Mahathir merasa pandangannya tentang Prancis disalahtafsirkan
Elshinta
Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:25 WIB |
Mahathir merasa pandangannya tentang Prancis disalahtafsirkan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pandangannya tentang peristiwa di Perancis yang ditulis dalam blognya disalahtafsirkan atau keluar dari konteks yang sebenarnya.

"Saya benar-benar muak dengan upaya yang salah dalam menggambarkan dan mengambil keluar dari konteks apa yang saya tulis di blog saya kemarin," kata Mahathir melalui blog-nya di Kuala Lumpur, Jumat (30/10).

Dia mengatakan mereka yang salah tafsir hanya menyoroti satu bagian dari paragraf 12 yang berbunyi, "Muslim berhak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu."

"Mereka berhenti di sana dan menyiratkan bahwa saya sedang mempromosikan pembantaian Prancis." katanya.

Jika mereka, kata Mahathir, membaca unggahan tersebut secara keseluruhan dan terutama kalimat berikutnya yang berbunyi, "Tetapi pada umumnya kaum Muslimin belum menerapkan hukum mata ganti mata". Muslim tidak. Orang Prancis tidak boleh".

Sebaliknya, ujar Mahatir, orang Prancis harus mengajari rakyatnya untuk menghargai perasaan orang lain.

"Karena perputaran dan keluar dari konteks oleh orang-orang yang mengambil postingan saya, laporan dibuat terhadap saya dan saya dituduh mempromosikan kekerasan dan lain-lain di Facebook dan Twitter," katanya.

Facebook dan Twitter kemudian meminta kepada administrator akun Facebook dan Twitter untuk menghapus unggahan tersebut meskipun Mahathir berupaya menjelaskan konteks tulisannya. Namun, unggahan mantan perdana menteri tersebut sudah dihapus.(Sik) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Antibodi COVID-19 ditemukan pada bayi baru lahir di Singapura
Minggu, 29 November 2020 - 17:38 WIB
Seorang perempuan warga Singapura, yang positif COVID-19 saat mengandung pada Maret 2020, melahirkan...
KBRI Kuala Lumpur tutup sementara layanan karena COVID-19
Minggu, 29 November 2020 - 16:55 WIB
Pelayanan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur ditutup sementara mulai (30/11...
KJRI Kuching bantu pulangkan dua jenazah WNI
Minggu, 22 November 2020 - 14:57 WIB
Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching Yonny Tri Prayitno mengatakan pihaknya me...
Malaysia wajibkan tes swab ke pekerja asing
Sabtu, 21 November 2020 - 08:35 WIB
Pemerintah Malaysia mewajibkan tes swab bagi pekerja warga asing untuk mengurangi resiko penularan C...
Presiden Jokowi konsisten sampaikan sejumlah pesan sepanjang KTT
Minggu, 15 November 2020 - 16:44 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan Presiden RI Joko Widodo secara konsisten menyampaikan...
Presiden Joko Widodo hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP
Minggu, 15 November 2020 - 13:34 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri sejumlah konferensi secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, J...
Presiden: Dua pekerjaan ASEAN-Jepang untuk pulihkan ekonomi kawasan
Kamis, 12 November 2020 - 19:23 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan ada dua hal yang dapat dikerjakan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa di ...
Singapura terima wisatawan Tiongkok mulai 6 November
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 21:10 WIB
Singapura mulai menerima wisatawan dari Tiongkok untuk mengunjungi negara tersebut pada 6 November ...
PM Muhyiddin gusar atas terjadinya 20 ribu positif COVID-19 sebulan
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 19:58 WIB
Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin memandang serius tren mendadak peningkatan kasus-...
Filipina perintahkan evakuasi, antisipasi badai terkuat di dunia 2020
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 16:38 WIB
Pemerintah Filipina memerintahkan agar dilakukan evakuasi terhadap ribuan penduduk wilayah selatan p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV