperuntukka...
Bakat anak tetap bisa berkembang di tengah pandemi
Kamis, 03 Juni 2021 - 09:30 WIB
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang melanda dunia, termasuk Indonesia, tidak saja ber...
Bidan berperan penting dalam kesehatan ibu dan bayi
Selasa, 25 Mei 2021 - 14:37 WIB
Para bidan mempunyai sejumlah peranan penting dalam sistem kesehatan ibu dan bayi termasuk menurunka...
Sebelum menangani anak nakal, pahami dulu perilakunya
Rabu, 19 Mei 2021 - 14:59 WIB
Seorang anak kerap dianggap nakal lantaran tidak bisa mematuhi perintah atau keinginan orangtuanya, ...
Italia minta TikTok perketat pengguna anak-anak
Kamis, 13 Mei 2021 - 09:15 WIB
Regulator perlindungan data Italia meminta TikTok memperketat aturan agar tidak ada anak-anak yang m...
Putri Koster: Jangan jejali anak dengan obsesi orang tua
Selasa, 11 Mei 2021 - 20:20 WIB
Manggala Utama (ketua umum) Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat MDA Provinsi Bali Putri ...
Percepat penurunan stunting, Kepala BKKBN RI kunker ke Manggarai Timur
Kamis, 29 April 2021 - 17:25 WIB
Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting  serta peningkatan pelaksanaan program bangga kenc...
Orang dengan autisme capai potensi maksimal dengan lingkungan kondusif
Minggu, 25 April 2021 - 16:18 WIB
Orang dengan spektrum autisme bisa mencapai potensi maksimalnya dengan dukungan lingkungan yang kond...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV