TikTok perluas fitur berikan orang tua kontrol lebih ke akun anak
Elshinta
Rabu, 18 November 2020 - 11:00 WIB |
TikTok perluas fitur berikan orang tua kontrol lebih ke akun anak
Ilustrasi TikTok (Pixabay)

Elshinta.com -  TikTok memperluas fitur Parental Control untuk memberi orang tua lebih banyak pilihan atas apa yang dapat dilihat anak remaja mereka, juga membuat akun lebih privat.

Dalam unggahan blog di situs resminya, Selasa (17/11), TikTok mengatakan perluasan fitur tersebut bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara keamanan bagi remaja, sekaligus secara bersamaan mendukung mereka untuk mengekspresikan diri.

"Dengan pemikiran tersebut, awal tahun ini kami memperkenalkan Family Pairing, yang memungkinkan orang tua menautkan akun TikTok mereka ke akun remaja mereka untuk mengaktifkan berbagai pengaturan konten dan privasi," ujar TikTok.

"Kami sekarang telah memperluas fitur ini untuk memberi orang tua pengawasan yang lebih besar dan keluarga seperangkat alat yang lebih kuat untuk menciptakan pengalaman TikTok yang tepat untuk mereka," TikTok melanjutkan.

Platform video singkat milik ByteDance itu memiliki sejumlah fitur baru. Saat ini orang tua dapat membatasi pencarian dalam aplikasi, mulai dari konten, pengguna, tagar ataupun lagu.

Tidak hanya itu, orang tua dan anak dapat bersama-sama mengatur batasan untuk memutuskan siapa saja yang dapat mengomentari video -- opsi yang tersedia antara lain, semua orang, hanya teman-teman atau tidak seorang pun.

Baik orang tua maupun anak juga dapat bersama-sama memutuskan siapa saja yang dapat melihat konten, apakah akun akan bersifat privat atau publik, serta dapat memutuskan apakah orang lain dapat melihat daftar video yang disukai anak.

Selain sejumlah alat untuk memperkuat kebijakan keselamatan remaja di platformnya, TikTok juga telah mengembangkan kemitraan global untuk melindungi eksploitasi anak dengan menghapus konten semacam itu, menghentikan akun dan melaporkan kasus ke yayasan perlindungan anak.

"Melindungi anak di bawah umur -- online dan offline -- sangat penting dan membutuhkan kolaborasi antara platform, pemerintah, dan organisasi keselamatan anak," ujar TikTok.

Oleh sebab itu, TikTok mendukung gerakan yang penanggulangan eksploitasi dan pelecehan seksual anak secara daring.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia siap promosikan dangdut dan kopi lewat kafe di New York
Sabtu, 27 Februari 2021 - 19:34 WIB
Forum Indonesia Dangdut Coffee House (IDCH) siap membuka Kafe Dangdut (Dangdut Cafe) di New York pad...
Digitalisasi buat perusahaan lebih kebal krisis selama pandemi
Rabu, 24 Februari 2021 - 16:55 WIB
Langkah menuju digitalisasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam b...
Pentingnya Kode Etik Penyelenggara untuk `fintech`
Rabu, 24 Februari 2021 - 15:55 WIB
Kepala Group Inovasi Keuangan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Triyono Gani menegaskan penting...
Kolaborasi teknologi jadi kunci untuk jalani bisnis di 2021
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:25 WIB
Perusahaan teknologi Dassault Systèmes mengatakan bahwa kolaborasi teknologi akan menjadi kunci pen...
Survei: Indonesia butuh ratusan juta pekerja digital pada 2025
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:18 WIB
Survei yang dilakukan penyedia layanan web hosting Amazon Web Services menunjukkan Indonesia membutu...
Sprite hadir dengan botol jernih, diklaim ramah lingkungan
Kamis, 18 Februari 2021 - 18:59 WIB
 Coca-Cola Indonesia mengumumkan bahwa merek minuman soda Sprite telah mengubah desain kemasan ikon...
Gojek gandeng platform `influencer` untuk kampanye digital UMKM
Senin, 15 Februari 2021 - 20:27 WIB
 Gojek bekerja sama dengan platform marketing influencer Allstars.id untuk menghadirkan solusi in...
Akademisi jelaskan manfaat jaringan 5G untuk segera diadopsi Indonesia
Minggu, 14 Februari 2021 - 23:35 WIB
Lektor Kepala STEI Institut Teknologi Bandung (ITB) M. Ridwan Effendi, menilai bahwa teknologi jarin...
Studi Snapchat, generasi Z lebih menjaga privasi
Sabtu, 13 Februari 2021 - 23:05 WIB
Survei yang dilakukan oleh platform video temporer Snapchat menunjukkan bahwa generasi Z lebih memah...
Facebook mulai batasi iklan politik di Indonesia
Jumat, 12 Februari 2021 - 22:54 WIB
Facebook sedang menguji coba mengurangi penayangan iklan politik di platform tersebut untuk sejumlah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV