COVID-19 bisa menular lewat udara, masih efektifkah jaga jarak 2 meter? 
Elshinta
Rabu, 07 Oktober 2020 - 18:00 WIB |
COVID-19 bisa menular lewat udara, masih efektifkah jaga jarak 2 meter? 
Pekerja membersihkan layar iklan pesan layanan masyarakat terkait penanganan COVID-19 di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Sumber foto: https://bit.ly/3dd1i5Z

Elshinta.com - Pakar kesehatan merekomendasikan aturan menjaga jarak setidaknya dua meter bagi Anda yang terpaksa keluar rumah untuk keperluan tertentu.

Namun, mengingat temuan baru Pusat Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang menyatakan virus penyebab COVID-19 bisa menyebar di udara dari orang yang terinfeksi sejauh 1,8 meter, apa menjaga jarak dua meter masih efektif?

"Jaga jarak tetap relevan mengurangi risiko infeksi karena tidak semua percikan liur dapat bertahan sejauh itu di udara. Lebih dari satu meter apalagi dua meter percikan liur tersebut akan jatuh ke bawah," kata dokter Vito A. Damay, Rabu (7/10).

Sebelumnya, CDC menyatakan virus SARS CoV-2 penyebab COVID-19 bisa menyebar di udara dari orang yang terinfeksi sejauh 1,8 meter. Menurut mereka, virus ini dapat tersebar melalui partikel-partikel kecil yang mampu bertahan di udara dan menginfeksi orang dengan jarak yang sebelumnya dianggap aman.

Dokter divisi penyakit tropik dan infeksi di Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Adityo Susilo pernah mengatakan, terkait risiko penularan COVID-19 melalui udara, maka jaga jarak sosial dan fisik sejauh dua meter bisa jadi tak lagi efektif.

Kemudian, bahkan jika seseorang menjaga jarak lebih dari dua meter tetapi berada di ruangan yang sama dengan orang yang dicurigai terkena COVID-19 dan berbagai sirkulasi udara dengan dia, maka dia berisiko terkena penyakit yang sama.

Hal senada juga diungkapkan Vito. Dia menuturkan, ada kemungkinan pada tempat yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, percikan liur yang sangat halus lebih lama mengambang di udara dan bisa dihirup orang lain.

Dalam hal ini, mengenakan masker sudah wajib dan tidak bisa dinegosiasikan lagi. Dokter menyarankan, masker kain sudah cukup asalkan sesuai standar kesehatan yakni tiga lapis kain katun dan dipakai secara benar.

"Kalau pakai masker yang kain tiga lapis apalagi masker bedah, maka bersin pun pasti tetap dalam masker air liurnya. Kalau kita sehat dan pakai masker maka kemungkinan menghirup udara yang ada unsur partikel liur dan virusnya pun lebih kecil," kata Vito yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dan pembicara di berbagai kesempatan mengenai COVID-19.

Sementara itu, khusus pada wanita hamil dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, reproduksi di RS Pondok Indah – Pondok Indah, Yassin Yanuar Mohammad merekomendasikan penerapan protokol kesehatan yang sama seperti orang pada umumnya.

"Rekomendasinya sama seperti orang yang tidak hamil, 3J, 1C, 1M (jaga jarak, jangan kumpul, jangan keluar rumah; cuci tangan; memakai masker. Masker kain cukup). Kalau harus keluar rumah, empat tadi dikerjain (jaga jarak, jangan kumpul, cuci tangan, memakai masker). Dengan demikian risiko transmisi akan menurun," kata dia dalam webinar, Rabu.

Yassin menegaskan, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun masih sangat relevan untuk kondisi pandemi COVID-19 saat ini. (Der) 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Manfaat bertanam untuk bantu lawan penyakit hingga jaga daya ingat
Sabtu, 28 November 2020 - 07:45 WIB
Bertanam menjadi salah satu pilihan orang-orang di masa pandemi COVID-19 beberapa bulan terakhir.
Tiga ASN-nya terpapar Covid-19, Disdukcapil Kota Depok sementara tutup enam hari
Jumat, 27 November 2020 - 17:48 WIB
Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok Nuraeni Widayatti merilis tentan...
Menteri BUMN: Pengembangan wisata medis dimulai di Bali
Jumat, 27 November 2020 - 13:55 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah akan memulai pengembangan wisata medis di Bali.
GOR Watu Belah akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19
Jumat, 27 November 2020 - 11:46 WIB
Gedung Olah Raga (GOR) Watu Belah Sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat akan digunakan sebagai tempat...
Kasus HIV/AIDS di Penajam Paser Utara bertambah sepanjang 2020
Jumat, 27 November 2020 - 08:15 WIB
Kasus orang dengan HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sepanjang tahun 2020...
Masker wajah diprediksi masih jadi tren di 2021
Rabu, 25 November 2020 - 10:35 WIB
Pandemi COVID-19 membuat masker wajah menjadi salah satu produk yang disulap menjadi fashion item ba...
Erick: Segera ada keputusan zona merah jadi prioritas vaksin COVID-19
Selasa, 24 November 2020 - 21:44 WIB
Menteri BUMN yang juga Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan E...
Pemkot Bandung terima 200.000 masker dari Pemprov Jabar
Selasa, 24 November 2020 - 16:25 WIB
PemerintahKota (Pemkot) Bandung menerima 200.000 masker kain senilai Rp956 juta dari Pemerintah Prov...
Puluhan warga Kelurahan Petamburan ikuti tes cepat COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 19:11 WIB
Sebanyak 60 warga Kelurahan Petamburan Jakarta Pusat mengikuti tes cepat COVID-19 di SDN Petamburan ...
RSUD Sekayu siap jadi rujukan operasi jantung di Sumsel
Senin, 23 November 2020 - 13:00 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin siap menjadi rujukan bagi pasien yan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV