Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Elshinta
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB |
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dalam pertempuran konflik wilayah Nagorno-Karabakh, beberapa jam setelah penghentian penggunaan senjata itu disepakati.

Penghentian senjata disepakati pada Sabtu (17/10) dan mulai berlaku tengah malam waktu setempat setelah gencatan, yang ditengahi oleh Rusia, itu gagal menghentikan pertempuran tersebut --paling parah di Kaukus Selatan sejak 1990an.

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan militer Azerbaijan meluncurkan tembakan dua kali pada malam hari dan menggunakan artileri.

Sementara, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, "Musuh melepaskan tembakan di sekitar Kota Jabrail, serta desa-desa di kawasan ini ... menggunakan mortir dan artileri."

Kemenhan Azerbaijan menambahkan, militer Azerbaijan "melakukan aksi balasan yang memadai."

Pejabat di Nagorno-Karabakh mengatakan pasukan Azerbaijan meluncurkan serangan terhadap posisi militer di kantong tersebut dan menjatuhkan korban tewas maupun luka di kedua belah pihak.

Nagorno-Karabakh merupakan wilayah pegunungan yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dihuni dan pemerintahannya dijalankan oleh etnis Armenia.

Gencatan senjata awal Oktober ini bertujuan memungkinkan kedua pihak menukar tahanan dan jasad mereka yang tewas dalam pertempuran. Namun, perjanjian itu berdampak kecil terhadap pertempuran di sekitar kantong Nagorno-Karabakh. (Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
India catat lebih dari 44.000 kasus tambahan COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 15:00 WIB
India telah mencatat 44.059 kasus tambahan infeksi virus corona (COVID-19), sehingga total kasus men...
Jerman mulai suntikkan vaksin COVID Desember ini
Senin, 23 November 2020 - 11:15 WIB
 Jerman kemungkinan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 paling cepat pada Desember, seperti dikutip ...
Inggris siap berikan persetujuan vaksin COVID Pfizer pekan ini
Senin, 23 November 2020 - 09:35 WIB
Inggris siap memberikan persetujuan regulator untuk vaksin COVID-19 milik Pfizer-BioNTech pekan ini.
Musang terinfeksi virus corona ditemukan di Prancis
Senin, 23 November 2020 - 09:25 WIB
Cerpelai yang terinfeksi virus corona ditemukan di sebuah peternakan di kawasan Eure-et-Loire, Pranc...
Spanyol akan luncurkan program vaksinasi COVID Januari
Senin, 23 November 2020 - 09:15 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Minggu mengatakan pemerintah akan meluncurkan program vak...
Vaksin COVID-19 Moderna dibanderol sekitar Rp300-500 ribu
Minggu, 22 November 2020 - 19:55 WIB
Moderna akan membanderol satu dosis calon vaksin COVID-19 sebesar 25-37 dolar AS (sekitar Rp354 ribu...
Pemimpin G20 berupaya bantu negara miskin pasca-COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 16:55 WIB
Para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar (G20) berjanji untuk memastikan distribusi yang adil a...
Pemimpin G20 janji danai distribusi vaksin COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 11:47 WIB
Para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) pada Minggu akan mengumumkan komitmen untuk mendanai d...
Di Wuhan ada kampung percontohan anti-COVID
Minggu, 22 November 2020 - 11:23 WIB
Di Kota Wuhan, Tiongkok, terdapat kampung percontohan anti-COVID-19 karena dianggap berhasil dalam m...
 Gempa magnitudo 6,1 guncang Chile
Minggu, 22 November 2020 - 09:45 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang lepas pantai Chile tengah, demikian Pusat Penelitian Nasional...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV