Twitter tambah lebih banyak label peringatan jelang pemilu AS
Elshinta
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 13:13 WIB |
Twitter tambah lebih banyak label peringatan jelang pemilu AS
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Twitter mengatakan akan menghapus cuitan yang mengajak orang-orang untuk mengganggu proses pemilihan presiden Amerika Serikat, termasuk melalui kekerasan, dengan menambahkan lebih banyak pembatasan untuk memperlambat penyebaran informasi yang salah.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (10/10), Twitter mengatakan pengguna akan mendapatkan label yang mengarahkan mereka ke informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka dapat me-retweet konten yang telah diberi label menyesatkan.

Twitter akan menambahkan lebih banyak peringatan dan pembatasan pada cuitan dengan label informasi menyesatkan dari tokoh politik AS, termasuk kandidat, serta akun yang berbasis di AS dengan lebih dari 100.000 pengikut atau yang punya "keterlibatan yang signifikan."

Twitter, yang baru-baru ini sedang menguji bagaimana membuat label yang lebih jelas, mengatakan orang-orang harus memanfaatkan label peringatan tersebut saat melihat cuitan. Pengguna juga hanya dapat melakukan "quote tweet," karena like, retweet dan balas cuitan akan dinonaktifkan.

Twitter mengutip Antara, mengatakan telah memberi label pada ribuan unggahan yang menyesatkan, meskipun sebagian besar perhatian tertuju pada label yang ada pada tweet Presiden AS Donald Trump.

Twitter juga mengatakan akan memberli label pada tweet yang secara palsu mengklaim kemenangan bagi kandidat mana pun.

Twitter mengumumkan sejumlah langkah sementara untuk memperlambat amplifikasi konten.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peluncuran aplikasi tertunda, Hyppe terus matangkan fitur
Selasa, 13 Juli 2021 - 10:30 WIB
Peluncuran aplikasi media sosial Hyppe tertunda karena pandemi COVID-19 dan pembatasan yang diterapk...
Twitter jelaskan proses verifikasi `centang biru`
Jumat, 09 Juli 2021 - 11:22 WIB
Twitter belum lama ini meluncurkan kembali proses verifikasi `centang biru` dengan seperangkat atura...
 Kawasan Asia Tenggara ciptakan ekosistem yang untungkan pengembang aplikasi
Selasa, 22 Juni 2021 - 14:36 WIB
Monopoli Google dan Apple dalam ekosistem aplikasi tidak memberi banyak ruang kepada pengembang apli...
Pemkot Tangerang siapkan aplikasi pendaftaran vaksinasi online
Senin, 21 Juni 2021 - 15:35 WIB
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang membuat aplikasi pendaftaran vaksinasi COV...
BSSN: Sistem aplikasi perlu `update` berkala cegah kebocoran data
Kamis, 17 Juni 2021 - 10:45 WIB
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyaw...
 Pemkab Cilacap luncurkan aplikasi `Satkar Taru`
Rabu, 16 Juni 2021 - 17:36 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Jawa Tengah menandatangani naskah kesepakatan bersama dan per...
Enam fitur baru yang ada di FaceTime
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:36 WIB
Aplikasi panggilan video khusus perangkat buatan Apple, FaceTime, mengalami sejumlah pembaruan baru-...
Twitter Fleets akan disisipi iklan
Rabu, 02 Juni 2021 - 11:43 WIB
Twitter mulai menguji coba iklan untuk unggahan di Fleets, fitur unggahan temporer yang akan hilang ...
Dukung star up, aplikasi bisnis dan perpustakaan outdoor diluncurkan
Jumat, 28 Mei 2021 - 15:24 WIB
Walikota Magelang Dokter Muhammad Nur Azis mengatakan, saat ini warga Magelang mendapatkan pelayanan...
Mengapa penyelenggara aplikasi di Indonesia harus daftar di Kominfo?
Sabtu, 22 Mei 2021 - 16:36 WIB
Sejumlah penyelenggara sistem elektronik (PSE) atau penyedia aplikasi dan media sosial diberikan ten...
Live Streaming Radio Network