Ahli Epidemiologi sebut pembatasan COVID-19 bisa dilonggarkan perlahan
Elshinta
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:55 WIB |
Ahli Epidemiologi sebut pembatasan COVID-19 bisa dilonggarkan perlahan
Petugas gabungan mendata warga pelanggar protokol kesehatan saat Operasi Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19 di kawasan Mampang, Jakarta, Jumat (23/10/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2TpIPu0

Elshinta.com - Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebut, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk penanganan COVID-19 saat ini sudah bisa diperlonggar secara bertahap serta bisa diikuti dengan mencabut status kedaruratan kesehatan.

"Sebenarnya, PSBB sekarang tidak perlu diketatkan lagi. Sekarang sudah mulai bisa dilonggarkan, tapi pelonggarannya harus pelan-pelan. Pemerintah bisa mencabut kedaruratan kesehatan masyarakat," kata Pandu dalam diskusi webinar Bappenas, yang dipantau di Jakarta, Sabtu (24/10).

"Dengan mencabut atau melonggarkan PSBB yang diambil dari hasil penelitian tim pemodelan COVID-19 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, perencanaan atau pembangunan kita sesuai dengan rencana awal ataupun membuat rencana baru," kata dia.

Menurut Pandu, penerapan PSBB saat ini sudah tidak akurat lagi, karena lebih cocok diterapkan saat awal pandemi terjadi untuk menekan angka penularan di kala pemerintah masih belajar mencari formula pengendalian wabah.

Sedangkan setelah pandemi berjalan selama delapan bulan terakhir, Pandu melihat upaya tracing, testing, dan treatment (3T) sudah semakin ditingkatkan oleh tiap pemerintah daerah.

"Kemarin, pengetatan itu hanya momen emasnya pada awal pandemi, untuk menunggu waktu, sambil memperkuat surveillance, tes hingga lacak, dan kemudian melakukan perilaku penduduk, sampai akhirnya dilonggarkan," tuturnya.

Sedangkan saat ini, ucap Pandu, pemerintah khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bisa kembali mulai merencanakan program pembangunan di mana meski pandemi belum selesai, setidaknya sudah bisa dikendalikan.

Pemerintah, jelas dia, tinggal berupaya meningkatkan kepatuhan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Terlebih, rencana vaksinasi COVID-19 sudah berada di depan mata.

"Peran Bappenas akan menjadi penting untuk membuat perencanaan pembangunan Indonesia di era pandemi yang belum selesai. Jadi, penyakit ini nanti tidak lagi jadi pandemi tapi menjadi endemis," ujarnya. 

Menurut Pandu, jika nanti ada peningkatan kasus di suatu wilayah, pemerintah daerah hanya tinggal mengetatkan pembatasan dalam skala lokal.

"Kemudian kalau ada masalah, kita bisa mengatasinya dengan cara lokal lockdown lokal. Dengan demikian, tidak mengganggu kehidupan ekonomi," jelas Pandu, dikutip Antara. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPD PPNI Lumajang sebut 25 perawat terpapar Covid-19
Senin, 23 November 2020 - 20:10 WIB
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang, Jawa Tim...
Sembuh dari COVID-19 Indonesia Senin tambah 4.198, positif 4.442 orang
Senin, 23 November 2020 - 19:45 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 23 November 2020, pasien sembuh dari pe...
Perpanjangan PSBB, Pemkab Tangerang tetap fokus tegakkan prokes
Senin, 23 November 2020 - 16:35 WIB
PSBB Perpanjangan di Kabupaten Tangerang, Banten tetap fokus kepada protokol kesehatan dan juga teru...
Menkes: Penyiapan SDM dan fasilitas vaksinasi terus dilakukan
Senin, 23 November 2020 - 16:00 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan Kementerian Kesehatan terus menyiapkan sumber day...
Giliran Wagub DKI Riza Patria diundang oleh Polda Metro Jaya
Senin, 23 November 2020 - 13:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memenuhi undangan penyidik Polda Metro Jaya untuk dikla...
Presiden minta jajarannya beri perhatian khusus pada proses pilkada
Senin, 23 November 2020 - 11:45 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya termasuk Mendagri, Kapolri, dan Satgas Penanganan COVID-19 d...
Ketua DPD RI: Protes 25 dokter Sulteng harus jadi perhatian serius
Minggu, 22 November 2020 - 21:10 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta protes 25 dokter di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai...
Pasien sembuh dari COVID-19 di Cirebon tambah 195 orang
Minggu, 22 November 2020 - 19:25 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (22/11) mencata...
Waspadai hujan lebat disertai petir sepekan kedepan di Wilayah Jawa Timur
Minggu, 22 November 2020 - 18:43 WIB
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bahaya hidrometeor...
Konfirmasi positif COVID-19 bertambah 4.360 menjadi 497.668 orang
Minggu, 22 November 2020 - 17:11 WIB
 Kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV