Crain dikerahkan angkat 4 gerbong kereta eksekutif Gajayana yang anjlok
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 18:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Crain dikerahkan angkat 4 gerbong kereta eksekutif Gajayana yang anjlok
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebuah alat Crain milik perkeretaapian didatangkan guna mengangkat 4 gerbong kereta api eksekutif Gajayana yang mengalami anjlok di selatan stasiun Malang Kota Lama, Kamis (19/11).

Dari pengamatan Kontributor Elshinta, El-Aris menunjukkan sejumlah pekerja baik itu dari stasiun kereta api kota, Daop 8 dilibatkan untuk mengangkat gerbong kereta api cadangan eksekutif Gajayana yang anjlok di jalur 2. Sedangkan sejumlah pekerja nampak membongkar beberapa bagian rel seperti roda kereta dari gerbong yang mengalami anjlok yang kemudian diangkut dengan rangkaian kereta khusus.

“Fokus kita hari ini  adalah mengangkat 4 gerbong dimana saat ini tinggal dua gerbong,” ujar Suprapto  Humas Daop 8 Surabaya.

Ditambahkan Suprapto, evakuasi memakan waktu lama. "Namun kita berupaya keras mulai malam hari setelah kejadian anjloknya rangkaian gerbong hingga saat ini mengangkat rangkaian gerbong,” ungkapnya.

Terkait penyebab anjloknya rangkaian gerbong yang menghantam ekskavator  yang tengah mengerjakan rel, Suprapto mengaku belum bisa menjawab.

“Untuk penyebab, Daop 8 belum bisa memberikan penjelasan, tunggu saja hasil  penyelidikan,” jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
25 Januari 2006: Meninggalnya Wapres ke-lima Soedharmono
Senin, 25 Januari 2021 - 06:00 WIB
Letnan Jenderal TNI H. Soedharmono, S.H. lahir di Cerme, Gresik, Jawa Timur, Indonesia, 12 Maret 192...
24 Januari 1905: Gugurnya Sultan Muhammad Seman dari Banjar
Minggu, 24 Januari 2021 - 06:00 WIB
Putra dari Pangeran Antasari itu disebut juga Pagustian atau Kesultanan Banjar Baru. Ia merupakan pe...
23 Januari 1950: Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil, tuntut RIS akui negara Pasundan  
Sabtu, 23 Januari 2021 - 06:00 WIB
Sekelompok Angkatan Perang Ratu Adil  (APRA) dipimpin oleh Kapten Westerling masuk kota Bandung. Me...
22 Januari 2019: Banjir di Sulawesi Selatan 10 tahun terparah waktu itu  
Jumat, 22 Januari 2021 - 06:00 WIB
Sebanyak 59 orang dilaporkan meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, ...
21 Januari 1942: Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda
Kamis, 21 Januari 2021 - 06:00 WIB
Pada 21 Januari 1942 Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda. Jepang membutuhkan minyak untuk...
20 Januari 1978: Soeharto membreidel 7 media massa
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:00 WIB
Pada 20 Januari 1978 tujuh surat kabar harian Jakarta, yaitu Kompas, Merdeka, Sinar Harapan, Pelita,...
19 Januari 2011: Gayus Tambunan divonis, total hukuman 30 tahun namun beberapa kali jalan-jalan sampai ke luar negeri
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:00 WIB
Gayus Tambunan divonis penjara total 30 tahun karena kasus suap, pencucian uang hingga  penggelapa...
18 Januari 1999: SH Mintardja meninggal, tetapi komiknya belum tamat
Senin, 18 Januari 2021 - 06:00 WIB
SH Mintardja penulis komik silat Nusantara yang sangat produktif. Hingga tutup usia, salah satu kary...
17 Januari 1948: Perjanjian Renville Belanda menang banyak, Amin Sjarifuddin mundur
Minggu, 17 Januari 2021 - 06:00 WIB
Perjanjian Renville hanya membuat wilayah Indonesia semakin sedikit. Wilayah yang kaya sumber alam d...
16 Januari 1926: Hari kelahiran Bu Kasur, seniman dan tokoh pendidikan   
Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:00 WIB
Bersama suaminya, Soerdjono alias Pak Kasur, mereka pernah mendidik tokoh-tokoh nasional Indonesia, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV