Kemenperin racik IKM pangan inovatif lewat Kompetisi IFI 2020
Elshinta
Selasa, 15 Desember 2020 - 12:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kemenperin racik IKM pangan inovatif lewat Kompetisi IFI 2020
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian menginisiasi program Indonesia Food Innovation (IFI) bagi industri kecil dan menengah (IKM) pangan dengan melibatkan akademisi, praktisi, dan industri pangan. Melalui pembinaan dan pendampingan intensif di sisi teknis dan bisnis oleh para pakar profesional, para peserta program IFI 2020 diharapkan bisa meningkatkan kapabilitasnya dalam mengembangkan industrinya.

IFI merupakan program akselerasi bisnis yang ditujukan bagi industri kecil menengah (IKM) pangan yang mempunyai inovasi produk dan/atau proses, serta menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan baku utamanya. ”Sehingga IKM pangan ini siap untuk peningkatan skala bisnis menuju IKM modern yang marketable, profitable dan sustainable,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih pada acara Penghargaan IFI 2020 di Jakarta, Senin (14/12).

Dari total 2.048 pendaftar, terpilih 40 IKM pangan yang terdiri dari 10 kategori intermediate product dan 30 kategori end product. Sebanyak 40 IKM ini telah mengikuti food camp pada bulan November, dan mengikuti beberapa tahapan penilaian lainnya selama food camp tersebut.

”Sehingga terpilih 20 IKM yang dikerucutkan lagi menjadi tiga IKM terbaik dari masing-masing kategori,” ungkap Gati. Tiga besar di setiap kategori ini dipilih berdasarkan nilai hasil penilaian selama mengikuti food camp dengan mempresentasikan pemahaman peserta tentang implementasi food business creation dan food business process improvement pada usaha mereka. 

Kemudian, peserta melanjutkan presentasi tentang rencana business acceleration yang dinilai oleh para pakar profesional di bidang pangan. ”Ketiga IKM tersebut mendapat hadiah berupa uang pembinaan dan food business scale up yang meliputi coaching, mentoring, dan fasilitasi pada tiga aspek yaitu manajemen, legal dan networking,” imbuhnya.

Gati menjelaskan, coaching lanjutan tidak hanya diberikan kepada tiga IKM terbaik, tetapi juga diberikan kepada 20 IKM terbaik yang mendapatkan berbagai prioritas untuk mengikuti akselerasi lanjutan pengembangan bisnis melalui coaching dan mentoring eksklusif scaling up usaha.

”Selanjutnya, mereka memperoleh fasilitasi sertifikasi HACCP atau sertifikat lain yang dibutuhkan dalam peningkatan daya saing serta mengikuti berbagai macam event pameran, investor matchmaking, dan fasilitasi membership e-commerce global,” papar Gati dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (15/12). 

Menurutnya, nilai tambah suatu produk mempunyai andil besar dalam mendorong kemajuan IKM pangan di Indonesia. Di samping itu, eksistensi inovasi dapat menjadi alat yang tepat dalam penciptaan nilai tambah. ”Untuk itu, Ditjen IKMA mengambil langkah nyata dalam penguatan inovasi IKM pangan melalui program IFI 2020, yang ditujukan untuk mendorong pemahaman IKM pangan mengenai pentingnya branding yang dapat memberikan value di mata konsumen,” terangnya.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM pangan saat ini mencapai 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM di Indonesia. ”Tentu mereka telah memberikan sumbangsihnya dalam kemajuan industri pangan nasional, dan memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia,” tegas Gati. 

Lebih lanjut, produk IKM pangan Indonesia terbuka luas untuk dapat memenuhi pasar dalam negeri dan juga untuk masuk ke pasar ekspor. Oleh karenanya, IKM pangan diharapkan telah memiliki kesiapan dan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas, membangun branding, melakukan adaptasi, memperkuat inovasi, serta mampu dalam membaca tren dan kebutuhan pasar saat ini.

Acara pemberian penghargaan IFI 2020 ini juga diisi dengan talkshow yang membahas tentang investasi dan juga sesi motivasi yang memberikan pengetahuan tambahan kepada para peserta dalam melakukan scaling-up industri mereka. Narasumber talkshow yang hadir yaitu Direktur PT Lima Ventura, Yan Rezky Fahza dan CEO Bizhare, Heinrich Vincent selaku investor serta elaku pengusaha pangan olahan yang berkembang melalui investasi dari crowdfunding platform Bizhare. Selain itu, hadir pula Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman yang berbagi pengalaman dan motivasi membesarkan bisnis di bidang industri pangan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mendag: Stok dan harga bahan pokok stabil selama PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 18:09 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memaparkan stok dan harga bahan kebutuhan pokok relatif ...
Rupiah menguat pada hari pertama perpanjangan PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 17:58 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat pada hari pertama perpanj...
Erick Thohir: Bank BUMN jadi kontributor terbesar penyaluran KUR
Senin, 26 Juli 2021 - 17:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengungkapkan bahwa bank-bank BUMN menjadi penyalur te...
Ekstensifikasi garam NTT untuk ganti impor
Senin, 26 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mayoritas potensi produksi garam di Nusa Tenggara Timur belum dimanfaatkan. Padahal, provinsi itu sa...
Wagub DKI: 90 persen bantuan sosial tunai telah tersalurkan
Senin, 26 Juli 2021 - 15:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi w...
IHSG menguat 0,14% ke 6.110 pada sesi I hari ini 
Senin, 26 Juli 2021 - 14:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 8,48 poin atau 0,14% ke 6.110,17 pada akhir perda...
Tengah hari, rupiah spot berbalik arah menguat tipis ke Rp 14.485 per dolar AS 
Senin, 26 Juli 2021 - 14:48 WIB
Rupiah spot berbalik menguat pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/7). Pukul 12.10 WIB, rupiah ...
Pengusaha pertanyakan aturan makan 20 untuk pengunjung saat PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 13:35 WIB
Sejumlah pengusaha rumah makan mempertanyakan aturan waktu selama 20 menit untuk pengunjung menyanta...
Pengelola buka kembali Pasar Tanah Abang hingga pukul 15.00 WIB
Senin, 26 Juli 2021 - 12:50 WIB
Pengelola membuka kembali operasional kegiatan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hingga pukul 15.00 W...
Rupiah Senin pagi melemah 17 poin
Senin, 26 Juli 2021 - 09:45 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 17 poin
Live Streaming Radio Network