Emas naik tipis
Elshinta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:53 WIB |
Emas naik tipis
Ilustrasi - Emas batangan yang ditumpuk. (ANT/Shutterstock/pri) - https://bit.ly/3dTKvoQ

Elshinta.com - Emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound tipis dari penurunan tajam sehari sebelumnya, ditopang dolar AS yang melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dan kesepakatan stimulus baru AS sebelum pemilihan presiden 3 November yang tetap tidak pasti.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis hanya 0,6 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.905,20 dolar AS per ounce. Emas berjangka turun untuk minggu kedua berturut-turut, kurang dari 0,1 persen.

Pada Kamis (22/10/2020), emas berjangka turun tajam 24,9 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.904,60 dolar AS, setelah bertambah 14,1 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.929,50 dolar AS pada Rabu (21/10/2020), dan naik 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.915,40 dolar AS pada Selasa (20/10/2020).

"Pergerakan emas benar-benar mencerminkan dolar pada saat ini," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO. Emas berada dalam kisaran "bergolak" 1.890-1.930 dolar AS dengan setiap penurunan ke dasar naik kembali, tambahnya.

"Lonjakan awal emas (dan dolar sedikit lebih rendah) disebabkan oleh hasil debat presiden terakhir yang tidak mungkin membuat perbedaan dalam hasil pemilihan, dengan (kandidat Demokrat Joe) Biden dengan nyaman berada di depan".

Lebih dari 50 juta orang Amerika telah memberikan suara dengan 11 hari tersisa dalam kampanye.

Emas juga mendapat dukungan karena dolar AS sedikit menurun pada Jumat (23/10/2020), dan diperkirakan indeks dolar turun sekitar satu persen selama pekan ini, membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Emas masih terjebak di seputar stimulus. Optimisme stimulus memudar setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional (Larry) Kudlow mencatat bahwa negosiasi masih memiliki ketidaksepakatan kebijakan dan numerik," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah catatan.

Data ekonomi yang positif mengurangi emas, mencegahnya naik lebih tinggi. Data Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit berada di 53,3 pada Oktober, naik dari 53,2 pada September dan tertinggi dalam 21 bulan.

Emas telah naik lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini mengingat statusnya sebagai lindung nilai inflasi di tengah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia didorong pandemi Covid-19

"Nasib emas akan ditentukan pada Hari Pemilu, gelombang biru (Demokrat) menandakan stimulus besar dan menyambut 2.000 dolar AS, sementara kemenangan Trump dengan Republikan mempertahankan Senat menunjukkan kenaikan yang lebih lambat," kata Moya.

Kudlow mengatakan pada Kamis (22/10/2020) pembicaraan tentang kemungkinan kesepakatan bantuan sedang berlangsung tetapi perbedaan kebijakan yang lebih besar dengan Demokrat tidak mungkin diselesaikan dengan pemilihan kurang dari dua minggu lagi.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,4 sen atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 24,675 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 22,7 dolar AS atau 2,57 persen menjadi menetap pada 906,7 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Hong Kong ditutup lebih rendah, Indeks HSI anjlok 2,06 persen
Senin, 30 November 2020 - 17:55 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, menghentikan keuntungan selama du...
KJRI Jeddah tangani penemuan jenazah WNI dalam koper di Mekkah
Senin, 30 November 2020 - 13:30 WIB
Kementerian Luar Negeri dan KJRI Jeddah menangani  penemuan jenazah WNI di dalam  koper di wilayah...
Tiongkok hentikan operasi pabrik chip Korea setelah buruh positif corona
Minggu, 29 November 2020 - 17:25 WIB
Sebuah pabrik China milik raksasa semikonduktor Korea Selatan SK Hynix Inc menghentikan operasinya p...
Deplu AS: Enam ledakan terjadi di Asmata, ibu kota Eritrea
Minggu, 29 November 2020 - 16:47 WIB
Enam ledakan terjadi di Asmara, ibu kota Eritrea, pada Sabtu malam, kata Departemen Luar Negeri Amer...
Mata uang kripto Facebook Libra bakal diluncurkan awal tahun depan 
Minggu, 29 November 2020 - 15:57 WIB
Mata uang kripto Facebook Libra dilaporkan siap diluncurkan pada Januari 2021.
Wuhan temukan COVID-19 pada daging sapi dan ikan dari Brazil, Vietnam
Minggu, 29 November 2020 - 09:50 WIB
Pemerintah Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, melakukan investigasi epidemiologis setelah ada dugaan...
Presiden Iran tuding Israel pembunuh ilmuwan nuklir Fakhrizadeh
Sabtu, 28 November 2020 - 16:46 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu melontarkan tudingan bahwa Israel adalah pembunuh ilmuwan nu...
Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Fakhri Zadeh dibunuh dekat ibu kota
Sabtu, 28 November 2020 - 10:11 WIB
Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh \"teroris bersenjata\" di dekat ibu k...
Emas jatuh di bawah 1.800 dolar tertekan optimisme pemulihan ekonomi
Sabtu, 28 November 2020 - 07:15 WIB
Emas jatuh menembus di bawah level psikologis 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pag...
WHO: `sangat spekulatif` untuk katakan COVID-19 tidak muncul di China
Sabtu, 28 November 2020 - 07:00 WIB
Pakar kedaruratan terkemuka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (27/11) menyatakan akan menj...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV