California gabung pemerintah AS gugat Google
Elshinta
Sabtu, 12 Desember 2020 - 12:48 WIB |
California gabung pemerintah AS gugat Google
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - California meminta untuk bergabung dalam gugatan anti monopoli Kehakiman AS terhadap Google pada hari Jumat, menjadikan jaksa agung negara bagian itu sebagai Demokrat pertama yang secara terbuka mendukung litigasi.

Departemen tersebut pada bulan Oktober menuduh perusahaan bernilai 1 triliun dolar yang berbasis di California itu secara ilegal menggunakan kekuatan pasarnya untuk membuat saingannya pincang, dan diikuti oleh 11 negara bagian lain ketika diajukan.

“California tidak membuat perubahan substantif atas pengaduan tersebut. Secara khusus, California tidak ingin menambahkan fakta atau klaim baru,” kata Jaksa Agung Xavier Becerra, dilaporkan Reuters, dikutip Sabtu (12/12).

Google telah membantah melakukan kesalahan, dan perusahaan tersebut mengatakan bahwa mesin pencari dan produk lainnya dominan karena konsumen lebih memilihnya.

“Orang-orang menggunakan Google karena mereka memilih, bukan karena terpaksa, atau karena mereka tidak dapat menemukan alternatif,” kata juru bicara Google.

"Kami akan terus mengajukan kasus itu ke pengadilan. Perusahaan harus menanggapi permintaan California untuk bergabung dengan gugatan tersebut sebelum 18 Desember," kata hakim dalam kasus tersebut, Hakim Distrik AS Amit Mehta.

Departemen Kehakiman menyambut baik masuknya California ke dalam kasus ini, yang menyatakan bahwa Google melanggar undang-undang anti monopoli untuk membangun dan mempertahankan dominasi dalam penelusuran dan iklan penelusuran.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WhatsApp akan dilengkapi spanduk penjelasan kebijakan privasi
Senin, 22 Februari 2021 - 18:44 WIB
Aplikasi perpesanan milik Facebook, WhatsApp, akan menambahkan spanduk dan informasi tambahan yang a...
Spotify terapkan WFA untuk karyawan
Minggu, 14 Februari 2021 - 12:47 WIB
Perusahaan layanan musik alir dan siniar asal Swedia Spotify akan memungkinkan karyawan untuk bekerj...
Twitter perkirakan pertumbuhan pengguna melambat pada 2021
Rabu, 10 Februari 2021 - 12:37 WIB
 Twitter melaporkan berhasil melampaui perkiraan penjualan dan laba perkuartalan, namun memperkirak...
Langkat jadi pilot project penggunaan aplikasi `Strategis` untuk program sembako
Rabu, 10 Februari 2021 - 10:45 WIB
Kementerian Sosial menunjuk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sebagai satu-satunya kabupaten/kota di...
Google desain ulang hasil pencarian di seluler
Sabtu, 23 Januari 2021 - 18:55 WIB
Google mendesain ulang tampilan hasil pencarian pada perangkat seluler.
Dukung ekonomi kerakyatan, NU-Zamedia luncurkan `Nahdlyin Smartbox`
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:24 WIB
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan  serta mencetak usahaw...
Telegram dan Signal naik, setelah WhatsApp perbarui kebijakan privasi
Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:38 WIB
Aplikasi perpesanan Telegram dan Signal dilaporkan mengalami peningkatan penggunaan yang tiba-tiba s...
Adobe Flash Player tamat mulai 12 Januari
Sabtu, 02 Januari 2021 - 16:34 WIB
Adobe mengumumkan mereka tidak lagi memberikan dukungan untuk Flash Player setelah 31 Desember 2020,...
PeduliLindungi memuat daftar penerima vaksin tahap awal
Sabtu, 02 Januari 2021 - 14:11 WIB
Platform pelacakan sebaran virus corona dari pemerintah, PeduliLindungi, kini bisa digunakan untuk m...
Instagram luncurkan notifikasi baru tentang informasi COVID-19
Jumat, 18 Desember 2020 - 12:35 WIB
Instagram mengumumkan dua fitur baru untuk membantu memerangi misinformasi COVID-19.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV