BMKG: banjir landa wilayah Sumut makin kurang di Desember
Elshinta
Senin, 30 November 2020 - 07:30 WIB |
BMKG: banjir landa wilayah Sumut makin kurang di Desember
Banjir akibat luapan Sungai Batangtoru meluas hingga melanda di tiga kecamatan, yakni Batangtoru, Muara Batangtoru, dan Angkola Sangkunur di Kabupaten Tapanuli Selatan,Sumut, Jumat (14/12/2018). Dok ANTARA

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, ancaman banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) semakin berkurang akibat puncak musim penghujan berakhir di Desember tahun ini.

"Karena memang di Sumut sendiri cuma dua bulan, yakni Oktober dan November merupakan puncak hujan. Jadi banyak hujannya," ujar Forecaster on Duty Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I-Medan, Nora Sinaga di Medan, Ahad.

Meski demikian, lanjutnya, bukan berarti sejumlah wilayah di provinsi utara di Pulau Sumatera ini bakal terbebas dari potensi banjir dan longsor, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Peristiwa banjir dan longsor tidak sesering dalam dua bulan terakhir di puncak musim hujan, karena disebabkan letak, dan antara wilayah timur dengan wilayah barat di Sumut yang sangat berbeda.

"Kita lihat radar, beberapa daerah curah hujan lebih tinggi yang bisa sebabkan banjir dan longsor. Namun di daerah lain ada yang normal, bahkan curah hujannya belum melampaui batas normal," terang dia.

"Kalau prediksi kita tetap ada di Desember, karena memang kumulatif dari curah hujan di November ini. Tapi tidak sebesar di November," tegasnya lagi.

Ia menerangkan, pekan depan suhu udara di wilayah Sumut terasa lebih dingin malam hari yang menyentuh angka 17 derajat selsius, sedangkan siang hari 32 derajat selsius dengan kelembaban udara berkisar 60 hingga 98 persen.

Secara umum angin bergerak dari arah barat laut menuju tenggara dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 10 hingga 20 kilometer per jam.

"Untuk prakiraan gelombang laut di perairan Sumut meliputi Nias - Sibolga, dan Samudera Hindia barat Nias masing-masing 1,5 hingga 2,5 meter," ungkap Nora.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Persit Kartika Chandra Kirana bantu korban gempa Sulbar
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:45 WIB
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Makorem Koordinasi Cabang Korem 142 PD XIV/Hasanudin...
 Pangkalan TNI AL Banjarmasin  ikut bantu musibah banjir Kalsel
Senin, 18 Januari 2021 - 15:42 WIB
Tim Kesehatan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin turut serta membantu Pemda setempat dalam hal ...
Tebing setinggi 7 meter longsor tutup akses Batu - Kediri 
Senin, 18 Januari 2021 - 14:45 WIB
Bencana Longsor kembali terjadi di Batu, Malang, Jawa Timur. Kali ini longsor terjadi di jalur Batu-...
Kemensos dirikan 6 dapur umum di Sulbar 
Minggu, 17 Januari 2021 - 21:10 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos)  membangun enam posko dapur umum (dumlap) bagi korban gempa. Enam d...
BNPB akan beri dana stimulan bagi rumah rusak akibat gempa Sulbar
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:22 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya ...
Korban jiwa gempa Sulbar bertambah 73 orang
Minggu, 17 Januari 2021 - 17:56 WIB
Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data perkembangan ter...
Longsor terjang satu sekolah di Gayo Lues Aceh
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:54 WIB
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diterjang t...
Bantuan Kemensos tiba dan disalurkan di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:42 WIB
Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Sulsel Kasmin mengatakan bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) ...
Anjing pelacak dikerahkan untuk bantu pencarian korban gempa di Mamuju
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:33 WIB
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban gempa y...
Pasca longsor Sumedang per hari ini, 29 meninggal, 11 hilang
Minggu, 17 Januari 2021 - 16:00 WIB
Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV