Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Elshinta
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:50 WIB |
Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Ilustrasi - Emas batangan 1000 gram. (ANT/Shutterstock/pri) - https://bit.ly/34eOfxS

Elshinta.com - Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan akhir pekan lalu, setelah pelemahan dolar AS dan ekspektasi untuk kesepakatan stimulus AS menjelang pemilihan presiden 3 November mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 5,3 dolar AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 1.911,70 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu (16/10/2020), emas berjangka melemah 2,5 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.906,40 dolar AS per ounce.

Emas berjangka naik tipis 1,6 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.908,90 dolar AS pada Kamis (15/10/2020), setelah bertambah 12,7 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.907,30 dolar AS pada Rabu (14/10/2020), dan anjlok 34,3 dolar AS atau 1,78 persen menjadi 1.894,60 dolar AS pada Selasa (13/10/2020).

Emas menguat karena tren penurunan dolar dan "keyakinan bahwa beberapa jenis paket stimulus akan datang dalam 48 jam ke depan," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

“Orang-orang percaya bahwa kita akan memasuki periode inflasi hingga kuartal berikutnya. Jadi mereka mulai dari awal". 

Dolar tergelincir 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada Minggu (18/10/2020) bahwa perbedaan tetap ada dengan pemerintah Trump tentang paket bantuan yang luas, tetapi dia optimis undang-undang dapat didorong sebelum Hari Pemilihan.

Emas telah melonjak sekitar 26 persen sepanjang tahun ini karena investor mencari perlindungan dari pandemi virus corona yang memburuk, serta risiko inflasi dan penurunan nilai mata uang ketika bank-bank sentral global memangkas suku bunga sambil memompa stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menahan pukulan ekonomi.

Lebih lanjut yang mendasari permintaan safe-haven untuk emas adalah kekhawatiran seputar pembatasan-pembatasan baru yang disebabkan oleh virus corona di Eropa dan di tempat lain ketika infeksi di seluruh dunia melampaui lebih dari 40 juta, serta ketidakpastian atas pemilihan AS.

Emas juga mendapat dukungan karena indeks pasar saham AS jatuh pada Senin (19/10/2020). Ditambah lagi, produk domestik bruto China tumbuh 4,9 persen secara tahun ke tahun di kuartal ketiga tahun ini. Angka tersebut mendukung emas karena China adalah salah satu importir emas terbesar di dunia.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 29,3 sen atau 1,2 persen, menjadi ditutup pada 24,698 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 5,8 dolar AS atau 0,67 persen menjadi ditutup pada 863,5 dolar AS per ounce.

Citi mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pihaknya memperkirakan perak akan naik menjadi 40 dolar AS selama 12 bulan ke depan, karena permintaan investor yang berkelanjutan dan pemulihan konsumsi industri pada 2021, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
India catat lebih dari 44.000 kasus tambahan COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 15:00 WIB
India telah mencatat 44.059 kasus tambahan infeksi virus corona (COVID-19), sehingga total kasus men...
Jerman mulai suntikkan vaksin COVID Desember ini
Senin, 23 November 2020 - 11:15 WIB
 Jerman kemungkinan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 paling cepat pada Desember, seperti dikutip ...
Inggris siap berikan persetujuan vaksin COVID Pfizer pekan ini
Senin, 23 November 2020 - 09:35 WIB
Inggris siap memberikan persetujuan regulator untuk vaksin COVID-19 milik Pfizer-BioNTech pekan ini.
Musang terinfeksi virus corona ditemukan di Prancis
Senin, 23 November 2020 - 09:25 WIB
Cerpelai yang terinfeksi virus corona ditemukan di sebuah peternakan di kawasan Eure-et-Loire, Pranc...
Spanyol akan luncurkan program vaksinasi COVID Januari
Senin, 23 November 2020 - 09:15 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Minggu mengatakan pemerintah akan meluncurkan program vak...
Vaksin COVID-19 Moderna dibanderol sekitar Rp300-500 ribu
Minggu, 22 November 2020 - 19:55 WIB
Moderna akan membanderol satu dosis calon vaksin COVID-19 sebesar 25-37 dolar AS (sekitar Rp354 ribu...
Pemimpin G20 berupaya bantu negara miskin pasca-COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 16:55 WIB
Para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar (G20) berjanji untuk memastikan distribusi yang adil a...
Pemimpin G20 janji danai distribusi vaksin COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 11:47 WIB
Para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) pada Minggu akan mengumumkan komitmen untuk mendanai d...
Di Wuhan ada kampung percontohan anti-COVID
Minggu, 22 November 2020 - 11:23 WIB
Di Kota Wuhan, Tiongkok, terdapat kampung percontohan anti-COVID-19 karena dianggap berhasil dalam m...
 Gempa magnitudo 6,1 guncang Chile
Minggu, 22 November 2020 - 09:45 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang lepas pantai Chile tengah, demikian Pusat Penelitian Nasional...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV