Pengrajin gula semut Naringgul mendapat pesanan 4 ton setiap bulan
Elshinta
Rabu, 25 November 2020 - 17:45 WIB |
Pengrajin gula semut Naringgul mendapat pesanan 4 ton setiap bulan
Gula semut produksi pengrajin di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, menjadi komoditi unggulan untuk meningkatkan perekonomian selama COVID-19. (Ahmad Fikri)

Elshinta.com - Puluhan pengrajin gula semut di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, dapat memproduksi gula semut atau gula aren butir hingga 4 ton setiap bulannya, sehingga pendapatan pengrajin di bawah binaan Kecamatan Naringgul itu, dapat meningkatkan perekonomian selama pandemi COVID-19.

Camat Naringgul, Ijuh Sugandi saat dihubungi Rabu, mengatakan selama pandemi COVID-19, pihaknya mencoba merangkul sejumlah petani dan pengrajin aren yang selama ini fokus memproduksi gula merah untuk berinovasi mengembangkan gula semut karena sama-sama menggunakan bahan baku nira aren karena tingginya tingkat pemakaian di pasaran.

"Selama ini sebagian besar petani dan pengrajin aren di Naringgul, terkenal dengan gula merahnya, belum ada yang mengembangkan gula semut yang bahan bakunya sama dari pohon aren. Sehingga kami mencoba untuk mengembangkan produksi gula semut, selama pandemi dan hasilnya setiap bulan ada pesanan sampai 4 ton perbulan," katanya.

Ijuh menjelaskan, melihat peluang pasar yang cukup besar, itu pun baru dari satu distributor di Kabupaten Bandung, membuat pihaknya bekerjasama dengan Bank BRI untuk memberikan kredit ringan bagi pengrajin, sehingga mereka dapat mengembangkan hasil produksi lebih banyak serta dapat membuka peluang tenaga kerja baru terutama bagi mereka yang terdampak PHK.

BRI  membuat Kredit Usaha Rakyat dalam bentuk klaster gula semut untuk pengrajin dan petani di Naringgul, sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan kredit dan kemudahan lainnya untuk mengembangkan usaha yang baru berjalan selama pandemi, namun sudah mendapat pasar yang cukup luas. Bahkan pihaknya akan merangkul petani dan pengrajin aren lainnya untuk mengembangkan produksi gula semut di Naringgul.

Kepala Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Naringgul, Idrus selaku ketua klaster gula semut, mengatakan bidang usaha yang mulai digeluti puluhan anggota yang awalnya merupakan pengrajin dan petani gula merah, mulai tertarik mengembangkan usaha yang berbahan baku sama, namun memiliki nilai jual yang tinggi berbeda dengan memproduksi gula merah.

"Untuk saat ini, dari 25 pengrajin gula semut yang ada, sudah dapat memenuhi pesanan 1 ton per minggu. Pesanan tersebut baru dari satu distributor di Bandung, belum kota lain seperti Jabodetabek yang sudah mulai melirik. Untuk pengemasan masih sederhana, namun akan terus dikembangkan," katanya.

Ia mengatakan saat ini satu kilogram gula semut dijual dengan harga Rp22.000 sedangkan gula merah dijual dengan harga Rp14.000 per kilogram, untuk pengolahan hampir sama, namun nilai jual yang cukup tinggi membuat pengrajin mulai tertarik mengembangkan produksi gula semut sebagai komoditi andalan Kecamatan Naringgul.

Pihaknya berharap ada bantuan modal lainnya, guna memudahkan pengrajin untuk meningkatkan produksi karena selama ini, 25 anggota hanya mengandalkan bantuan dari Bank BRI yang dinilai masih kurang, sedangkan untuk pengembangan serta meningkatkan produksi membutuhkan modal lebih, ditambah sebagian besar pengrajin mulai melibatkan tenaga kerja untuk meningkatkan hasil produksi.

"Harapan kami ada dorongan atau bantuan dalam bentuk lain dari pemerintah, terkait tambahan modal. Untuk saat ini, hasil produksi cukup maksimal, namun kami belum berani menerima pesanan secara besar-besaran karena terbentur permodalan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perajin bambu di Kabupaten Kediri terkendala cuaca lembab
Jumat, 22 Januari 2021 - 09:01 WIB
Perajin bambu di Desa Sumber Cangkring, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terkendala cuaca di musim huja...
NTB minta percepatan penyediaan infrastruktur penunjang ekspor
Kamis, 21 Januari 2021 - 07:31 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meminta para pihak terkait untuk melakukan per...
Diskop UKM Kulon Progo dampingi pelaku UMKM berjualan secara daring
Rabu, 20 Januari 2021 - 09:25 WIB
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menda...
Sandiaga dorong pelaku usaha kreatif gaet wisatawan gunakan Big Data
Kamis, 31 Desember 2020 - 14:20 WIB
 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong para pelaku usaha pari...
Kiat UMKM bertahan kala pandemi ala Tokopedia
Minggu, 20 Desember 2020 - 11:30 WIB
Perusahaan teknologi e-dagang Tokopedia membagikan sejumlah kiat bagi pelaku UMKM agar dapat bertaha...
Pelaku UKM Bogor didorong tembus pasar nasional dan internasional
Sabtu, 19 Desember 2020 - 14:15 WIB
Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor mendo...
Peneliti Indef nilai penyelenggaraan FDN bantu UMKM bangkit
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:45 WIB
Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penyelengg...
Menkop UKM minta UMKM manfaatkan platform digital
Sabtu, 12 Desember 2020 - 16:00 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki meminta pelaku usaha mikro, kecil dan meneng...
Luhut: Pemerintah akan ajak 30 juta UMKM masuk ekosistem digital 2021
Sabtu, 12 Desember 2020 - 14:56 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap pemeri...
Pemprov gelar Pameran Bali Bangkit untuk kembali geliatkan UMKM
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:30 WIB
Pemerintah Provinsi Bali menggelar Pameran UMKM Bali Bangkit selama 4-31 Desember 2020 untuk menggel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV