MemoRI 07 November
7 November 1945: Berdirinya Partai bentukan Jepang, Masyumi
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
7 November 1945: Berdirinya Partai bentukan Jepang, Masyumi
Presiden Soekarno dalam Konvensi Masyumi tahun 1954

Elshinta.com - Tak lama setelah Muhammad Hatta mengumumkan maklumat pemerintah tentang lahirnya partai politik, Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau disebut Masyumi terbentuk. Selanjutnya Masyumi menjadi partai politik Islam terbesar di Indonesia, di era Demokrasi Liberal Indonesia.

Pada tahun 1960 Presiden Soekarno melarang partai Masyumi karena diduga ikut mendukung pemberontakan PRRI.

Masyumi adalah partai politik Islam bentukan Jepang, yang betujuan agar Jepang yang menduduki Indonesia pada 1943, dapat mengendalikan umat Islam di Indonesia. Kurang dari setahun, partai bentukan 7 November 1945 ini sudah menjadi besar seperti halnya partai Islam lainnya, Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah.

Anggota partai Masyumi pun berhasil menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan beberapa anggotanya terpilih menjadi Perdana Menteri Indonesia, antara lain Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap.

Pada Pemilu tahun 1955 Masyumi juga berhasil menempati posisi kedua. Mereka memenangkan 7.903.886 suara mewakili 20,9% suara rakyat dengan perolehan 57 kursi di parlemen. Masyumi cukup populer di daerah modernis Islam, seperti Sumatera Barat, Aceh dan Jakarta.

Pada tahun 1958 beberapa anggota Masyumi bergabung dengan pemberontakan PRRI, akibatnya, tahun 1960 partai Masyumi bersama dengan Partai Sosialis Indonesia, dilarang oleh pemerintah.  

Setelah pelarangan itu, anggota dan pengikut Masyumi mendirikan partai Keluarga Bulan Bintang. Kemudian saat jatuhnya era Soeharto, pengikut Masyumi mendirikan Partai Bulan Bintang dan ikut berpartisipasi pada pemilihan legislatif 1999, 2004 dan 2009.

Berdirinya Partai Komunis Indonesia di Cirebon

Awalnya Henk Sneevliet seorang komunis Belanda bergabung dengan sosialis Hindia Belanda lainnya, membentuk serikat tenaga kerja pada tahun 1914 diberi nama (bahasa Belanda: Indische Sociaal Democratische Vereeniging – ISDV).

Orang-orang Belanda ISDV mengenalkan ide-ide Marxis untuk mengedukasi orang-orang Indonesia mencari cara untuk menentang kekuasaan kolonial. ISDV juga mempunyai media surat kabar berbahasa Belanda. Dari 100 orang anggotanya hanya tiga orang berkebangsaan Indonesia.

Pertumbuhan ISDV yang tidak menuntut kemerdekaan namun anti kapitalis ini makin pesat, terlebih lagi setelah Henk Sneevliet memindahkan markasnya dari Surabaya ke Semarang. Tidak hanya penduduk asli yang direkrut tapi juga para elemen agama, nasionalis hingga aktivis.

Tidak puas dengan kepemimpinan Sneevliet, para reformis kemudian membentuk partai sendiri bernama Partai Demokrat Sosial Hindia Belanda. Mereka juga membangun surat kabar sendiri bernama Soeara Merdeka.

Pada Kongres ISDV di Semarang tahun 1920 nama organisasi diubah menjadi Partai Komunis di Hindia (PKH). Semaun sebagai ketua dan Darsono menjadi wakil ketua. PKH merupakan Partai Komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional.

Pada kongres komintern tahun 1924 diputuskan tujuan partai. Prioritas utama dari partai-partai komunis adalah untuk mendapatkan kontrol dari persatuan buruh, karena diyakini tidak ada revolusi yang sukses tanpa persatuan kelas buruh. Pada tahun ini juga nama partai diubah lagi, menjadi Partai Komunis Indonesia atau PKI – (wikipedia, berbagai sumber)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kepala BPKAD Langkat sebut tudingan penyelewengan DAK  tidak mendasar
Rabu, 27 Januari 2021 - 11:57 WIB
Tudingan sekelompok massa kepada Bupati Langkat Terbit Rencana PA beserta jajaran, menyelewengkan da...
Presiden Jokowi dapatkan vaksinasi COVID-19 kedua
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:34 WIB
Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang d...
Pasangan Nasrul Abit-Indra Catri minta KPU anulir suara Mahyeldi-Audy
Rabu, 27 Januari 2021 - 06:45 WIB
Pasangan Calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit-Indra Catri meminta KPU Sumbar menganulir peroleh...
MK ingatkan permohonan sengketa pilkada tidak dapat diperbaiki lagi
Selasa, 26 Januari 2021 - 19:29 WIB
Mahkamah Konstitusi mengingatkan pemohon tidak lagi dapat memperbaiki substansi permohonan perselisi...
Polri bantah adanya perwira Polri menganggur
Selasa, 26 Januari 2021 - 19:17 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menegaskan bahwa tida...
DPRD Sukoharjo resmi usulkan jadwal pelantikan 
Selasa, 26 Januari 2021 - 17:11 WIB
DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar rapat paripurna pengumumam hasil penetapan pasangan calon ter...
Menlu: vaksinasi WNI di luar negeri mengacu kebijakan negara setempat
Selasa, 26 Januari 2021 - 16:56 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa proses vaksinasi COVID-19 bagi warga negara Indo...
Diduga langgar hukum, Indonesia sita kapal tanker Iran dan Panama
Selasa, 26 Januari 2021 - 15:36 WIB
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyita dua kapal tanker, masing-masing berbendera Iran dan Panama,...
Legislatif minta Polri tindak tegas aksi rasisme
Selasa, 26 Januari 2021 - 12:47 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri menindak tegas dugaan aksi rasisme yang di...
Presiden kunjungi Sumsel resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang
Selasa, 26 Januari 2021 - 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan untuk meresmikan Jalan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV