Mahfud apresiasi TNI bergerak cepat dalam kasus Intan Jaya
Elshinta
Jumat, 13 November 2020 - 17:45 WIB |
Mahfud apresiasi TNI bergerak cepat dalam kasus Intan Jaya
Menko Polhukam Mahfud MD (Istimewa)

Elshinta.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi ketegasan TNI Angkatan Darat yang sudah menetapkan delapan oknum TNI AD sebagai tersangka dalam kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Terkait kasus tindak kekerasan di Intan Jaya Papua, Alhamdulilah saya bertemu Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, yang mengkonfirmasi bahwa sudah dilakukan tindakan," kata Mahfud, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, TNI AD telah mengambil langkah cepat dengan memperhatikan hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk oleh pemerintah, dan juga memperhatikan hasil laporan Komnas HAM, segi-segi yang sama temuannya langsung ditindaklanjuti.

Terhadap OPM atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) sudah dilakukan perburuan sudah mulai ditangkap pelakunya.

Dikatakannya, berdasarkan temuan yang diperoleh oleh TGPF, yang dibentuk oleh Kemenko Polhukam, dan juga berdasarkan temuan dari Komnas HAM, sesudah dikomparasi itu ternyata ada kecocokan fakta. Sehingga pemerintah langsung mengambil tindakan untuk dibawa ke pengadilan.

"Pokoknya hukum harus ditegakkan. Apresiasi juga untuk teman-teman dari Komnas HAM yang telah melakukan penyelidikannya sendiri, dan menemukan hal yang sebagian besar sama," katanya dalam keterangannya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjaga Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Apapun ujung dari perbedaan politik, nantinya di ujung harus tetap NKRI, dari Sabang sampai Merauke yang mencakup Papua, itu tidak boleh lepas dari NKRI," tegas Mahfud.

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) menetapkan delapan orang oknum prajurit TNI AD sebagai tersangka dalam kasus pembakaran Rumah Dinas Kesehatan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua pada Sabtu (19/9).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka," kata Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Wijanarko dalam konferensi pers di Markas Puspomad, Jakarta, Kamis (12/11).

Kedelapan tersangka itu yakni Kapten Inf SA, Letda Inf KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH. Para tersangka diduga melanggar pasal 187 ayat 1 KUHP dan pasal 55 ayat 1 KUHP.

Penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan tim gabungan yang terdiri atas Puspomad, Satuan Intelijen Angkatan Darat (Sintelad), Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) dan Direktorat Hukum TNI AD (Ditkumad) dengan tim Kodam XVII/Cenderawasih.

Mereka memeriksa 11 Anggota TNI AD dan 1 orang warga sipil. Dodik pun mengatakan penyidik masih merampungkan hasil penyidikan.

"Saat ini Tim Gabungan dan Kodam XVII/cenderawasih sedang melengkapi berkas perkaranya dan apabila telah memenuhi syarat formal dan materiil akan segera dilimpahkan ke Oditur Militer III-19 Jayapura," kata Dodik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tahan pembalak hutan lindung TNGL Aceh
Minggu, 24 Januari 2021 - 19:01 WIB
Penyidik Polres Kota Subulussalam menahan seorang pria berinisial ST (45) warga Desa Natam Kecamata...
Polres Jayapura amankan pengedar ganja dan curanmor
Minggu, 24 Januari 2021 - 18:17 WIB
Tim Elang Polres Jayapura, Sabtu (23/1) malam mengamankan tiga orang pelaku tindak kriminal yakni pe...
MAKI kritisi Wali Kota Tanjungpinang lantik pejabat tersangka korupsi
Minggu, 24 Januari 2021 - 10:45 WIB
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengkritik kebijakan Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang m...
Polres Mimika menahan perempuan terkait transaksi sabu-sabu
Minggu, 24 Januari 2021 - 07:30 WIB
Kepolisian Resor Mimika, Papua menahan seorang perempuan berinisial M alias Sella (27) dalam kasus t...
Polisi tetapkan tiga tersangka kasus pemerasan Bupati Aceh Barat
Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:47 WIB
Penyidik Polres Aceh Barat menetapkan status tersangka kepada tiga pelaku tindak pidana pemerasan da...
Polres Tanjab Timur gagalkan penyelundupan 94 ribu benih lobster
Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:01 WIB
Tim Satgas Anti Kejahatan Wilayah Perairan (Anker) Polres Tanjab Timur menggagalkan penyelundupan be...
KPK usut dugaan korupsi pengadaan mesin giling PG Djatiroto
Sabtu, 23 Januari 2021 - 11:01 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan mesin giling di Pabrik Gu...
Polisi tahan dua tersangka penganiayaan wartawan di Flores Timur
Sabtu, 23 Januari 2021 - 10:01 WIB
Kepolisian Resor Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menahan dua tersangka kasus dugaan penganiayaan ...
TNI AL tangkap kapal Taiwan di Laut Natuna Utara
Sabtu, 23 Januari 2021 - 09:45 WIB
TNI Angkatan Laut (AL) menangkap satu kapal ikan asing berbendera Taiwan yang melakukan penangkapan...
BNN Papua amankan 200 paket ganja siap edar di Jayapura
Sabtu, 23 Januari 2021 - 09:01 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua mengamankan 200 paket ganja dan dua pengedar, salah satunya mer...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV