Perti: Ulama harus bawa kedamaian dan kerukunan bagi umat
Elshinta
Minggu, 29 November 2020 - 10:55 WIB |
Perti: Ulama harus bawa kedamaian dan kerukunan bagi umat
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Dr KH Anwar Sanusi SH S Pel MM (Dok.BNPT)

Elshinta.com - Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Dr KH Anwar Sanusi SH SPel MM mengatakan ulama itu memberikan contoh yang baik dalam memberikan penjelasan bahwa ajaran Islam itu membawa kedamaian, kerukunan dan toleransi bagi umat.

"Jangan sampai ulama menyampaikan dakwah yang mengandung unsur radikalisme, apalagi terorisme,” ujar Anwar Sanusi dalam keterangan yang diterima, Minggu.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia lahir dari peran penting para ulama. Ulama adalah teladan tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi panutan dalam perilaku berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, dia berharap dakwah ulama harus menyatukan bukan memecah belah masyarakat. Nasehat ulama adalah mengedukasi bukan memprovokasi.

Lebih lanjut, Anwar menyebut bahwa memang di dalam berdakwah diwajibkan untuk mengajak dengan lemah lembut, mengajak dengan bahasa yang santun.

Kalau ada ada yang menamakan dirinya ulama tapi bertutur bahasa yang kasar, memecah belah maka yang disampaikan itu bisa dibilang bukan menyampaikan ajaran Islam secara baik.

”Ulama harus bisa memberikan contoh dan teladan yang baik pada masyarakat. Meskipun memang terkadang ada penyampaian beberapa ulama, beberapa tokoh masyarakat yang seolah-olah memprovokasi. Tapi yang buruk-buruk itu janganlah diikuti,” tuturnya.

Mantan anggota Majelis Tinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga menyampaikan Islam itu justru mengajak dan memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan pernyataan yang baik dan santun.

”Boleh saja memberi semangat, tetapi tidak harus dengan cara-cara seperti itu, yang membuat gaduh atau tidak kondusif. Jangan memberikan contoh yang tidak baik terutama kepada anak-anak muda,” ucapnya.

Anwar mengingatkan untuk para generasi muda khususnya generasi muda Islam untuk mempelajari Islam secara baik dan benar. Lalu bedakan juga antara ajaran Islam dengan tokoh-tokoh Islam karena itu adalah dua hal yang berbeda.

”Generasi muda belajarlah kepada tokoh-tokoh atau ulama yang betul-betul mendalami Islam secara benar,” ujar mantan anggota DPR RI periode 1997-2014 dari fraksi PPP itu.

Selain itu, Anwar menyampaikan antara ulama dan umara (pemerintah) itu harus bersatu padu. Ia juga mengingatkan agar jangan lupa bahwa pemerintah juga harus mendengarkan fatwa-fatwa alim ulama sehingga jika ada kritik-kritik kepada pemerintah itu adalah hal yang biasa.

”Kalau memang ada kritik-kritik dari para alim ulama yang disampaikan dengan baik, saya kira itu juga bagus untuk dilaksanakan. Kalau sekiranya kurang bagus ya tidak usah diikuti. Tetapi prinsipnya ulama dan umara itu bersama membangun negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” ujarnya.

Dalam hal ini ia mendukung langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang menggandeng LPOI dan LPOK membentuk Gugus Tugas Pemuka Agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme.

Menurut dia, ulama dan umara memang harus bersinergi. Apalagi gugus tugas ini melibatkan berbagai ormas baik dari ormas Islam maupun dari non-Islam.

”Banyak dari mereka (ormas) ini lahir sebelum negara ini merdeka, jadi gugus tugas ini memang kebersamaannya untuk membangun menuju negara seperti yang dicita-citakan para founding fathers kita. NKRI yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan budaya bisa mencapai satu tujuan indonesia yang sejahtera,” jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gerak cepat Mensos tangani bencana Sulbar dapat apresiasi mahasiswa dan milenial
Senin, 18 Januari 2021 - 16:27 WIB
Kecepatan gerak Mensos Tri Rismaharini (Risma) menangani dampak bencana di Sulawesi Barat  mendapat...
Kemenag dukung optimalisasi UKM dalam pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah
Kamis, 14 Januari 2021 - 17:33 WIB
Kementerian Agama mendukung upaya untuk mengoptimalkan peran usaha kecil dan menengah (UKM) dalam me...
NU Jatim tegaskan seluruh Ponpes sejalan dalam program vaksinasi
Kamis, 14 Januari 2021 - 13:34 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar menegaskan seluruh komponen ...
6 program prioritas Ditjen Kebudayaan 2021 untuk jaga semangat kebudayaan tetap menyala
Senin, 11 Januari 2021 - 23:03 WIB
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah me...
BPJPH tunggu ketetapan fatwa MUI untuk terbitkan sertifikat halal vaksin
Senin, 11 Januari 2021 - 16:14 WIB
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah menetapkan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, ...
Presiden ingin soal tahu tempe tak jadi masalah lagi
Senin, 11 Januari 2021 - 12:31 WIB
 Presiden Joko Widodo ingin agar persoalan terkait tahu tempe berikut kedelai tak menjadi persoalan...
MUI tetapkan kehalalan vaksin, Wamenag: Bentuk ketaatan regulasi, hentikan polemik
Minggu, 10 Januari 2021 - 20:11 WIB
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menetapkan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, halal ...
Komisi Fatwa MUI Pusat tetapkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci 
Jumat, 08 Januari 2021 - 19:18 WIB
Setelah menggelar rapat pleno secara tertutup di Hotel Sultan, Jakarta pada Jumat (08/01), Komisi Fa...
183.174 KPM di Kota Bandung terima bantuan jelang pelaksanaan PSBB ketat
Jumat, 08 Januari 2021 - 17:11 WIB
Jelang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pekan depan, Pemerintah Kota Bandung me...
Mensos antar langsung 5 pemulung ke Grand Kamala Lagoon
Jumat, 08 Januari 2021 - 15:11 WIB
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengantar lan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV