Minyak menguat didorong harapan penangguhan peningkatan produksi OPEC+
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 09:50 WIB |
Minyak menguat didorong harapan penangguhan peningkatan produksi OPEC+
Dokumentasi - Ladang minyak Equinor di Johan Sverdrup, Laut Utara Norwegia (22/8/2018). REUTERS/Nerijus Adomaitis/aa.

Elshinta.com - Harga minyak menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong harapan OPEC dan sekutunya akan menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan dan setelah Pfizer mengatakan vaksin COVID-19 lebih efektif daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terangkat 59 sen atau 1,4 persen, menjadi menetap pada 44,34 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Desember naik 39 sen atau 0,9 persen, mengakhiri sesi di 41,82 dolar AS per barel.

Kedua kontrak melonjak sekitar satu dolar AS, setelah Pfizer Inc mengatakan bahwa hasil akhir dari uji coba tahap akhir vaksinnya menunjukkan 95 persen efektif. Minggu lalu telah menempatkan kemanjuran lebih dari 90 persen.

Moderna Inc pada Senin (16/11/2020) mengatakan bahwa data awal untuk vaksinnya juga menunjukkan hampir 95 persen efektif.

“Harga minyak hari ini sedikit meningkat di tengah harapan bahwa OPEC+ akan memutuskan untuk menunda kenaikan produksi yang direncanakan pada Januari dan saat euforia vaksin terbaru,” kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.

Untuk mengatasi permintaan energi yang lebih lemah di tengah gelombang kedua pandemi, Arab Saudi meminta sesama anggota kelompok OPEC+ agar fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pasar dan siap menyesuaikan kesepakatan mereka tentang pengurangan produksi.

OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen lainnya, bertemu pada Selasa (17/11/2020) tetapi tidak membuat rekomendasi resmi. Kelompok itu akan membahas kebijakan pada pertemuan tingkat menteri penuh yang akan diadakan pada 30 November dan 1 Desember.

Anggota OPEC+ cenderung menunda rencana saat ini untuk meningkatkan produksi pada Januari sebesar dua juta barel per hari (bph), kata sumber. Mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan penundaan selama tiga atau enam bulan.

Pasar juga didukung oleh peningkatan stok minyak mentah AS yang lebih kecil dari perkiraan pada pekan lalu. Persediaan minyak mentah AS naik 768.000 barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,7 juta barel, data pemerintah menunjukkan.

“Antara AS dan Libya, hampir dua juta barel per hari minyak mentah telah ditambahkan ke rantai pasokan global dalam beberapa pekan terakhir,” Direktur Pasar Energi Berjangka Mizuho, kata Bob Yawger.

“Terakhir kali produksi AS meningkat, OPEC akhirnya memutuskan untuk membuka keran, dan perang harga yang dihasilkan mengirim WTI ke harga negatif untuk pertama kalinya. Saya ragu itu akan terjadi lagi. Tapi saya yakin Rusia dan Saudi tidak senang."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China alami lonjakan kasus baru COVID-19
Senin, 11 Januari 2021 - 14:25 WIB
China daratan mengalami lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi dalam lima bulan lebih, demikian me...
Dalam ritual mandi es tahunan, warga Jepang berdoa pandemi berakhir
Minggu, 10 Januari 2021 - 21:56 WIB
 Masyarakat Jepang dengan kostum tradisional, para laki-laki mengenakan cawat dan perempuan berpak...
Australia waspada tinggi atas masuknya varian baru COVID-19
Sabtu, 09 Januari 2021 - 17:34 WIB
Otoritas kesehatan Australia mengatakan pada Sabtu (9/1) bahwa mereka dalam  siaga tinggi setelah k...
Arab Saudi akan cabut larangan perjalanan pada 31 Maret
Sabtu, 09 Januari 2021 - 17:10 WIB
Arab Saudi akan mencabut larangan penerbangan internasional mulai Rabu, 31 Maret, demikian laporan k...
India temukan lagi 20 kasus jenis baru COVID-19
Selasa, 05 Januari 2021 - 20:10 WIB
India pada Selasa (4/1) menemukan lagi 20 kasus jenis baru COVID-19, sehingga totalnya kini menjadi ...
China laporkan 33 kasus baru harian COVID-19
Senin, 04 Januari 2021 - 12:31 WIB
China daratan melaporkan 33 kasus baru COVID-19 pada 3 Januari, naik dari sehari sebelumnya, yaitu 2...
Beijing mulai vaksinasi massal, ribuan warga Shunyi dikarantina
Minggu, 03 Januari 2021 - 14:55 WIB
Pemerintah Kota Beijing mulai menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal terhadap kelompok masyaraka...
Kasus Covid-19 melonjak, Kota Tokyo siap umumkan status darurat
Minggu, 03 Januari 2021 - 10:57 WIB
Pemerintah Kota Tokyo di Jepang, akan meminta pemerintah pusat pada Sabtu (2/1) waktu setempat atau ...
Chile laporkan kasus pertama jenis baru COVID-19 Inggris
Rabu, 30 Desember 2020 - 10:24 WIB
Chile pada Selasa (29/12) melaporkan kasus pertama jenis baru COVID-19 Inggris, yang mendorong otori...
Pastikan tidak ada jenis baru COVID, Kuwait buka perbatasan
Selasa, 29 Desember 2020 - 10:25 WIB
Kuwait tidak akan memperpanjang keputusannya untuk menghentikan penerbangan setelah 1 Januari 2021 d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV