Gubernur Jateng hibur anak-anak pengungsi Merapi 
Elshinta
Senin, 23 November 2020 - 17:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur Jateng hibur anak-anak pengungsi Merapi 
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Tiga balita langsung berlari menghampiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ia meninjau posko pengungsian di Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Sabtu (21/11) malam. Mereka tampak antusias dengan kedatangan pria berambut putih itu. 

Sambil berlari kecil, tiga bocah yang mengungsi di lapangan futsal Ztofia itu selalu menggoda Ganjar. Gubernur yang memang dikenal dekat dengan anak kecil itu langsung mengerti bahwa ketiga bocah yang diketahui bernama Rafael (5), Petra (3,5) dan Rafael (4) itu sedang ingin mengajaknya bermain.

"Kamu namanya siapa? Wah ini pakai topeng banteng ya," canda Ganjar pada tiga bocah itu seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (23/11). 

Ketiganya nampak semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan Ganjar. Saat dua bocah yang menyebut nama Rafael bersamaan, Ganjar terheran karena nama keduanya yang sama.

"Kok sama, yang Rafael yang asli mana ini. Ada ya orang Dukun namanya Rafael, biasanya Tukijo," imbuhnya disambut tawa para pengungsi.

Melihat anak-anak yang bersemangat itu, Ganjar kemudian mengajak mereka bernyanyi bersama. Lagu "Cicak-Cicak di Dinding" berhasil dinyanyikan dengan fasih oleh Petra.

"Kamu hebat. Ini lapangan futsal kan, kamu punya bola tidak? Ayo kita main bola," ajak Ganjar.

Ketiga bocah itu langsung berlari mengambil bola plastik di bilik tempatnya mengungsi. Setelah itu, ketiganya langsung menendang bola plastik berwarna merah putih itu ke arah Ganjar.

Keseruan terjadi saat Ganjar mengajak bermain bola ketiga bocah itu. Si kecil Petra yang cukup agresif dan tangkas, menunjukkan kemampuannya sebagai kiper. Ganjar pun menunjuknya sebagai kiper. Karena tempat mereka mengungsi adalah lapangan futsal, sehingga ada gawang yang bisa digunakan.

"Ayo Pak, tendang! Aku  tangkap. Yey nggak gool..," kata Petra kegirangan.

Ganjar dengan semangat kembali menendang bola plastik itu ke arah Petra. Tapi kesigapan Petra membuatnya tak bisa menembus pertahanan dan membuat gol. Tepuk tangan langsung menggema setelah melihat aksi Petra yang tangkas dan energik itu.

"Banyak yang menyampaikan pada saya, anak-anak merasa jenuh. Maka tadi saya coba hibur. Sekadar main bola pakai bola pastik saja, mereka sangat senang. Mereka ceria, lari sana-sini sampai ada yang bilang kepoyoh (terkencing di celana). Artinya mereka bahagia, mereka bisa senang," kata Ganjar.

Ganjar menegaskan, memang sangat penting menjaga kebahagiaan para pengungsi, khususnya anak-anak. Untuk itu, harus ada pihak yang peduli pada pesoalan itu.

"Makanya tadi, mumpung ada mahasiswa yang jadi relawan, saya minta ajaklah anak-anak bermain. Mereka bisa diajak menggambar, mewarnai, menyanyi dan diajari edukasi soal protokol kesehatan. Tujuannya agar anak-anak di tempat pengungsian ini tetap bisa menyalurkan bakatnya. Dapat belajar dan itu pasti tidak membuat bosan," tegasnya.

Selain berbagi keceriaan, Ganjar juga mengecek kondisi pengungsi di desa itu. Setidaknya ada 119 pengungsi dari Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun yang menempati empat lokasi pengungsian di Desa Tamanagung.

"Kami pastikan mereka aman dan nyaman. Stok makanan juga masih aman, saya sampaikan kalau kurang segera meminta bantuan ke kabupaten atau provinsi. Saya juga titip, karena di sini banyak lansia, anak-anak dan ibu hamil, tolong kesehatan mereka dijaga betul-betul. Alhamdulillah bidan dan tenaga kesehatan semuanya siaga," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemensos dirikan 6 dapur umum di Sulbar 
Minggu, 17 Januari 2021 - 21:10 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos)  membangun enam posko dapur umum (dumlap) bagi korban gempa. Enam d...
BNPB akan beri dana stimulan bagi rumah rusak akibat gempa Sulbar
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:22 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya ...
Korban jiwa gempa Sulbar bertambah 73 orang
Minggu, 17 Januari 2021 - 17:56 WIB
Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data perkembangan ter...
Longsor terjang satu sekolah di Gayo Lues Aceh
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:54 WIB
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diterjang t...
Bantuan Kemensos tiba dan disalurkan di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:42 WIB
Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Sulsel Kasmin mengatakan bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) ...
Anjing pelacak dikerahkan untuk bantu pencarian korban gempa di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:33 WIB
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban gempa y...
Pasca longsor Sumedang per hari ini, 29 meninggal, 11 hilang
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB
Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemuk...
 Satgas Pamtas Yonif 642 dan Polri bagikan bantuan untuk korban banjir
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:41 WIB
Banjir yang belum juga surut di Dusun Kindau, Desa Sentabeng, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, ...
Ahli geologi: Gempa Sulawesi akibat aktifnya jalur-jalur gempa
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:11 WIB
Dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Asmoro Widagdo memaparkan gempa bumi sering terj...
Prajurit TNI dirikan tenda pengungsian dan pelayanan kesehatan korban gempa Sulbar
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:00 WIB
Pasca gempa bumi yang mengguncang di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kekuatan Ma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV