BPBD: Tujuh kecamatan di Cilacap dilanda bencana hidrometeorologi
Elshinta
Selasa, 17 November 2020 - 15:55 WIB |
BPBD: Tujuh kecamatan di Cilacap dilanda bencana hidrometeorologi
Warga Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melintasi genangan banjir yang terjadi sejak Selasa (17/11/2020) dini hari. (FOTO ANTARA/HO-Kecamatan Sidareja)

Elshinta.com - Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilanda bencana hidrometeorologi, kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Heru Kurniawan.

"Berdasarkan pendataan sementara, bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat yang terjadi pada Senin (16/11) malam hingga Selasa dini hari terjadi di tujuh kecamatan, lima di antaranya dilanda banjir, sedangkan lainnya tanah longsor," katanya di Cilacap, Selasa.

Dalam hal ini, kata dia, bencana banjir melanda Kecamatan Kroya, Sidareja, Bantarsari, Kedungreja, dan Wanareja, sedangkan tanah longsor di Kecamatan Karangpucung dan Cimanggu.

Menurut dia, bencana banjir di Kecamatan Kroya melanda Desa Gentasari dengan ketinggian air berkisar 10-150 centimeter sehingga mengakibatkan 35 keluarga yang terdiri 129 jiwa mengungsi.

Selain itu, di Desa Kedawung terdapat 47 keluarga terdiri 188 jiwa yang terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 20-50 centimeter dan belum ada yang mengungsi, di Desa Mujur Lor terdapat 19 keluarga terdiri 76 jiwa yang mengungsi akibat banjir setinggi 30-150 centimeter

Genangan banjir di Desa Mujur berkisar 20-50 centimeter, Desa Sikampuh berkisar 20-70 centimeter, dan Desa Buntu berkisar 20-80 centimeter.

Sementara banjir di Kecamatan Sidareja melanda Desa Sidareja dengan tinggi genangan air berkisar 10-150 centimeter, sehingga mengakibatkan 29 keluarga yang terdiri 107 jiwa mengungsi.

Tinggi genangan banjir di Desa Gunungreja berkisar 10-150 centimeter sehingga mengakibatkan 13 keluarga yang terdiri 28 jiwa mengungsi, di Desa Sidamulya berkisar 10-100 centimeter, Desa Sudagaran berkisar 10-150 centimeter, Desa Tinggarjaya berkisar 10-60 centimeter, dan Desa Tegalsari berkisar 10-50 centimeter.

"Bencana banjir di Kecamatan Bantarsari melanda Desa Cikedondong, Kamulyan, Bantarsari, Kedungwadas, Rawajaya, dan Binangun. Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut," kata Heru.

Ia mengatakan banjir di Kecamatan Kedungreja melanda Desa Rejamulya, Bangunreja, dan Ciklapa, sedangkan di Kecamatan Wanareja melanda Desa Tarisi dengan tinggi genangan berkisar 10-50 centimeter.

Sementara tanah longsor di Kecamatan Cimanggu melanda Desa Panimbangan, sehingga mengakibatkan kerusakan berat pada sebuah bangunan taman kanak-kanak dan sebuah rumah warga di Dusun Cikadu.

Tanah longsor di Dusun Genteng Kulon, Desa Panimbangan terjadi di dua titik, salah satunya merusak rumah warga, sedangkan satu titik lainnya di belakang Mushalla Nurul Huda, sedangkan di Dusun Genteng Wetan dan Cikondang menutup jalan dusun.

"Tanah longsor di Kecamatan Karangpucung terjadi di Desa Karangpucung, Sindangbarang, Gunungtelu, Tayem Timur, Ciporos, Tayem, Bengbulang, Pangawaren, dan Cidadap namun hingga saat ini masih dalam pendataan," katanya.

Terkait dengan hal itu, Heru mengatakan BPBD Kabupaten Cilacap hingga saat ini masih melakukan asesmen bersama Forun Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) dan dinas terkait.

Selain itu, kata dia, BPBD Kabupaten Cilacap melakukan operasi tanggap darurat serta berkoordinasi dengan sukarelawan dan dinas terkait dalam rangka penanganan darurat.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana untuk tetap waspada dan siap siaga karena berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi," demikian Heru Kurniawan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemensos dirikan 6 dapur umum di Sulbar 
Minggu, 17 Januari 2021 - 21:10 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos)  membangun enam posko dapur umum (dumlap) bagi korban gempa. Enam d...
BNPB akan beri dana stimulan bagi rumah rusak akibat gempa Sulbar
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:22 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya ...
Korban jiwa gempa Sulbar bertambah 73 orang
Minggu, 17 Januari 2021 - 17:56 WIB
Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data perkembangan ter...
Longsor terjang satu sekolah di Gayo Lues Aceh
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:54 WIB
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diterjang t...
Bantuan Kemensos tiba dan disalurkan di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:42 WIB
Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Sulsel Kasmin mengatakan bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) ...
Anjing pelacak dikerahkan untuk bantu pencarian korban gempa di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:33 WIB
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban gempa y...
Pasca longsor Sumedang per hari ini, 29 meninggal, 11 hilang
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB
Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemuk...
 Satgas Pamtas Yonif 642 dan Polri bagikan bantuan untuk korban banjir
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:41 WIB
Banjir yang belum juga surut di Dusun Kindau, Desa Sentabeng, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, ...
Ahli geologi: Gempa Sulawesi akibat aktifnya jalur-jalur gempa
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:11 WIB
Dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Asmoro Widagdo memaparkan gempa bumi sering terj...
Prajurit TNI dirikan tenda pengungsian dan pelayanan kesehatan korban gempa Sulbar
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:00 WIB
Pasca gempa bumi yang mengguncang di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kekuatan Ma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV