Inilah produk inovasi Kemenristek untuk testing, tracing, dan treatment COVID-19
Elshinta
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:49 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Inilah produk inovasi Kemenristek untuk testing, tracing, dan treatment COVID-19
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Sumber foto: https://bit.ly/33MqvBc

Elshinta.com - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah melakukan sejumlah riset dan inovasi untuk 3T (testing, tracing, dan treatment) COVID-19.

Disampaikan Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PC-PEN), Senin (12/10), pihaknya telah melaporkan hasil riset dan inovasi tersebut kepada Presiden.

Untuk screening yang lebih akurat sekaligus membantu testing, kata Bambang, pihaknya memaparkan dua inovasi yaitu GeNose, hasil riset Universitas Gadjah Mada dan RT-LAMP, hasil penelitian LIPI.

“Dua inovasi yang berasal dari dalam negeri yang diperkirakan nanti bisa menjadi solusi, solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap PCR test dan juga solusi untuk screening yang lebih baik,” kata Menristek, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

GeNose, kata Bambang, mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dengan menggunakan hembusan nafas. Alat ini lebih murah dan lebih akurat. 

“Pendekatan ini bisa menghasilkan upaya screening dan juga deteksi yang lebih cepat, tidak sampai 2 menit,” ungkapnya. 

GeNose telah diuji klinis tahap pertama di rumah sakit di Yogyakarta, dan diperoleh tingkat akurasi dibandingkan PCR test adalah 97 persen. 

“Saat ini kami sedang melakukan uji klinis yang lebih luas lagi di berbagai rumah sakit. Kalau tingkat akurasinya tinggi, mendekati 100 persen, maka GeNose ini bisa menjadi solusi screening yang nantinya akan mengurangi ketergantungan terhadap PCR test,” kata Bambang.

Sementara teknologi testing RT-LAMP yang dikembangkan LIPI, bersifat rapid swab test. 

“Kalau swab test yang biasanya memakan waktu lama dan membutuhkan laboratorium, (RT-LAMP) bisa dilakukan dengan waktu yang lebih cepat di bawah 1 jam dan tanpa menggunakan laboratorium BSL-2,” jelas Menristek.

RT-LAMP ini, tambahnya, juga bisa menjadi solusi bagi rumitnya testing yang menggunakan PCR. “Jauh lebih cepat, lebih murah, dan juga tingkat akurasinya sangat bisa dipertanggungjawabkan,” kata Bambang.

Terkait treatment atau terapi pasien Covid-19 menggunakan teknologi plasma konvalesen, disampaikan Bambang, telah dilakukan uji klinis fase 1 dan tidak ditemukan efek samping yang serius dari terapi tersebut.

Dalam Ratas tersebut, lanjut Menristek, ia juga melaporkan mengenai teknologi rapid test Covid-19 produksi dalam negeri yang sudah di-launching sekitar bulan Mei tahun ini. “Produksinya per bulan ini sudah 350.000 dan diperkirakan bulan depan sudah bergerak naik menuju 1-2 juta per bulan,” kata Bambang.

Menanggapi laporan tersebut, ujar Bambang, Presiden meminta agar penggunaan rapid test untuk Covid-19 ini benar-benar mengutamakan hasil inovasi atau produksi dalam negeri ini.  “Jadi untuk bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan impor rapid test yang kita pernah lakukan di awal masa pandemi ini,” tambahnya.

Terkait Vaksin Merah Putih, Menristek mengungkapkan saat ini vaksin tersebut sedang dikembangkan oleh 6 institusi di  Indonesia, yaitu Lembaga Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga, dengan menggunakan platform yang berbeda-beda.

“Kalau melihat tahapannya, diperkirakan triwulan 1 tahun 2021 sudah ada yang memulai uji klinis ke manusia dan sebagian akhir tahun ini mungkin sudah menyelesaikan uji klinis ke hewan,” katanya. 

Ditambahkan Bambang, pihaknya optimistis bahwa rencana untuk uji klinis awal vaksin di 2021 masih on track, terutama yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman dan Universitas Indonesia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Sikapi peniadaan mudik, Menkominfo ajak masyarakat berlebaran digital
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:35 WIB
Pemerintah terus berjuang untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia, salah satu upaya tersebut...
Kemkominfo-TNI bahas peluang penguatan sektor digital 
Kamis, 06 Mei 2021 - 12:45 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate bertemu dengan Panglima Tentara Nasional Indones...
Kominfo: keterbukaan informasi publik perlu gunakan teknologi digital
Rabu, 05 Mei 2021 - 11:13 WIB
Keterbukaan informasi publik, salah satu acuan keberhasilan lembaga, sangat perlu memanfaatkan tekno...
 Temui Kapolri, Menkominfo perkuat kerja sama pembangunan infrastruktur TIK
Rabu, 05 Mei 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah telah bekerja keras membangun konektivitas nasional, salah satunya konektvitas digital me...
Kominfo umumkan pemenang penyelenggara multipleksing siaran TV digital
Senin, 03 Mei 2021 - 13:07 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengumumkan pemenang seleksi penyelenggara multi...
Luhut dukung teknologi pengolahan nikel STAL karya anak bangsa
Jumat, 30 April 2021 - 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung teknologi pen...
BMKG luncurkan inovasi sistem layanan informasi meteorologi maritim
Selasa, 27 April 2021 - 10:18 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kedeputian Bidang Meteorologi meluncurkan...
Membangun diri di era digital, Kemkominfo undang 50 mahasiswa 
Senin, 26 April 2021 - 18:24 WIB
Bertempat Kafe Nong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berlangsung pelatihan membangun jati diri (person...
Cakap teknologi Kemkominfo rekatkan budaya sebagai karakter bangsa
Sabtu, 24 April 2021 - 13:37 WIB
Literasi era digital dalam penguatan nilai-nilai kebudayaan sebagai basis pembentuk karakter bangsa ...
Era police 4.0, polisi virtual lindungi masyarakat dari hoaks dan ujaran kebencian
Selasa, 23 Maret 2021 - 20:11 WIB
Analis Kebijakan Publik Sudut Demokrasi Research & Analysis (SUDRA), Afditya Iman Fahlevi, mengapres...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV