Di Hari Sumpah Pemuda, mantan teroris beri kado istimewa untuk Gubernur Jateng
Elshinta
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Di Hari Sumpah Pemuda, mantan teroris beri kado istimewa untuk Gubernur Jateng
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Seorang pria berkopiah batik menghadang kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sesaat sebelum mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda di Gradhika Bhakti Praja, Rabu (28/10). Membawa sebuah kardus berwarna emas dan berpita merah putih, pria berpecis itu langsung mendekati Ganjar dan menyerahkan bingkisan yang dibawanya.

"Selamat ulang tahun, Pak. Ini kado dari kami teman-teman eks Napi Terorisme yang ada di Yayasan Persadani. Kado ini  sebagai bukti bahwa kami telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi," kata pria tersebut kepada Ganjar.

Ternyata, pria berkopiah batik itu adalah Sri Puji Mulyo Siswanto, eks-narapidana terorisme (napiter) yang ditangkap dan dipenjara selama enam tahun karena menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azhari, otak sejumlah serangan terorisme di Indonesia. Selain itu, Sri Puji juga pernah dipenjara karena terlibat pelatihan teroris di Aceh.

Sri Puji sengaja datang menemui Ganjar untuk memberikan kado istimewa itu. Ia tahu, bahwa orang nomor satu di Jawa Tengah itu genap berusia 52 tahun.

"Kamu ta, Mas? Gimana, sehat kan? Teman-teman juga semuanya sehat? Ini apa? Coba saya buka ya..," ucap Ganjar sambil membuka isi kardus itu.

Ketika dibuka, ternyata kado yang didapat Ganjar dari mantan anak buah Noordin M Top itu adalah Bendera Merah Putih. Ganjar pun langsung tersenyum, menepuk-nepuk pundak Sri Puji dan mengucapkan terimakasih.

"Ini bendera kami jahit sendiri, Pak, sebagai simbol bahwa kami eks napiter telah menyatakan kembali pada NKRI," kata  Sri Puji seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ganjar kemudian mengajak ngobrol Sri Puji. Ganjar menanyakan kisah selama Puji tersesat dalam jaringan terorisme sampai kembali sadar, dan meminta masukan agar masyarakat lain tidak terjerumus dalam jurang yang sama.

"Surprise sekali saya mendapat kado ini. Menarik ya, karena kita menemukan saudara-saudara kita yang pernah tersesat dan mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Hari ini, mereka sudah melakukan aktivitas untuk berbagi pengalaman, cerita bagaimana nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan penting untuk dijaga," kata Ganjar.

Ganjar juga menyampaikan pesan dari para eks napiter ini pada masyarakat agar selalu hati-hati. Apabila ada orang yang mengajak untuk merusak dan memecah belah, maka harus dicek dahulu kebenarannya.

"Kami bangga banyak anak bangsa yang kembali sadar. Kami harapkan mereka menjadi jurubicara untuk mengkampanyekan bagaimana berbangsa, bernegara dan ber-Pancasila. Kami juga akan mendampingi, akan kami bantu agar mereka bisa kembali bermasyarakat dan melakukan usaha," tuturnya.

Sri Puji sendiri mengatakan sengaja memberikan kado Bendera Merah Putih saat hari ulang tahun Ganjar. Bendera berukuran 40 x 60 cm itu dijahit sendiri oleh para eks napiter di Yayasan Persadani.

"Kami ingin memberikan sesuatu pada Pak Ganjar di hari bahagia ini. Kami ingin memberikan simbol pada Pak Ganjar selaku bapak kami di Jawa Tengah, bahwa ini lho ada warga bapak yang dulunya 'nakal' sekarang sudah kembali ke NKRI. Kami ingin memberikan kontribusi pada negara khususnya Pemprov Jateng untuk bisa bersinergi dengan program-program yang ada di Jateng," tuturnya.

Warga Genuk Kota Semarang ini menerangkan, dirinya terlibat dalam kegiatan terorisme awalnya karena rasa empati melihat saudara-saudara sesama muslim yang didzalimi. Karena emosional yang tidak terkendali, ia lama-lama masuk ke jaringan itu.

"Kami berharap Pak Ganjar bisa menjadi teladan bagi pejabat lain untuk bisa merangkul khususnya kami sebagai teman-teman eks-napiter. Karena dengan cara itu akan lebih efektif menyadarkan mereka. Dan saya pesan pada kawan-kawan yang masih menjadi teroris, coba buka ruang diskusi dan dialog, karena dengan itu pasti akan ada solusi," tutupnya.

Selain dari eks-napiter tersebut, Ganjar juga mendapatkan kado istimewa di hari ulang tahunnya dari Olivia dan Regina, bocah SD yang pernah menyumbangkan tabungannya untuk penanganan Covid-19. Oma-Oma Yayasan Katolik juga memberikan kado. Bahkan kado istimewa juga berupa lagu merdu dari anak difabel asal Rembang, Clarissa Kusumaning. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga di Medan mengungsi akibat meluapnya Sungai Deli
Sabtu, 05 Desember 2020 - 07:45 WIB
Sebagian warga di Lingkungan IV Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun Kota Medan, Provinsi Sumatera U...
Peringatan Hari Anti-Korupsi se-Dunia di Jateng: Makin banyak orang berintegritas
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:50 WIB
Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember tahun ini diperingati secara virtua...
Bantuan untuk korban terdampak banjir di Deliserdang mulai berdatangan
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:30 WIB
Berbagai bantuan mulai berdatangan untuk warga di Desa Tanjung Selamet, Kecamatan Sunggal, Deli Serd...
Bupati Langkat dukung kemitraan strategi promosi pariwisata
Jumat, 04 Desember 2020 - 20:20 WIB
Pandemi COVID-19 bukan saja membuat ketidakkondusifan kesehatan, kehadirannya juga berdampak kepada ...
Kondisi stabil, Bupati Cirebon diizinkan untuk lakukan isolasi mandiri
Jumat, 04 Desember 2020 - 19:10 WIB
Perkembangan kesehatan Bupati Cirebon Imron pasca diinformasikan terkonfirmasi positif Covid-19 kema...
PT KAI Daop VI gelar sosialisasi cegah kecelakaan di perlintasan sebidang 
Jumat, 04 Desember 2020 - 18:50 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasa...
Moeldoko ajak Aa Gym jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19
Jumat, 04 Desember 2020 - 16:35 WIB
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Pur) Moeldoko mengajak pendakwah kondang Abdullah Gymnastiar atau...
KPK: Calon kepala daerah perempuan lebih kaya dibanding laki-laki
Jumat, 04 Desember 2020 - 16:25 WIB
Laporan analisis data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon kepala daerah (cakad...
Pemkab Garut didorong gunakan biaya tak terduga atasi korban longsor
Jumat, 04 Desember 2020 - 15:30 WIB
Legislator Kabupaten Garut, Jawa Barat mendorong pemerintah kabupaten agar menggunakan biaya tak ter...
LPSK serahkan santunan duka kepada korban kekerasan MIT Poso di Sigi
Jumat, 04 Desember 2020 - 14:45 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban kekera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV