Polisi minta orang tua awasi anak untuk tidak ikut demo, `jangan sampai dimanfaatkan!` 
Elshinta
Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:10 WIB |
Polisi minta orang tua awasi anak untuk tidak ikut demo, `jangan sampai dimanfaatkan!` 
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. dalam konferensi terkait penetapan tersangka terkait ricuh unjuk rasa tolak Omnibus Law di Polda Metro Jaya, Senin (12/10/2020). Sumber foto: https://bit.ly/3iSH173

Elshinta.com - Polda Metro Jaya meminta kepada para orang tua dan semua pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelajar agar tidak terhasut pihak tak bertanggung jawab untuk terlibat dalam aksi unjuk rasa anarkis.

"Kami mengimbau kepada orang tua, guru, dinas pendidikan untuk melakukan pengawasan, pengendalian mereka, jangan sampai mereka karena terhasut diajak mereka mengikuti kemudian dimanfaatkan untuk melakukan anarkisme juga vandalisme," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mako Polda Metro Jaya, Senin (12/10)

Nana meminta orang tua dan semua pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan karena kurangnya pengawasan terhadap anak menjadikan mereka rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan perbuatan melawan hukum.

Dia kemudian mengungkapkan polisi telah mengamankan sebanyak 1.192 orang lantaran terlibat bentrok dan perusakan fasilitas umum dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10), dan sebagian besar massa yang diamankan polisi adalah pelajar.

"64 persen yang kita amankan ini adalah pelajar dari berbagai daerah, Jakarta, Tangerang, Subang, Karawang, Bogor, dan ada juga dari Indramayu," sebutnya, dikutip Antara.

Polda Metro Jaya telah menetapkan 54 orang sebagai tersangka kericuhan dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung dengan perusakan fasilitas umum, Kamis (8/10).

Nana menjelaskan, awalnya pihak kepolisian mengamankan 1.192 orang pada Kamis, namun setelah diperiksa intensif hanya 54 yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan, ada 135 orang yang berpotensi ke tingkat penyidikan. Dari data itu, yang sudah ditingkatkan ke proses penyidikan sebanyak 83 orang kemudian 54 orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Nana.

Meski ada 54 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian hanya melakukan penahanan terhadap 28 orang.

Sedangkan para tersangka lainnya masih berstatus pelajar di bawah umur. Oleh karena itu pihak kepolisian memulangkan para pelajar tersebut kepada orangtuanya dan harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Viral azan serukan jihad, Wamenag ajak pimpinan ormas beri pencerahan
Senin, 30 November 2020 - 18:46 WIB
Viral di media sosial, sekelompok orang yang mengumandangkan azan di beberapa tempat. Berbeda dengan...
Wapres harap vaksin tidak hanya jangkau negara kuat
Senin, 30 November 2020 - 18:34 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin berharap supaya vaksin COVID-19 nantinya tidak diprioritaskan untuk negar...
Ketua PBNU ingatkan masyarakat waspadai provokasi
Senin, 30 November 2020 - 17:34 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai p...
Kementerian PUPR: Padat karya bedah rumah serap 287 ribu tenaga kerja
Senin, 30 November 2020 - 09:25 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat program padat karya bedah rumah atau...
Jurus Bulog Sultra menjaga ketahanan pangan di saat pandemi
Senin, 30 November 2020 - 09:10 WIB
Bulog Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari hingga November 2020 telah menyerap ...
MUI Lebak haramkan pemberontakan pada pemerintah sah
Minggu, 29 November 2020 - 21:25 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengharamkan pemberontak kepada pemerintah ya...
Wamenag: Penyiapan naskah Jumat bukan intervensi kepada penceramah
Minggu, 29 November 2020 - 16:32 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa\\\'adi menegaskan bahwa penyiapan naskah, atau materi khutbah J...
Kekerasan di Lembantongoa, Menag harap polisi tangkap dan hukum pelaku
Minggu, 29 November 2020 - 16:11 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengecam terjadinya kekerasan di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulten...
Polisi dalami kabar Rizieq Shihab yang kabur dari rumah sakit
Minggu, 29 November 2020 - 13:54 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Erdi A Chaniago, menyebut pihak penyid...
Perti: Ulama harus bawa kedamaian dan kerukunan bagi umat
Minggu, 29 November 2020 - 10:55 WIB
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Dr KH Anwar Sanusi SH SPel MM menga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV