Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Elshinta
Jumat, 06 November 2020 - 20:22 WIB |
Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (panel tengah atas) dalam diskusi virtual soal pengembangan OMAI yang dipantau dari Jakarta, Jumat (6/11/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan salah satu faktor yang membuat pemakaian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) belum banyak adalah dokter belum terbiasa memakainya.

"OMAI belum masuk 'mainstream' karena pemakainya, yaitu dokter kebanyakan belum 'berani' atau terbiasa menggunakan obat ini untuk diberikan kepada pasiennya," kata Menristek Bambang dalam acara diskusi virtual tentang pengembangan OMAI yang dipantau dari Jakarta pada Jumat.

Selain itu, peran dokter juga penting dalam melakukan uji klinis sebagai salah satu faktor penting agar OMAI yang sudah dikembangkan dalam tahapan penelitian dapat memiliki izin edar untuk penggunaan.

Bambang menegaskan bahwa pengembangan OMAI merupakan salah satu fokus riset nasional karena obat-obatan merupakan isu utama untuk Indonesia. Hal itu penting karena obat-obat kimia yang beredar di Indonesia saat ini 95 persen bakunya adalah impor dari negara lain.

Pentingnya peran dokter dalam mengarusutamakan OMAI itu juga ditekankan oleh dr. Hardhi Pranata, Sp.S., MARS yang merupakan pendiri Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI).

Mengandaikan seperti lagu dan penyanyi yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya, menurut dr. Hardhi dalam diskusi banyak diskusi OMAI terkadang melupakan pembahasan soal dokter yang akan menjadi penggunanya.

"Penting pendidikan bagi para dokter sejak mahasiswa kedokteran. Sehingga begitu lulus mereka sudah kompeten, masalahnya dokter dianggap tidak kompeten untuk memakai OMAI, obat herbal standar atau pun fitofarmaka. Masalahnya dari pendidikan kedokteran tidak ada sertifikasi kompetensi," kata Hardhi.

Menurut daftar BPOM, sejauh ini yang sudah terdaftar sebagai OMAI adalah sebanyak 23 produk fitofarmaka dan 69 obat herbal terstandar (OHT).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBA Universitas Padjajaran fokus kembangkan `Rumah Digital`
Senin, 08 Februari 2021 - 10:48 WIB
Di usianya yang belum genap setahun, Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran terus melakukan...
Riset: Vaksin Pfizer/BioNTech terlihat ampuh lawan varian baru corona
Jumat, 08 Januari 2021 - 16:23 WIB
Vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech terlihat ampuh melawan mutasi utama varian baru virus corona san...
Tiongkok berhasil pasang matahari buatan generasi terbaru
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:15 WIB
Instalasi matahari buatan generasi terbaru yang dikenal dengan nama Tokamak HL-2M berhasil terpasang...
Pakar IPB: Jeroan ikan banyak mengandung protein dan lemak tak jenuh
Senin, 23 November 2020 - 13:15 WIB
Pakar perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ...
Pertamina uji coba Green Diesel pada akhir November
Jumat, 13 November 2020 - 15:15 WIB
PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, menargetkan uji coba prod...
Spektrum - Berkah di tengah ancaman La Nina
Minggu, 08 November 2020 - 19:30 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya anomali iklim global di Samudera ...
Menristek: Peran dokter penting arusutamakan pemakaian obat asli RI
Jumat, 06 November 2020 - 20:22 WIB
Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek)/ Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan salah...
Pemkab Batang pasang enam alat pendeteksi dini titik rawan bencana
Kamis, 05 November 2020 - 20:00 WIB
 Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasang enam alat pendeteksi dini atau EWS bencana di s...
Poliban ciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan
Selasa, 03 November 2020 - 19:55 WIB
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menciptakan mesin pengering ikan higenis untuk nelayan.
Komunitas anak muda Banjarmasin buat sampah organik jadi pakan ikan
Selasa, 03 November 2020 - 19:05 WIB
Komunitas anak muda di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sukses mengelola sampah organik menjadi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV