Badan POM intensif dampingi UMKM dukung daya saing
Elshinta
Jumat, 06 November 2020 - 21:07 WIB |
Badan POM intensif dampingi UMKM dukung daya saing
Kepala Badan POM RI Penny Kusumastuti Lukito saat kunjungan kerja di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020).

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) intensif mendampingi UMKM baik pangan dan obat tradisional demi mendukung mereka agar siap berdaya saing.

Kepala Badan POM RI Penny Kusumastuti Lukito mengemukakan pendampingan berkesinambungan bagi UMKM pangan dan jamu mulai dari hulu hingga hilir sangat penting dilakukan.

"Badan POM tidak dapat bergerak sendiri, untuk itu diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak. Masih diperlukan berbagai program dukungan bagi UMKM pangan dan jamu, agar daya saing produk UMKM dapat terus ditingkatkan, menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan mampu menembus pasar global," kata Penny Kusumastuti Lukito saat kunjungan kerja di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Ia mengemukakan bahwa pengawasan terhadap keamanan, mutu, dan khasiat/ manfaat obat dan makanan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing nasional merupakan tanggung jawab bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dia mengungkapkan, keamanan pangan sepanjang rantai pangan sejak budi daya, pengolahan dan pemrosesan, distribusi, hingga pangan siap dikonsumsi (from farm to table) menjadi sangat penting.

Untuk mewujudkan pangan aman, Badan POM juga terus melakukan pengawasan peredaran makanan melalui berbagai mekanisme terutama pembinaan bagi usaha kecil menengah (UKM).

Badan POM juga telah melakukan pendampingan kepada UMKM OT melalui program "Orang Tua Angkat". Sampai dengan saat ini, ada enam industri OT besar yang akan membantu UMKM OT dalam hal bahan baku, cara produksi yang baik, pemasaran, hingga bantuan fasilitas dan peralatan serta insentif untuk UMKM OT berupa pendampingan dalam penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) bertahap.

Pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kediri tersebut, Kepala Badan POM juga menyerahkan Nomor Izin Edar (NIE), Sertifikat CPOTB Bertahap dan Sertifikat Pemeriksaan Sarana Baru (PSB) secara simbolis kepada pelaku usaha pangan dan pelaku usaha obat tradisional.

Secara keseluruhan, pada Oktober 2020 Badan POM telah mengeluarkan 30 NIE untuk tujuh pelaku usaha pangan olahan dan delapan NIE untuk tiga pelaku usaha obat tradisional. Badan POM juga menerbitkan 10 sertifikat CPOTB Bertahap kepada tiga pelaku usaha obat tradisional dan empat sertifikat PSB pangan olahan kepada empat pelaku usaha pangan olahan di Kabupaten dan Kota Kediri.

Badan POM terus berkomitmen mendukung peningkatan daya saing UMKM sebagai bagian dari program Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Dalam kegiatan itu, selain dihadiri pejabat dari Pemerintah Kabupaten Kediri serta Pemerintah Kota Kediri, juga ada perwakilan dari pemilik usaha dari beberapa wilayah seperti  Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, serta Trenggalek. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Usaha rumput laut Bekasi bertahan di tengah pandemi
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:38 WIB
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) budi daya rumput laut di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten B...
Pengusaha sepatu: Inovasi, trik bertahan di masa pandemi
Rabu, 20 Januari 2021 - 20:22 WIB
Pengusaha UMKM bidang fashion sepatu wanita Zode Edward D menyampaikan bahwa inovasi merupakan sal...
Mantan TKW di Lebak kembangkan ekonomi kreatif
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:30 WIB
Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Kabupaten Lebak, Banten, kini mengembangkan ekonomi kreatif deng...
Sandiaga dan Teten sepakat bersinergi bangkitkan UMKM parekraf
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:45 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat bersinergi dengan Menteri ...
Ralali rilis `Konekto` untuk dukung UMKM `go digital`
Selasa, 19 Januari 2021 - 16:00 WIB
Marketplace B2B (business to business) Ralali.com meluncurkan `Konekto`yang diharapkan bisa mendukun...
Ekonomi kreatif harapan pemulihan ekonomi Jabar di tengah pandemi
Rabu, 06 Januari 2021 - 20:45 WIB
Pandemi COVID-19 membuat pelaku UMKM di Provinsi Jawa Barat (Jabar) harus menelan `pil pahit` karena...
Paguyuban UMKM Kota Bogor dukung anggota eksis-mandiri
Minggu, 20 Desember 2020 - 16:15 WIB
Paguyuban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bogor, Jawa Barat mendorong anggotanya yang seb...
Industri kecil menengah Jabar dominasi penghargaan Upakarti-IDGS 2020
Senin, 14 Desember 2020 - 17:45 WIB
Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) berhasil mendominasi Pengharga...
Sejuta harapan bagi UMKM untuk bangkitkan ekonomi
Senin, 14 Desember 2020 - 10:10 WIB
PEN yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan membuat kondisi perekonomian bang...
Kemenperin bimbing IKM gula semut pakai mesin otomatisasi
Jumat, 04 Desember 2020 - 21:15 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mewujudkan transformasi Industri 4.0 untuk industri kecil men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV