Masbehi rapatkan barisan waspadai ancaman separatis dan radikalisme
Elshinta
Senin, 30 November 2020 - 20:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Masbehi rapatkan barisan waspadai ancaman separatis dan radikalisme
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Masyarakat Bela Keutuhan NKRI  (Masbehi) Yogyakarta menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, pada Senin (30/11).

Koordinator aksi, Muhammad Alvin Khoiru, mengatakan, aksi ini bentuk keprihatinan kepada kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, keutuhan NKRI dalam bahaya. “Kita merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang sedang diuji keutuhannya,” kata Alvin kepada awak media.

Alvin menyebut gerakan separatis di Papua yang terus menelan korban karena keberadaan OPM yang didukung oleh sayap gerakan politik didalam dan luar negeri. “Masbehi mendorong pemerintah untuk melanjutkan program Otonomi Khusus (Otsus) dan pembangunan yang lebih nyata bagi Provinsi Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alvin mendukung langkah TNI Polri untuk menangani aksi  separatisme yang terjadi di wilayah Papua.  “TNI dan Polri harus bertindak tegas terhadap segala bentuk upaya dan praktik kelompok-kelompok separatisme yang sengaja merongrong persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

Alvin juga menghimbau kepada mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, untuk tidak mendukung ide separatis Papua. “Yogyakarta terbuka dan ramah terhadap semua saudara se bangsa dan se tanah air, sepanjang tidak mengganggu keutuhan NKRI, karena Yogyakarta berperan besar dalam sejarah bangsa ini,” ujarnya.

Selain itu, aksi anarkisme, terorisme, hingga radikalisme, yang masih terjadi di Indonesia. Contoh terbaru, kata Alvin, terkait kasus pembantaian di Sigi, di mana empat orang dalam satu keluarga yang dibunuh oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Menurutnya, kasus tersebut sudah menodai rasa kemanusiaan. Alvin bersama Masbehi pun mengutuk keras tindakan itu dan meminta kehadiran serta ketegasan negara untuk mengusut hingga tuntas tragedi tersebut.

“Dari aksi ini kita ingin terus menjaga NKRI agar jangan sampai terpecah belah oleh beberapa oknum tersebut. Kita berbeda, tapi tetap satu karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika, apa pun yang merugikan persatuan bangsa dan menodai kemanusiaan tidak bisa dibenarkan entah dari mana asalnya,” tegasnya.

Alvin menjelaskan, peserta aksi kali ini berjumlah sekitar 200 orang dengan beberapa ormas yang berbeda. Tidak hanya itu saja, beberapa pelaku usaha atau PKL yang berjualan di area Malioboro dan sekitarnya juga ikut dilibatkan.

Aksi dimulai dari halaman parkir selatan Pasar Beringharjo hingga akhirnya orasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dalam aksi yang berlangsung dengan damai ini, disampaikan beberapa orasi terkait pentingnya keutuhan NKRI untuk terus menjadi perhatian semua pihak.

Masbehi Yogyakarta yang didalamnya terdapat unsur seniman, budayawan, pengacara, politisi, mahasiswa, buruh serta aktivis perempuan secara tegas menyatakan bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika demi tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masbehi Yogyakarta mendorong segenap elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI dalam menghadapi segala tantangan nasional maupun global termasuk menghadapi pandemi Covid-19. 

Menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini, Masbehi Yogyakarta menyerukan seluruh elemen bangsa mengedepankan asas musyawarah mufakat dengan menempatkan semangat persatuan di atas kepentingan individu, kelompok maupun golongan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri ESDM ungkap cadangan minyak Indonesia habis 9,5 tahun lagi
Selasa, 19 Januari 2021 - 13:15 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan cadangan minyak bumi Indon...
Puncak Bogor dilanda banjir bandang, 474 warga berhasil dievakuasi
Selasa, 19 Januari 2021 - 13:01 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan 474 warga berhasil...
BMKG: Masyarakat waspada potensi banjir karena cuaca ekstrem
Selasa, 19 Januari 2021 - 12:45 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir ...
Pengusaha berharap industri tekstil tetap eksis saat pandemi
Selasa, 19 Januari 2021 - 12:30 WIB
Pengusaha dan pegawai industri tekstil berharap sektor usaha tersebut tetap eksis beroperasi di Indo...
Tim SAR persempit area pencarian korban SJ-182 pada hari ke-11
Selasa, 19 Januari 2021 - 12:15 WIB
Tim SAR gabungan akan mempersempit area pencarian di bawah laut untuk mencari korban, puing, termasu...
KNKT rilis laporan awal investigasi SJ 182 bulan depan
Selasa, 19 Januari 2021 - 12:00 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan merilis laporan awal (preliminary report) hasil...
RS terapung AL tiba di Mamuju dan siap tangani pasien gawat
Selasa, 19 Januari 2021 - 11:45 WIB
Rumah sakit terapung TNI AL atau KRI dr Soeharso-990 (SHS-990) dari Komando Armada II telah sandar d...
Pemkab Barut turunkan alat berat buka akses jalan terputus di Kalsel
Selasa, 19 Januari 2021 - 11:01 WIB
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menurunkan sebuah alat berat jenis exavator mi...
Rupiah pekan ini berpeluang tembus level psikologis Rp14.000
Selasa, 19 Januari 2021 - 10:15 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pekan ini diprediksi berpelu...
Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 1,8 kilometer
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:30 WIB
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (19/1) dini hari ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV