Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Elshinta
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 10:52 WIB |
Ustadz Yusuf Mansur: Hadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban
Ustadz Yusuf Mansyur berbicara tentang pentingnya berpikir positif hadapi kondisi normal baru, bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Senin (8/6/2020). Sumber foto: https://bit.ly/3mgqbkp

Elshinta.com - Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur`an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan, para santri dan pengurus di pondok pesantrennya menghadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban sehingga tidak menganggapnya sebagai tantangan.
 
"Tidak ada tantangan buat kami, karena kami enjoy saja menghadapinya, dan tidak menjadikannya sebagai beban. Ada Allah SWT yang kami bisa mintai pertolongan dan bantuan. Teman-teman yang lain juga jangan khawatir, jangan ada keraguan akan kuasa Allah, kita musti ringan menjalani hidup sehingga ada kenikmatan saat menjalaninya," kata Ustadz Yusuf Mansur dalam talkshow virtual `Sosialisasi Pesantren Daarul Quran: Iman, Aman, Imun`, yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (23/10). 

Tokoh pendakwah Betawi itu mengatakan, tidak ada masalah ketika ada kesusahan yang menghampiri umat, karena seharusnya mereka sudah tahu ke mana itu semua dapat dikembalikan, yaitu kepada Allah SWT. 

"Ada yang tidak kita dapat mungkin ketika menghadapi pemutusan kerja karena pandemi COVID-19. Kita jadi gelisah dan mulai menyalahkan COVID-19, menyalahkan lingkungan, menyalahkan negara. Padahal gampang saja ketika dia tahu yang mencabut rizki itu Allah, maka datang lagi saja ke Allah dan jangan tanggung-tanggung berdoa dan minta yang lebih banyak, yang lebih baik," ujar dia. 

Relevansi dari sikap yang tidak menjadikan pandemi COVID-19 sebagai beban, ia mengatakan, di pesantren segala sesuatunya jadi dapat dijalankan dengan ringan. Karena jika itu dianggap sebagai beban justru akan menyusahkan dan benar-benar akan menjadi beban. 

"Alhamdulillah di pesantren aman banget. Kami di setiap cabang selalu berkoordinasi dengan pemerintah kota, kemudian dinas kesehatan, minimal dengan Puskesmas sekitar untuk menjalankan protokol kesehatan. Bahkan kami bekerja sama dengan kawan-kawan dari TNI untuk membantu kami menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan mencegah hal tidak diinginkan, seperti muncul klaster baru," kata Ustadz Yusuf Mansur, dikutip Antara.
 
Ia menyambut baik sosialisasi "Iman, Aman, Imun" yang sedang dilaksanakan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 di masyarakat, termasuk di pesantren-pesantren. 

"Tadi bagus tuh, iman, aman, imun. Keren. Iye, iye, iye, bener itu," ujarnya.
 
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo memberikan tips kepada masyarakat Indonesia untuk menjalankan 3W yakni wajib iman, wajib aman, wajib imun sebagai ikhtiar agar terhindar dari penularan virus corona baru.
 
Iman dalam 3W bermakna berdoa dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing, sedangkan aman bermakna memilik prinsip sama dengan menjalankan protokol kesehatan yang di dalamnya termasuk mematuhi 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun. 

Sementara itu, imun bermakna makan makanan bernutrisi, istirahat cukup, berolahraga rutin, tidak panik atau stres dan yang tidak kalah penting hati yang senang, kata Doni. 

"Ingat, jurus iman-aman-imun itu ibarat 'satu tarikan nafas'. Tidak bisa hanya satu yang dilaksanakan, dua yang lainnya tidak. Tidak bisa juga, dua dilaksanakan dan yang satu tidak," kata Doni.

Tiga-tiganya harus dilakukan bersama-sama. Dan prinsip utama yang harus dicamkan, yakni 'dokter terbaik adalah diri sendiri, ujar perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 Januari 2019 menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Masker wajah diprediksi masih jadi tren di 2021
Rabu, 25 November 2020 - 10:35 WIB
Pandemi COVID-19 membuat masker wajah menjadi salah satu produk yang disulap menjadi fashion item ba...
Erick: Segera ada keputusan zona merah jadi prioritas vaksin COVID-19
Selasa, 24 November 2020 - 21:44 WIB
Menteri BUMN yang juga Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan E...
Pemkot Bandung terima 200.000 masker dari Pemprov Jabar
Selasa, 24 November 2020 - 16:25 WIB
PemerintahKota (Pemkot) Bandung menerima 200.000 masker kain senilai Rp956 juta dari Pemerintah Prov...
Puluhan warga Kelurahan Petamburan ikuti tes cepat COVID-19
Senin, 23 November 2020 - 19:11 WIB
Sebanyak 60 warga Kelurahan Petamburan Jakarta Pusat mengikuti tes cepat COVID-19 di SDN Petamburan ...
RSUD Sekayu siap jadi rujukan operasi jantung di Sumsel
Senin, 23 November 2020 - 13:00 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin siap menjadi rujukan bagi pasien yan...
 Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 642 laksanakan pelayanan kesehatan gratis di Desa Entikong
Minggu, 22 November 2020 - 17:44 WIB
Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Pos Kotis Entikong melaksanakan pelayanan ...
Lebih dua ribu pasien COVID-19 jalani rawat inap di RSD Wisma Atlet
Minggu, 22 November 2020 - 13:55 WIB
Sebanyak 2.094 pasien Coronavirus disease 2019 (COVID-19) kini menjalani rawat inap di gedung 6 dan ...
Yuk jaga kemampuan otak dengan 5 olahraga otak ini, mudah diterapkan
Minggu, 22 November 2020 - 12:35 WIB
Olahraga dibutuhkan tidak hanya untuk kesehatan tubuh, tetapi juga buat otak. Banyak orang beranggap...
Pemkot Bandung jalankan kebijakan refocusing di masa Pandemi Covid-19
Sabtu, 21 November 2020 - 13:37 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna mengatakan bawah pandemi Covid-19 mer...
Pemkot  Bandung terima kajian penanganan Covid-19 dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes
Sabtu, 21 November 2020 - 12:11 WIB
Pemkot  Bandung menerima kajian penanganan Covid-19 dari mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung, Faja...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV