BRTI: Sharing frekuensi diperlukan agar tidak ada monopoli
Elshinta
Kamis, 12 November 2020 - 09:50 WIB |
BRTI: Sharing frekuensi diperlukan agar tidak ada monopoli
Ilustrasi. Seorang teknisi XL Axiata sedang memasang BTS di menara. ANTARA/HO-XL Axiata

Elshinta.com - Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bidang teknologi Agung Harsoyo mengatakan kerja sama penggunaan frekuensi atau "sharing" frekuensi sebagaimana tercantum dalam UU Cipta Kerja diperlukan agar tidak terjadi monopoli.

Agung menuturkan, kerja sama penggunaan frekuensi sendiri ditujukan hanya untuk teknologi 5G karena untuk menggelar layanan tersebut membutuhkan investasi baru yang cukup besar.

"Kalau tidak ada kerja sama penggunaan frekuensi, kemungkinan hanya akan ada dua operator saja yang bisa menerapkan 5G di Indonesia," ujar Agung dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Menurut Agung, pemerintah sangat memperhatikan sekali kerja sama penggunaan frekuensi sehingga tidak ada pihak-pihak tertentu yang menguasai frekuensi tertentu.

Ia juga mengingatkan, jangan sampai nantinya kerja sama penggunaan frekuensi membuat operator telekomunikasi dapat mengalihkan atau memperjualbelikan frekuensi yang dimilikinya. Sebab frekuensi merupakan sumber daya terbatas dan aset bangsa Indonesia.

Dalam membuat regulasi turunan dari UU Cipta Kerja sendiri, lanjut Agung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan BRTI selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Sama seperti dalam membuat UU Cipta Kerja, dalam membuat Peraturan Pemerintah bidang telekomunikasi ini, kami selalu berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian," kata Agung.

Beberapa operator telekomunikasi saat ini diduga tengah memplesetkan sharing frekuensi untuk teknologi 4G. Menurut Agung, sharing di layanan 4G maupun 4.75G atau bahkan 4.9G sekalipun, atau untuk daerah tertinggal, terbelakang dan terluar (3T) saat ini sudah tertutup.

"Karena UU Cipta Kerja mensyaratkan kerjasama penggunaan frekuensi hanya untuk teknologi baru yaitu 5G, maka penerapan sharing frekuensi di layanan 4.75G atau bahkan 4.9G sangat mustahil dilakukan," ujar Agung.

Menurut Agung, teknologi selular 4.75G atau 4.9G bukan termasuk dalam teknologi baru yang belum diimplementasikan di Indonesia. Semangat dari UU Cipta Kerja sektor telekomunikasi mengenai kerjasama penggunaan spektrum frekuensi hanya diperuntukkan bagi teknologi baru yang belum masuk ke Indonesia.

Sehingga teknologi yang sudah ada beserta modifikasinya sangat tidak mungkin untuk dikerjasamakan penggunaan frekuensinya. Terlebih lagi Menteri Kominfo menginginkan agar kerjasama penggunaan frekuensi di teknologi 5G ini dijadikan tonggak sejarah (milestone) pertama di Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah tuntaskan target dukungan akses internet bagi 3.126 fasilitas layanan kesehatan
Minggu, 27 Desember 2020 - 12:10 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan pandemi menjadi momentum untuk melakukan reformasi kesehatan. Salah ...
Mengenal fungsi dan kegunaandari modem Wi-Fi untuk kehidupan
Jumat, 25 Desember 2020 - 22:44 WIB
Di zaman yang serba modern ini, rasanya hidup tanpa koneksi internet akan membuat hari-hari mu menja...
Kominfo fokuskan pembangunan jaringan 4G pada 2021
Selasa, 15 Desember 2020 - 15:12 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan fokus membangun jaringan 4G di seluruh Indones...
BRTI: Sharing frekuensi diperlukan agar tidak ada monopoli
Kamis, 12 November 2020 - 09:50 WIB
Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bidang teknologi Agung Harsoyo mengatakan ...
BAKTI Kominfo raih penghargaan dunia
Sabtu, 07 November 2020 - 12:39 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (K...
Huawei dan pakar gelar pertemuan bahas teknologi ramah lingkungan
Rabu, 04 November 2020 - 17:25 WIB
Huawei kembali menggelar ``Better World Summit 2020 ``dengan ``Power Digitalization 2025`` menjadi t...
Huawei Indonesia dukung program vokasi pemerintah
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:21 WIB
Huawei Indonesia menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terkait pr...
Jaringan internet desa dukung kegiatan di tengah pandemi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:58 WIB
Di tengah masa pandemi Covid-19 kehadiran jaringan internet ke desa-desa di Subang Jawa Barat diras...
Industri dorong konsumen beli ponsel resmi dukung aturan IMEI
Minggu, 20 September 2020 - 10:40 WIB
Pemerintah awal pekan ini resmi memberlakukan kebijakan pengendalian International Mobile Equipment ...
Kemenperin: IMEI Tanda Pendaftaran Produk ponsel bisa diintegrasikan
Senin, 24 Agustus 2020 - 21:29 WIB
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian T...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV