MUI ajak masyarakat tak terprovokasi isu boikot produk Prancis
Elshinta
Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:37 WIB |
MUI ajak masyarakat tak terprovokasi isu boikot produk Prancis
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Muhyiddin Junaidi. Sumber foto: https://bit.ly/3myVGX3

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi meminta masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian di Tanah Air, dalam menyikapi ajakan untuk memboikot produk Prancis.

"Kepada masyarakat umat Islam dan bangsa Indonesia yang ingin menyampaikan aspirasi penolakan silakan, tapi dengan tertib, tidak boleh merusak dan harus mengikuti aturan main," kata Muhyiddin kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (29/10).

Seruan boikot Perancis terjadi di sejumlah negara di negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Bahkan, sejumlah supermarket di negara tersebut juga disebut telah menarik barang-barang asal produsen Prancis, menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam, termasuk mengumumkan rencana mereformasi Islam agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Republik Prancis.

Merespons isu tersebut, Muhyiddin meyakini pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah diplomatis supaya tidak merugikan hubungan antara Indonesia dan Perancis.‎

"Meminta kepada Ibu Menlu agar memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia supaya dia memberikan klarifikasi," katanya, dikutip Antara.

Muhyiddin mengakui MUI kecewa dengan pernyataan Macron tersebut karena tidak sepantasnya kepala negara berkomentar yang berpotensi memecah belah.

"Kami mengecam pernyataan Emmanuel Macron yang mendiskreditkan Islam," ungkapnya.

Muhyiddin mengingatkan Macron tidak hidup secara sendiri, melainkan berdampingan dengan umat Islam sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam bertutur kata dan tidak mendiskreditkan Islam.‎

"Harusnya Presiden Macron sadar bahwa dia hidup bersama-sama dengan umat Islam. Ini membuat kondisinya tambah kacau dan panas," pungkasnya.

Sedangkan Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah, Bahrawi mengatakan, umat Islam seringkali latah dalam menyikapi isu-isu seperti itu sehingga akan lebih baik menganalisis terlebih dahulu sebuah permasalahan sebelum bersikap.

"Reaksi umat Islam seringkali terjadi karena latah. Ketika sebuah isu meletup dan bergesekan dengan agama, semua orang kadang segera menutup mata, tanpa pernah menganalisa kejadian sebenarnya. Inilah mengapa militansi umat Islam seringkali dijadikan alat bentur untuk pertempuran orang lain," kata Islah. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peningkatan kasus COVID-19 Balikpapan dari warga pendatang
Senin, 14 Juni 2021 - 08:57 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan melaporkan 41 kasus positif baru dengan 13...
Pemkab Gunung Kidul terima `kekancingan` tanah kasultanan tujuh pantai
Senin, 14 Juni 2021 - 08:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menerima surat \"kekancingan\" ...
PKK Bali: Percepatan vaksinasi bisa segera buka wisata internasional
Senin, 14 Juni 2021 - 08:24 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster berharap dengan percepatan vaksinasi COV...
Nasi liwet domba dari Garut diperkenalkan ke mancanegara
Senin, 14 Juni 2021 - 06:11 WIB
Pelopor kuliner nasi liwet domba dari Kabupaten Garut, Jawa Barat mengenalkan produknya ke mancanega...
Apar Mangrove Park, antara kelestarian alam dan destinasi wisata
Minggu, 13 Juni 2021 - 23:46 WIB
Memasuki pantai Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat gerbang berwarna ...
Pemerintah alokasikan 36.810 hektar bagi Orang Rimba di TNBD
Minggu, 13 Juni 2021 - 23:02 WIB
Kepala Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Haidir, mengatakan, secara formal administrasi pem...
Ganjar sarankan Kemenkeu dan DPR klarifikasi PPN sembako
Minggu, 13 Juni 2021 - 22:51 WIB
Ganjar Pranowo menyarankan Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat agar mengklarifikasi ke...
AP II: Lion Air Group buka rute di Purbalingga akhir Juni 2021
Minggu, 13 Juni 2021 - 22:40 WIB
Lion Air Group melalui Wings Air akan membuka penerbangan baru di Bandara Jenderal Besar Soedirman, ...
Satu ton lebih sampah diangkut dari jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango
Minggu, 13 Juni 2021 - 22:06 WIB
Satu ton lebih sampah diangkut dari dua jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango yang berada di wilaya...
Kasus kematian akibat Covid-19 di Purwakarta meningkat
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:55 WIB
Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan. Bah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV