PSI: Pemerintah pasti hati-hati distribusikan vaksin COVID-19
Elshinta
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:17 WIB |
PSI: Pemerintah pasti hati-hati distribusikan vaksin COVID-19
Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. ANTARA/Shutterstock/am.

Elshinta.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Christian Widodo meyakini pemerintah akan berhati-hati saat memutuskan penggunaan vaksin COVID-19 di Indonesia.

"Jika resmi didistribusikan kepada masyarakat, berarti vaksin tersebut sudah melalui serangkaian uji klinis yang ketat," kata Christian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Berbagai tahapan harus sudah dilewati, mulai dari tahap eksplorasi, tahap praklinis, uji klinis, persetujuan badan pengatur (lisensi), manufaktur (produksi), hingga kontrol kualitas.

"Pemerintah pasti telah mencermati hal-hal tersebut," kata anggota DPRD Provinsi NTT itu.

Menurut dia, semua fase ini tentu juga sudah melewati tahapan di laboratorium, hewan dan sampai pada manusia di tahap uji klinis.

Terhadap reaksi simpang (atau bahasa awam efek samping) yang langsung diakibatkan oleh komponen-komponen dalam vaksin, kata dia, sudah dilakukan telaah secara tuntas pada fase uji klinis atau biasa disebut pralisensi, yaitu fase sebelum mendapat persetujuan badan pengatur (fase lisensi).

Christian menjelaskan bahwa tahapan paling krusial dari sebuah pembuatan vaksin ada pada tahap uji klinis atau pralisensi.

Tahapan itu, kata dia, menguji efek samping vaksin terhadap kesehatan penerima. Jika lolos, baru mendapat persetujuan untuk diproduksi massal dan diedarkan.

"Fase uji klinis (pralisensi) ini terdiri atas 3 fase yang saya rangkum secara sederhana, yaitu pada fase 1 sekelompok kecil orang akan menerima vaksin, biasanya berkisar 20—100 sukarelawan sehat. Vaksin yang lolos fase ini bisa dibilang aman namun harus diteliti lebih lanjut," tuturnya.

Christian menambahkan, pada fase 2, studi klinis diperluas, vaksin diberikan pada orang dengan karakteristik tertentu dengan mempertimbangkan rentang usia, jenis kelamin, dan sebagainya.

Hal ini dimaksudkan untuk memantau keamanan vaksin, potensi munculnya reaksi simpang, respons imun tiap orang (imunogenisitas), dosis optimal dan jadwal pemberian vaksin. Jumlah orang yang berpartisipasi biasanya ratusan.

Sementara itu,  pada fase 3 tahap uji klinis, vaksin diberikan kepada ribuan orang dan melibatkan populasi yang lebih beragam.

Tujuannya untuk menilai efikasi dan pengamatan lebih jauh terhadap keamanannya. Efikasi adalah kemampuan vaksin untuk memberi manfaat bagi individu yang diimunisasi.

Manfaat yang dimaksud, kata dia, adalah manfaat fisik yang sehat, jiwa yang sehat, dan manfaat terhadap kesejahteraan sosio-ekonomi dibandingkan dengan risiko kemungkinan terjadinya KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi).
 

Dari serangkaian uji klinis ketat yang mesti dilewati itu, Christian yakin vaksin COVID-19 yang ditentukan pemerintah dan IDI nanti benar-benar aman disuntikkan kepada masyarakat. Namun, ia meminta masyarakat bersabar dan tidak menebar pesimisme.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perhatikan empat hal ini sebelum pakai platform pencarian jodoh
Sabtu, 28 November 2020 - 11:11 WIB
Seiring berkembangnya teknologi, cara terhubung satu sama lain pun juga berubah, termasuk cara menca...
Pemkab Jember jemput pasien positif COVID-19 untuk dibawa ke JSG
Sabtu, 28 November 2020 - 08:15 WIB
Pemerintah Kabupaten Jember akan menjemput pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala yang m...
WHO peringatkan tetap waspada bahkan jika kasus COVID menurun
Sabtu, 28 November 2020 - 06:30 WIB
Kepala Teknis COVID-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove pada Jumat mengatakan ba...
Keluarga TKI Cirebon disiksa di Malaysia minta dipulangkan
Jumat, 27 November 2020 - 16:48 WIB
Keluarga tenaga kerja Indonesia (TKI) Mei Herianti (26) dari Kota Cirebon, Jawa Barat, yang mengalam...
Koordinasi pembentukan Kelurahan Bersinar, BNN Sumut berkunjung ke Bandung
Jumat, 27 November 2020 - 16:11 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Padasu...
Polres Malang periksa 12 orang dalam kasus pencemaran air PDAM Kota Malang 
Jumat, 27 November 2020 - 15:43 WIB
Sebanyak 12 orang pegawai PDAM Kota Malang, Jawa Timur menjalani pemeriksaan di Polres Malang. Ke du...
Langkat kembali terpilih sebagai kabupaten gerakan menuju 100 smart city
Jumat, 27 November 2020 - 14:28 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, Terbit Rencana PA mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Komunika...
GTRA diminta bergerak cepat melegalitaskan kepemilikan tanah masyarakat
Jumat, 27 November 2020 - 12:28 WIB
Badan Pertanahan Nasional (BPN)/ATR Kabupaten Langkat , Sumatera Utara bersama Pemkab Langkat mengge...
KKB serang patroli TNI di Papua
Jumat, 27 November 2020 - 10:11 WIB
Untuk kesekian kalinya, Pasukan TNI yang sedang melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah mendapatkan...
KPU Surakarta temukan 2.780 surat suara rusak
Jumat, 27 November 2020 - 06:45 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta, Jawa Tengah setelah melakukan sortir dan pelipatan surat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV