KKP dorong UMKM perikanan antisipasi perubahan pola belanja masyarakat
Elshinta
Senin, 16 November 2020 - 07:45 WIB |
KKP dorong UMKM perikanan antisipasi perubahan pola belanja masyarakat
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti. ANTARA/HO-KKP

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong UMKM perikanan untuk mengantisipasi perubahan pola belanja masyarakat yang merupakan dampak dari masih berlangsungnya pandemi yang mempengaruhi aktivitas perekonomian.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengungkapkan, para pelaku UMKM perlu mengantisipasi perubahan pola belanja masyarakat secara luas akibat COVID-19.

Menurut dia, pada saat ini, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di tengah-tengah masyarakat. Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk juga pola konsumsi ikan.

"Produk olahan ikan yang siap masak, siap makan, ikan kaleng, value added product seperti bakso ikan, otak-otak menjadi semakin diminati oleh masyarakat," kata Artati.

Ia mengemukakan, UMKM harus mulai melakukan inovasi sehingga produknya diterima oleh masyarakat.

Inovasi tersebut, lanjutnya, tidak harus selalu menghasilkan produk baru namun dapat juga menggunakan produk lama dengan kelebihan yang baru seperti penambahan formula, kemasan, metode penyimpanan sehingga produk menjadi lebih awet dan mudah disajikan.

Untuk itu, ujar dia, diperlukan penerapan cara pengolahan ikan yang baik dan prosedur standar sanitasi pada produk perikanan untuk memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

"Dengan demikian, produk perikanan yang dihasilkan harus memiliki kualitas tinggi, aman dan sehat dikonsumsi, tertelusur, memiliki nilai yang tinggi, dan memiliki daya saing," tutur Artati.

KKP juga telah mendorong penguatan UMKM untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi, seperti dengan penyaluran bantuan antara lain paket bantuan stimulus berupa sarana sistem rantai dingin dalam bentuk chest freezer, peralatan pengolahan ikan dan perlengkapan pemasaran, serta paket bantuan peralatan logistik berupa portable cold storage.

Sebagaimana diwartakan, KKP menginginkan berbagai UMKM pengolahan perikanan tidak hanya terpusat di lokasi tertentu saja tetapi dapat tersebar secara lebih merata dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor komoditas sektor perikanan.

"Saat ini terdapat sekitar 62.000 UMKM pengolahan perikanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun kebanyakan berada di Pulau Jawa, khusunya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Berny A. Subki.

Menurut Berny, dari keseluruhan jumlah tersebut, baru sekitar seperempat di antaranya yang telah mengantongi Sertifikat Kelayakan Pengolahan.

Selain itu, ujar dia, kondisi unit UMKM pengolahan hasil kelautan dan perikanan saat ini masih banyak yang kurang higienis sehingga penyuluh dinilai perlu menginformasikan kelayakan sarana dan prasarana pengolahan ikan, penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak sesuai, dan higenitas kepada para pelaku usaha.

Dengan demikian, lanjutnya, maka diharapkan ke depannya mutu produk olahan perikanan skala UMKM Indonesia dapat meningkat dan sesuai dengan standar internasional.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UMKM perkenalkan Rumah Lumbung Sasak melalui produk perhiasan
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:27 WIB
Salah satu usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat memperkenalkan Rumah Adat...
Riau dorong santri kembangkan UMKM pembibitan sawit
Rabu, 24 Februari 2021 - 20:55 WIB
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan daerahnya memiliki wilayah kebun sawit yang luas dan pertumbuhan ...
Moeldoko: Ulet dan tahan banting jadi cara jitu UMKM hadapi pandemi
Rabu, 10 Februari 2021 - 20:49 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan keuletan dan tahan banting menjadi cara jitu usaha mikr...
Pemuda ini sulap sabut kelapa jadi pot bunga bernilai seni
Kamis, 28 Januari 2021 - 20:34 WIB
Situasi pandemi COVID-19 sangat berdampak ke berbagai bidang usaha dan tak sedikit pula beberapa per...
Usaha rumput laut Bekasi bertahan di tengah pandemi
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:38 WIB
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) budi daya rumput laut di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten B...
Pengusaha sepatu: Inovasi, trik bertahan di masa pandemi
Rabu, 20 Januari 2021 - 20:22 WIB
Pengusaha UMKM bidang fashion sepatu wanita Zode Edward D menyampaikan bahwa inovasi merupakan sal...
Mantan TKW di Lebak kembangkan ekonomi kreatif
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:30 WIB
Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Kabupaten Lebak, Banten, kini mengembangkan ekonomi kreatif deng...
Sandiaga dan Teten sepakat bersinergi bangkitkan UMKM parekraf
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:45 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat bersinergi dengan Menteri ...
Ralali rilis `Konekto` untuk dukung UMKM `go digital`
Selasa, 19 Januari 2021 - 16:00 WIB
Marketplace B2B (business to business) Ralali.com meluncurkan `Konekto`yang diharapkan bisa mendukun...
Ekonomi kreatif harapan pemulihan ekonomi Jabar di tengah pandemi
Rabu, 06 Januari 2021 - 20:45 WIB
Pandemi COVID-19 membuat pelaku UMKM di Provinsi Jawa Barat (Jabar) harus menelan `pil pahit` karena...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV