Masker kain terbukti efektif cegah penyebaran virus corona
Elshinta
Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:27 WIB |
Masker kain terbukti efektif cegah penyebaran virus corona
Ilustrasi masker kain (ANTARA/Pixabay)

Elshinta.com - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Cambridge dan Universitas Northwestern menyebutkan bahwa masker kain terbukti efektif dalam mencegah penyebaran virus corona, demikian dilansir Independent.

Para peneliti mengungkap bahwa sebagian besar kain yang biasa digunakan untuk masker wajah non-klinis efektif dalam menyaring partikel ultrafine yang mungkin mengandung virus seperti SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menguji semua sampel mulai dari kaos dan kaus kaki hingga jeans dan tas vakum untuk mengungkap jenis bahan masker mana yang paling efektif dalam menyaring partikel dengan kecepatan tinggi, yang mencerminkan bagaimana mereka bekerja jika seseorang batuk atau bernapas dengan berat saat menggunakan masker.

Mereka juga memeriksa efektivitas N95 dan masker bedah, yang lebih umum dipakai oleh profesional perawatan kesehatan.

Masker N95 terbukti sangat efektif, namun kantong vakum HEPA yang dapat digunakan kembali sebenarnya melebihi kinerja N95 dalam beberapa pengujian.

Saat melihat masker kain buatan sendiri, peneliti menemukan bahwa secara umum, masker yang dibuat dari beberapa lapisan kain paling efektif. Selain itu, menggabungkan interfacing atau teknik yang digunakan untuk menguatkan kerah, ternyata lebih efektif meskipun lebih sulit untuk bernapas.

Para peneliti juga menguji seberapa efektif masker kain saat lembap dan setelah dicuci. Mereka menemukan bahwa masker kain bekerja dengan baik saat lembab dan juga bekerja dengan cukup baik setelah satu siklus pencucian.

Penulis utama penelitian, Eugenia O'Kelly mengatakan masker kain telah menjadi kebutuhan baru bagi banyak orang sejak awal pandemi COVID-19, terlebih saat persediaan masker N95 dan masker medis lain persediaannya terbatas sehingga mulai banyak yang membuat masker sendiri.

"Sebagai seorang insinyur, saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang mereka, seberapa baik bahan yang berbeda bekerja dalam kondisi yang berbeda, dan apa yang membuat kesesuaian yang paling efektif," kata O'Kelly.

O'Kelly mengatakan bahwa bahan denim cukup efektif dalam memblokir partikel virus tetapi sulit untuk bernapas.

"Jadi, mungkin bukan ide yang baik untuk membuat masker dari celana jeans lama. Masker N95 jauh lebih mudah dihirup daripada kombinasi kain apa pun dengan tingkat filtrasi yang serupa," ujar O'Kelly.

O'Kelly juga mengatakan masker kain semakin populer digunakan oleh masyarakat, namun menemukan bahan yang tepat seperti keseimbangan antara efektif dan nyaman untuk bernapas masih menjadi masalah.

"Kami ingin bahan tersebut efektif dalam menyaring partikel, tetapi kami juga perlu mengetahui bahwa bahan tersebut tidak membuat pengguna berisiko menghirup serat yang bisa berbahaya," ujar O'Kelly.

"Kami telah menunjukkan bahwa dalam situasi darurat di mana masker N95 tidak tersedia, seperti pada hari-hari awal pandemi ini, masker kain secara mengejutkan efektif dalam menyaring partikel yang mungkin mengandung virus, bahkan pada kecepatan tinggi," kata O'Kelly melanjutkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Sikapi peniadaan mudik, Menkominfo ajak masyarakat berlebaran digital
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:35 WIB
Pemerintah terus berjuang untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia, salah satu upaya tersebut...
Kemkominfo-TNI bahas peluang penguatan sektor digital 
Kamis, 06 Mei 2021 - 12:45 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate bertemu dengan Panglima Tentara Nasional Indones...
Kominfo: keterbukaan informasi publik perlu gunakan teknologi digital
Rabu, 05 Mei 2021 - 11:13 WIB
Keterbukaan informasi publik, salah satu acuan keberhasilan lembaga, sangat perlu memanfaatkan tekno...
 Temui Kapolri, Menkominfo perkuat kerja sama pembangunan infrastruktur TIK
Rabu, 05 Mei 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah telah bekerja keras membangun konektivitas nasional, salah satunya konektvitas digital me...
Kominfo umumkan pemenang penyelenggara multipleksing siaran TV digital
Senin, 03 Mei 2021 - 13:07 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengumumkan pemenang seleksi penyelenggara multi...
Luhut dukung teknologi pengolahan nikel STAL karya anak bangsa
Jumat, 30 April 2021 - 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung teknologi pen...
BMKG luncurkan inovasi sistem layanan informasi meteorologi maritim
Selasa, 27 April 2021 - 10:18 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kedeputian Bidang Meteorologi meluncurkan...
Membangun diri di era digital, Kemkominfo undang 50 mahasiswa 
Senin, 26 April 2021 - 18:24 WIB
Bertempat Kafe Nong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berlangsung pelatihan membangun jati diri (person...
Cakap teknologi Kemkominfo rekatkan budaya sebagai karakter bangsa
Sabtu, 24 April 2021 - 13:37 WIB
Literasi era digital dalam penguatan nilai-nilai kebudayaan sebagai basis pembentuk karakter bangsa ...
Era police 4.0, polisi virtual lindungi masyarakat dari hoaks dan ujaran kebencian
Selasa, 23 Maret 2021 - 20:11 WIB
Analis Kebijakan Publik Sudut Demokrasi Research & Analysis (SUDRA), Afditya Iman Fahlevi, mengapres...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV