28 persen anak Jawa Tengah ingin menjadi ahli musik 
Elshinta
Minggu, 04 Oktober 2020 - 11:27 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
28 persen anak Jawa Tengah ingin menjadi ahli musik 
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 28, 49 persen anak-anak di Jawa Tengah usia 6 - 19 tahun berminat menjadi  ahli musik, ranking kedua adalah menjadi editor foto, sementara hanya 16,65 persen yang ingin menjadi youtuber di ranking keenam.

Demikian hasil polling kebutuhan kelas kreatif Jawa Tengah yang dilakukan oleh Yayasan Setara yang disampaikan pada acara webinar "Keterampilan Remaja untuk Masa Depan" diselenggarakan oleh Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Yayasan Setara, LPA Klaten, Sahabat Kapas Surakarta yang didukung oleh UNICEF Indonesia, Sabtu (3/10).

"Ada 3.176 responden yang terlibat polling. Hasilnya kami mengetahui minat anak-anak Jawa Tengah. Ada 10 keterampilan yang diminati oleh anak-anak. Yang terbanyak adalah musik (905 anak), menyusul editing foto (833), public speaking (759), pengelolaan online(589), kewirausahaan (575), youtuber (529), menggambar (489), pengolahan makanan (472), menulis (462), dan leadership (372)," kata Bintang Al Huda dari Bidang Humas Yayasan Setara seperti di.

Dalam memilih minatnya, satu anak bisa memiliki minat beberapa keterampilan sekaligus. Namun yang paling banyak adalah ingin memperdalam seni musik.

Menanggapi keinginan anak-anak Jateng itu, maka Yayasan Setara bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Jateng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Lembaga Perlindungan Anak Klaten, Sahabat Kapas, dan didukung oleh UNICEF mengadakan Pelatihan Kelas Keterampilan dan Kecakapan Hidup.

Karena saat ini masih dalam masa pendemi Covid-19, maka pelatihan itu dilakukan secara daring. Dimulai dari materi Fotografi pada 26 September, disusul Editing Foto pada 3 Oktober, dan Foto- Media - Publikasi pada 10 Oktober.

Keterampilan itu sangat dibutuhkan generasi muda. Dan untuk menunjukkan keterampilannya didukung dengan teknologi informasi yang berkembang saat ini.

Menurut Johan Alvin Khosuma, Branding Consultant Co Founder JCK Enterprise, dunia yang serba menggunakan internet bisa menjadi ladang pengembangan diri para pemuda.

Data per Januari 2020 jumlah penduduk Indonesia ada  272 juta jiwa. Dari jumlah itu 175,4 juta pengguna internet, atau sebanyak  64 persen. Lalu 160 juta memakai media sosial. Mereka menghabiskan waktu 7 jam 59 menit dengan internet setiap harinya. Lalu berasyik-ria dengan medsos 3 jam 26 menit.

"Jadi peluang dunia digital terbuka lebar. Generasi muda nisa berkontribusi lewat dunia digital. Masa depan itu hari ini, bukan besok. Sebab semua sudah terkoneksi dengan digital," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Oleh karena itu pemuda bisa menjadi content creator. Membuat sebuah cerita menjadi menarik sehingga orang ingin melihatnya. Dia bisa menjadi endors.

"Bila kita bikin membuat desain, konten, bukan soal bagus-bagusan. Dulu yang bagus yang dilihat orang. Kini desain yang menyentuh kebutuhan orang-orang yang dilirik orang. Kita tidak perlu menjadi fotografer atau desainer agar konten menarik. Sepanjang kita punya ilmu, pasti bisa," kata Johan menyemangati peserta webinar yang mencapai 1.000 anak se-Jawa Tengah.

Johan mengajak anak-anak Jateng menggunakan microblog. Konten satu postingan lebih dari satu gambar. Bisa bercerita tentang keterampilan tertentu. Dengan konten yang tepat, akan banyak yang tertarik.

"Dengan cara-cara itu orang lebih suka dan teredukasi tentang branding. Melihat visual lebih cepat 60.000 kali ditangkap daripada teks. Kini banyak digunakan oleh para spesialis, mulai dari pendidik, dokter, pengacara, bahkan hingga bidan," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Jawa Tengah Retno Sudewi pada tahun 2020 - 2030 terjadi bonus demografi. Artinya penduduk usia produktif 15- 64 tahun lebih besar daripada usia non-produktif.

Ia berpendapat hal itu  bisa menjadi peluang strategis melakukan pecepatan pembangunan ekonomi dengan ketersediaan SDM. Sebab posisi bonus demografi juga jadi bencana bila SDM tidak dipersiapkan dengan baik.

"Memberikan peningkatan kualitas SDM bisa dimulai sejak usia anak-anak dan remaja. Peningkatan keterampilan remaja di masa pandemi ini bisa terus dilakukan," kata Retno.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tips tetap sehat nikmati masa libur selama pandemi COVID-19
Kamis, 29 Oktober 2020 - 18:11 WIB
Berkunjung ke destinasi wisata populer yang ramai bukan pilihan aman saat ini karena bisa menempatka...
Menristek: Eijkman bersiap uji kandidat bibit vaksin COVID-19 di hewan
Selasa, 27 Oktober 2020 - 16:47 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS B...
28 persen anak Jawa Tengah ingin menjadi ahli musik 
Minggu, 04 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Sebanyak 28, 49 persen anak-anak di Jawa Tengah usia 6 - 19 tahun berminat menjadi  ahli musik, ran...
Ketum Dharma Pertiwi buka pelatihan membatik secara virtual
Jumat, 02 Oktober 2020 - 15:10 WIB
Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto membuka kegiatan `Pelatihan Membatik Bersama...
 Kabaharkam perkenalkan helm smart KC Wearable
Selasa, 29 September 2020 - 18:37 WIB
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, memperkenalk...
Solusi menjalani new normal dengan happy
Jumat, 28 Agustus 2020 - 08:53 WIB
New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bagi keluarga bukan hal mudah terutama menjaga protoko...
Museum Basoeki Abdullah gelar pameran seni rupa kontemporer `Semesta Perempuan`
Selasa, 18 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan Pameran Seni Rupa Kontemporer, yang mengangkat tema perempu...
Penyebab risiko kena osteoartritis lutut jadi lebih tinggi
Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:39 WIB
Sebuah studi baru-baru ini menemukan, beberapa aktivitas tertentu lebih rentan menyebabkan seseorang...
Begini cara memilih alpukat yang sudah matang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:39 WIB
Mengetahui kematangan alpukat hanya dari warna kulitnya itu gampang-gampang susah. Ada kalanya dagin...
Tetap cantik ketika hamil, intip gaya fashion Cella Vanessa
Senin, 06 Juli 2020 - 09:08 WIB
Kehamilan seharusnya tidak menghambat seorang perempuan untuk tetap tampil menawan. Meski berat bada...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV