Sekjen PBB: Dunia gagal hadapi ujian COVID-19
Elshinta
Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:56 WIB |
Sekjen PBB: Dunia gagal hadapi ujian COVID-19
Tangkapan Layar: Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan sambutan pada pertemuan tingkat tinggi tentang ACT- Accelerator yang diadakan secara virtual di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-75, Rabu (30/9/2020). Sumber foto: https://bit.ly/37h2mov 

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Sabtu (17/10), mengatakan dunia gagal menghadapi tantangan memerangi pandemi COVID-19.

Ia memperingatkan perlunya aksi bersama untuk mencegah jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan.

Mantan perdana menteri Portugal itu mengatakan, jauh lebih banyak hal dapat dilakukan jika negara-negara bergotong royong memerangi penyakit virus corona, yang telah menelan lebih dari satu juta jiwa secara global.

"Pandemi COVID-19 merupakan tantangan global utama bagi seluruh masyarakat internasional, bagi multilateralisme dan bagi saya, sebagai sekretaris jenderal PBB," kata Guterres kepada kantor berita Portugal, Lusa.

"Sayangnya itu adalah sebuah ujian yang, sejauh ini, gagal dilakukan oleh masyarakat internasional," katanya.

Menurut Guterres, jika langkah-langkah terkoordinasi tidak dilakukan, "virus mikroskopis dapat mendorong jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan, dengan dampak ekonomi yang menghancurkan dalam beberapa tahun ke depan".

Guterres juga mengkritik negara-negara karena kurang bersatu dalam upaya mengatasi berbagai tantangan global lainnya, seperti konflik di Afghanistan, Yaman dan Suriah.

"Ini sumber frustrasi yang luar biasa," ucapnya.

Lebih dari 39 juta orang di dunia terinfeksi COVID-19, menurut hitungan Reuters yang berdasarkan pada data resmi.

Infeksi virus corona dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah sejak kasus pertama terdeteksi di China pada Desember tahun lalu, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
India catat lebih dari 44.000 kasus tambahan COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 15:00 WIB
India telah mencatat 44.059 kasus tambahan infeksi virus corona (COVID-19), sehingga total kasus men...
Jerman mulai suntikkan vaksin COVID Desember ini
Senin, 23 November 2020 - 11:15 WIB
 Jerman kemungkinan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 paling cepat pada Desember, seperti dikutip ...
Inggris siap berikan persetujuan vaksin COVID Pfizer pekan ini
Senin, 23 November 2020 - 09:35 WIB
Inggris siap memberikan persetujuan regulator untuk vaksin COVID-19 milik Pfizer-BioNTech pekan ini.
Musang terinfeksi virus corona ditemukan di Prancis
Senin, 23 November 2020 - 09:25 WIB
Cerpelai yang terinfeksi virus corona ditemukan di sebuah peternakan di kawasan Eure-et-Loire, Pranc...
Spanyol akan luncurkan program vaksinasi COVID Januari
Senin, 23 November 2020 - 09:15 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Minggu mengatakan pemerintah akan meluncurkan program vak...
Vaksin COVID-19 Moderna dibanderol sekitar Rp300-500 ribu
Minggu, 22 November 2020 - 19:55 WIB
Moderna akan membanderol satu dosis calon vaksin COVID-19 sebesar 25-37 dolar AS (sekitar Rp354 ribu...
Pemimpin G20 berupaya bantu negara miskin pasca-COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 16:55 WIB
Para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar (G20) berjanji untuk memastikan distribusi yang adil a...
Pemimpin G20 janji danai distribusi vaksin COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 11:47 WIB
Para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) pada Minggu akan mengumumkan komitmen untuk mendanai d...
Di Wuhan ada kampung percontohan anti-COVID
Minggu, 22 November 2020 - 11:23 WIB
Di Kota Wuhan, Tiongkok, terdapat kampung percontohan anti-COVID-19 karena dianggap berhasil dalam m...
 Gempa magnitudo 6,1 guncang Chile
Minggu, 22 November 2020 - 09:45 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang lepas pantai Chile tengah, demikian Pusat Penelitian Nasional...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV