Jalur rel yang tertimbun longsor di Banyumas sudah dibersihkan
Elshinta
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:48 WIB |
Jalur rel yang tertimbun longsor di Banyumas sudah dibersihkan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Petugas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto sudah membersihkan jalur rel yang tertimbun material longsoran di antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan jalur tersebut sudah bisa kembali dilalui kereta api.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, jalur rel yang dilaporkan terdampak tanah longsor pada Rabu malam (28/10) sudah ditangani dan kereta api sudah bisa kembali melintasi jalur itu sejak Kamis (29/10) pukul 00.45 WIB.

Ia menambahkan, pada pukul 06.40 WIB kereta api sudah bisa melintas dengan kecepatan 20 kilometer per jam di jalur itu dan pada pukul 08.45 WIB kedua jalur rel di antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen sudah kembali normal, bisa dilewati kereta api sebagaimana biasa.

Supriyanto menjelaskan bahwa gangguan akibat tanah longsor di depan terowongan antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen dilaporkan oleh masinis pada Rabu (28/10) malam.

"Gangguan tersebut diketahui berkat informasi dari masinis KA Dwipangga yang diterima Pusat Pengendali KA Daop 5 Purwokerto pada Hari Rabu (28/10) pukul 22.50 WIB," katanya.

Setelah menerima informasi itu, Pusat Pengendali KA Daop 5 Purwokerto segera menghubungi petugas di lapangan dan melakukan penutupan jalur kereta api. Petugas kemudian dikerahkan untuk membersihkan jalur rel dari material longsoran. 

Sebelumnya, perjalanan kereta api sempat terganggu akibat tanah longsor di area jalur rel di antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen sehingga KAI untuk sementara melakukan pengalihan perjalanan kereta.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot: 6.663 rumah terdampak banjir di Tebing Tinggi
Senin, 30 November 2020 - 15:57 WIB
Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara menyatakan banjir yang terjadi di kota  itu pada Jum...
Ribuan hektare lahan pertanian di Serdang Bedagai terendam banjir
Senin, 30 November 2020 - 15:51 WIB
Ribuan hektare lahan sawah dan perkebunan di berbagai kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumate...
BMKG: banjir landa wilayah Sumut makin kurang di Desember
Senin, 30 November 2020 - 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, ancaman banjir yang melanda sejumla...
BPPTKG catat Gunung Merapi alami 43 kali gempa guguran
Minggu, 29 November 2020 - 21:11 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi ...
BPPTKG berharap tidak ada misi pendakian ke puncak Merapi
Sabtu, 28 November 2020 - 17:58 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berharap tidak ada lagi m...
Gunung Semeru luncurkan guguran lava pijar
Sabtu, 28 November 2020 - 16:11 WIB
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mpdl) yang berada di perbata...
BPBD Lembata: Erupsi gunung Lewotolok tak berdampak pada masyarakat
Sabtu, 28 November 2020 - 14:55 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata melaporkan bahwa bencana erupsi gunung Ili Lewoto...
Komisi VIII DPR : Penanganan pengungsi Merapi di Sleman bagus
Rabu, 25 November 2020 - 21:30 WIB
Komisi VIII DPR menilai penanganan pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glaga...
Pemkot Singakwang data 33 rumah rusak akibat puting beliung
Rabu, 25 November 2020 - 15:45 WIB
Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat melakukan pendataan terhadap 33 rumah yang rusak akib...
DPUPKP Sleman: Jalur evakuasi Merapi dengan cor blok kualitas bagus
Rabu, 25 November 2020 - 15:35 WIB
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yog...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV