Bupati Langkat: Jangan terlena, benih konflik selalu ada
Elshinta
Sabtu, 28 November 2020 - 15:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bupati Langkat: Jangan terlena, benih konflik selalu ada
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Langkat, Sumatera Utara, menegaskan, jangan terlena meski Kabupaten Langkat masih kategori daerah yang kondusif, sebab benih-benih konflik selalu ada, sepanjang manusia hidup. Hal tersebut disampaikan Sekda Kabupaten Langkat Indra Salahudin saat menyampaikan pidato tertulis Bupati Langkat, saat membuka Rakor tim terpadu penanganan konflik sosial Kabupaten Langkat tahun 2020, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat.
 
Rakor ini, diterangkan Sekda, sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 2 tahun 2015, tentang peraturan pelaksanaan undang undang No.7 tahun 2012, tentang penanganan konflik sosial. Serta Permendagri No. 42 tahun 2015, tentang pelaksanaan kordinasi penanganan konflik sosial. 

Sementara, Polres Langkat melalui Kabag Ops Polres Langkat Kompol Arif Batu Bara, memaparkan sejumlah wilayah rawan konflik yang ada di wilayah hukum Polres Langkat. Menurutnya, soal penolakan kelompok warga masyarakat Dusun Vll Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok. Terkait galian C milik S Sah Daulat Purba di Pante Rambe. "Penolakan Warga terhadap galian C tersebut, dikarenakan mempengaruhi debit air  untuk Irigasi tanaman padi dan perikanan warga," terangnya. 

Kemudian, terkait adanya 33 warga masyarakat Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang, yang memiliki 36 dapur penyulingan minyak mentah (Condent) ilegal. "Karena meraka tidak memiliki izin dari dinas terkait, jadi masyarakat sekitar merasa terganggu. Sebab dikwatirkan dapat menyebabkan terjadi kebakaran," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Sabtu (28/11).

Saat ini, sebut Kompol Arif, tindakan dari Polres Langkat untuk mencegah konflik. Mekakukan koordinasi dengan pihak terkait serta melaksanakan pertemuan/mediasi dengan masyarakat dan forkopimca setempat. 

Selanjutnya, Dandim 0203/Langkat melalui Pasandi Kodim 0203/Langkat Letda Arh.Tupan, menyampaikan konflik sosial yang telah terjadi di wilayahnya. Pertama, permasalahan lahan HGU pada tanggal 8 januari 2020, yakni penggusuran bangunan kios/warung yang berada di areal HGU PTPN-2 Kebun Sawit Seberang, tepatnya di Desa Mekar Sawit dan Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang. "Penggusuran dikawal personil Polsek Padang Tualang," sebutnya. 

Kedua, pada Kamis 13 Pebruari 2020 sekira pukul 10.00 wib, telah berlangsung aksi ujuk rasa damai yang dilakukan 100 orang dari masyarakat kelompok tani ke Kantor PT. LNK Kebun Bekiun Kecamatan Kuala. Masa dipimpin Korlap Zulkarnaen dengan tuntutan mempertanyakan, terjadinya alasan/dasar dari pihak perkebunan, terkait pengeluaran surat pemberitahuan, tentang pembersihan lahan. "Kelompok tani merasa keberatan atas surat pemberitahuan tersebut,"sebutnya.

Pada 24 Juli 2020 pukul 09.30 WIB telah berlangsung giat okupasi oleh Pihak PTPN-2 Kebun Kuala Madu. Pada lahan yang di kuasai kelompok tani Pujakusuma di  Dusun Suko Beno Desa Kwala Begumit dan Dusun Selipit Kecamatan Stabat. "Sekitar 60 orang penggarap berkumpul dan menolak okupasi lahan tersebut. Guna menghindari kerusuhan, Kodim 0203/Langkat  melakukan pengamanan," bebernya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PLN beri layanan sambungan gratis untuk korban gempa Sulbar
Minggu, 24 Januari 2021 - 19:15 WIB
PT PLN Sulselrabar memastikan akan memberikan layanan penyambungan listrik secara gratis bagi korban...
Upaya mengembalikan keceriaan anak penyintas gempa Mamuju
Minggu, 24 Januari 2021 - 18:45 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawsi Barat pad...
Dokter MER-C: Kondisi geografis hambat penanganan korban gempa
Minggu, 24 Januari 2021 - 18:31 WIB
Relawan lembaga medis dan kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) dokter spesialis ort...
Bulan Bahasa Bali 2021 padukan kegiatan daring dan luring
Minggu, 24 Januari 2021 - 18:02 WIB
Pemerintah Provinsi Bali saat pandemi COVID-19 tetap menggelar Bulan Bahasa Bali yang ketiga kalinya...
PLN aliri listrik ke wilayah tambak udang Kabupaten OKI
Minggu, 24 Januari 2021 - 17:47 WIB
PT PLN mengalirkan listrik ke wilayah tambak udang di Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, S...
KRG Babel-BUMDes Penyampak bangun ekowisata Sungai Pengalen
Minggu, 24 Januari 2021 - 17:32 WIB
Komunitas Recycle Generation Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KRG Babel) bersama Badan Usaha Mili...
Muncul alergi kulit selama WFH? Mungkin gara-gara stres
Minggu, 24 Januari 2021 - 17:16 WIB
Sudah hampir setahun berlalu sejak kita bebas keluar rumah tanpa khawatir tertular atau menularkan v...
Satgas COVID-19 Bangka catat 484 nakes belum disuntik vaksin
Minggu, 24 Januari 2021 - 16:45 WIB
Satuan gugus tugas COVID-19 Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, mencatat 484 tenaga kesehatan  dan p...
Dinkes: Jubir Satgas COVID-19 Lebak dinyatakan positif
Minggu, 24 Januari 2021 - 16:30 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menyatakan, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan ...
Harga karet bertahan di atas Rp18.000/Kg masuki akhir Januari 2021
Minggu, 24 Januari 2021 - 16:15 WIB
Harga karet bertahan sesuai harapan di atas Rp18.000/Kilogram (Kg) untuk kadar karet kering (KKK) 10...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV