Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Elshinta
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB |
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANT/Shutterstock/am) - Sumber foto: https://bit.ly/2TagMyq

Elshinta.com - Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek samping tak terduga dari vaksin COVID-19, tetapi tidak benar-benar menyiapkan anggaran untuk melakukannya.

Meskipun sejumlah kandidat vaksin berhasil melewati berbagai tahap uji klinis, hingga kini tidak ada kepastian siapa yang menanggung tagihan jika penduduk di negara miskin jatuh sakit setelah divaksin.

"Jika kemungkinan itu muncul, dana ini dapat diperoleh dari kementerian keuangan," kata Martha Delgado, wakil menteri luar negeri yang bertanggung jawab atas tanggapan internasional Meksiko terhadap pandemi, kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

"Ada beberapa tingkat risiko dan kami harus menanggungnya," ia menambahkan dan mencatat bahwa tidak ada dana khusus yang direncanakan.

Di bawah COVAX, suatu fasilitas global vaksin COVID-19 yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 92 negara miskin memenuhi syarat untuk mengakses vaksin dengan biaya lebih rendah atau tanpa biaya hingga akhir 2021.

Meksiko percaya potensi efek samping kemungkinan akan ditemukan selama uji coba vaksin dan oleh otoritas kesehatan.

"Saya tidak percaya WHO dan seluruh jaringan asosiasinya akan meluncurkan (vaksin) dan menyediakan bagi lebih dari 100 negara sesuatu yang dipertanyakan dari sudut pandang keselamatan atau tanggung jawab," ujar Delgado.

Menurut dokumen rahasia yang ditinjau oleh Reuters dan enam orang yang mengetahui masalah tersebut, WHO telah membiarkan masalah tanggung jawab keuangan tidak terselesaikan, untuk memastikan bahwa suntikan vaksin didistribusikan secara adil.

Delgado berpendapat biaya risiko jika terjadi efek samping tidak sebanding dengan risiko jika Meksiko tidak berpartisipasi dalam kesepakatan COVAX.

Persyaratan untuk bergabung dengan COVAX sama untuk semua penandatangan, tetapi "jika Anda tidak memiliki perjanjian itu, Anda tidak memiliki COVAX, titik," kata Delgado.

Pemerintah ingin memvaksinasi hampir semua penduduk Meksiko pada akhir 2021 setelah mencapai kesepakatan dengan perusahaan farmasi Pfizer, AstraZeneca, dan CanSino, ditambah dengan COVAX.

Delgado mengharapkan dosis vaksin pertama datang dari perusahaan farmasi yang telah menjanjikan pengiriman paling awal. COVAX belum berkomitmen pada tanggal tertentu, sementara Pfizer telah menawarkan untuk mulai mengirimkan paling cepat Desember.

Delgado berharap vaksinasi dapat dimulai pada April 2021 tetapi sekarang percaya prosesnya bisa lebih cepat.

"Skenario terburuk untuk Meksiko adalah tetangga kami (Amerika Serikat) melakukan kampanye vaksinasi empat bulan sebelum Meksiko, dan ada masalah perbatasan tertutup karena di Meksiko tidak ada kampanye vaksinasi," kata Delgado.

"Kami harus menyelaraskan proses ini secara regional. Jika kami mulai menerima vaksin pada bulan Desember, mungkin kami dapat memulai kampanye vaksinasi pada bulan Januari atau Februari," ia menambahkan, demikian dilansir Antara dari Reuters. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
India catat lebih dari 44.000 kasus tambahan COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 15:00 WIB
India telah mencatat 44.059 kasus tambahan infeksi virus corona (COVID-19), sehingga total kasus men...
Jerman mulai suntikkan vaksin COVID Desember ini
Senin, 23 November 2020 - 11:15 WIB
 Jerman kemungkinan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 paling cepat pada Desember, seperti dikutip ...
Inggris siap berikan persetujuan vaksin COVID Pfizer pekan ini
Senin, 23 November 2020 - 09:35 WIB
Inggris siap memberikan persetujuan regulator untuk vaksin COVID-19 milik Pfizer-BioNTech pekan ini.
Musang terinfeksi virus corona ditemukan di Prancis
Senin, 23 November 2020 - 09:25 WIB
Cerpelai yang terinfeksi virus corona ditemukan di sebuah peternakan di kawasan Eure-et-Loire, Pranc...
Spanyol akan luncurkan program vaksinasi COVID Januari
Senin, 23 November 2020 - 09:15 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Minggu mengatakan pemerintah akan meluncurkan program vak...
Vaksin COVID-19 Moderna dibanderol sekitar Rp300-500 ribu
Minggu, 22 November 2020 - 19:55 WIB
Moderna akan membanderol satu dosis calon vaksin COVID-19 sebesar 25-37 dolar AS (sekitar Rp354 ribu...
Pemimpin G20 berupaya bantu negara miskin pasca-COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 16:55 WIB
Para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar (G20) berjanji untuk memastikan distribusi yang adil a...
Pemimpin G20 janji danai distribusi vaksin COVID-19
Minggu, 22 November 2020 - 11:47 WIB
Para pemimpin 20 ekonomi terbesar dunia (G20) pada Minggu akan mengumumkan komitmen untuk mendanai d...
Di Wuhan ada kampung percontohan anti-COVID
Minggu, 22 November 2020 - 11:23 WIB
Di Kota Wuhan, Tiongkok, terdapat kampung percontohan anti-COVID-19 karena dianggap berhasil dalam m...
 Gempa magnitudo 6,1 guncang Chile
Minggu, 22 November 2020 - 09:45 WIB
Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang lepas pantai Chile tengah, demikian Pusat Penelitian Nasional...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV