Polres Malang tangkap pelaku gelapkan uang nasabah
Elshinta
Kamis, 26 November 2020 - 19:20 WIB |
Polres Malang tangkap pelaku gelapkan uang nasabah
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (kedua kiri), pada saat menunjukkan barang bukti penggelapan uang nasabah, di halaman Polres Malang, Jawa Timur, Kamis (26/11/2020). (ANTARA/HO-Humas Polres Malang/VFT)

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Malang menangkap seorang perempuan pelaku penipuan dan penggelapan uang nasabah berinisial YA, berusia 44 tahun, dengan total kerugian mencapai Rp5,7 miliar.

Kepolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa pelaku merupakan mantan seorang pimpinan pada salah satu bank terkemuka di wilayah Kota Malang, yang menjanjikan bunga deposito kepada nasabah sebesar 12-15 persen per tahun.

"YA merupakan mantan branch manager dari salah satu bank terkemuka, Bank Mega, dan menjanjikan bunga per tahun 12-15 persen," kata Hendri, dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.

Hendri menjelaskan, ada sebanyak delapan orang nasabah yang terjerat oleh iming-iming YA tersebut. Dua orang nasabah merupakan warga Kabupaten Malang, sementara enam lainnya merupakan warga Kota Malang.

Menurut Hendri, dari dua orang nasabah yang merupakan warga Kabupaten Malang, total uang yang sudah disetorkan kepada pelaku YA sebesar Rp940 juta. Sementara jumlah uang yang disetor oleh enam nasabah asal Kota Malang, mencapai Rp4,5 miliar.

"Kami melakukan penyelidikan sejak September 2020, dan ditemukan fakta-fakta. Ternyata ada beberapa kejadian lain, dengan modus yang sama, dilakukan di wilayah Kota Malang," ungkap dia.

Hendri menjelaskan, hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Malang, apa yang dilakukan oleh YA tersebut, dimulai pada saat dirinya masih menjabat di Bank Mega. YA juga menjanjikan bunga dibayarkan per bulan kepada para nasabah-nya.

Menurut Hendri, para nasabah dan YA, sudah saling mengenal cukup lama. YA menawarkan kepada para nasabah, untuk menginvestasikan uang mereka pada program yang dinamakan deposito cashback.

Ia menambahkan, program deposito cashback tersebut, hanya akal-akalan tersangka semata, dan bukan merupakan program dari bank dimana YA bekerja. YA menjanjikan keuntungan bunga yang cukup tinggi kepada para nasabah.

"Tidak ada sama sekali jenis tabungan deposito cashback, ini adalah murni buatan YA. Uang yang disetorkan nasabah, tidak dimasukkan pada rekening korban yang ada di bank itu," ujarnya.

Uang yang dikumpulkan oleh YA, lanjut Hendri, di luar sepengetahuan pihak bank. Uang-uang dari nasabah tersebut, dipergunakan YA untuk membayarkan cicilan bunga kepada nasabah, termasuk dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

"Untuk saat ini, korban masih sebanyak delapan orang. Namun, kami juga membuat posko pengaduan, jika ada korban lain yang ingin melapor. Kita persilakan untuk datang, baik di kabupaten atau Kota Malang," kata Hendri.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 10 lembar slip penyetoran deposit Bank Mega, 57 lembar slip bukti setoran Bank BCA senilai Rp243 juta, serta 29 lembar slip bukti setoran Bank BCA senilai Rp178 juta.

Akibat perbuatannya, tersangka YA dijerat pasal 378 dan 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantan Kadispora Garut kembali ditahan terkait kasus bumi perkemahan
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:45 WIB
Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut Kuswendi kembali ditahan oleh Ke...
Satpol PP Pasaman Barat gerebek ASN PSDA Sumbar diduga berbuat mesum
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:30 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggerebek seorang Aparatur Sip...
Polisi Mukomuko gelar patroli antipasipasi begal
Senin, 18 Januari 2021 - 21:10 WIB
Pihak Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Senin pagi, menggelar patroli guna men...
Polres Majalengka tangkap tiga penyalur pekerja migran ilegal
Senin, 18 Januari 2021 - 17:05 WIB
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Jawa Barat, menangkap tiga tersangka penyalu...
Polres Bandara Soetta ringkus 15 orang sindikat pemalsu hasil tes PCR
Senin, 18 Januari 2021 - 16:51 WIB
Polres Bandara Soekarno-Hatta meringkus 15  orang sindikat pemalsuan surat hasil tes usap (swab tes...
KPK minta anak Rhoma lapor penyidik jika tidak merasa terlibat kasus
Senin, 18 Januari 2021 - 16:49 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada anak pedangdut Rhoma Irama yakni Rommy Syahrial un...
Petugas gagalkan penyelundupan sabu wanita pengunjung Lapas Semarang
Senin, 18 Januari 2021 - 16:05 WIB
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Kedungpane Semarang menggagalkan upaya penyelundupan n...
Sekda Subang terjerat hukum, Bupati Subang tunjuk Asep Nuroji sebagai PLH. Sekda
Senin, 18 Januari 2021 - 14:56 WIB
Sehubungan dengan Sekretaris Daérah (Sekda) Kabupaten Subang, H. Aminudin sedang menghadapi kasus h...
Polisi Gresik kejar penyebar hoaks vaksinasi tewaskan Kasdim 0817
Senin, 18 Januari 2021 - 14:32 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengejar penyebar hoaks terkait tewasnya Kasdi...
RS Polri terima 308 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya
Senin, 18 Januari 2021 - 13:05 WIB
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati hingga saat ini telah meneri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV