Pelaku UKM Bogor didorong tembus pasar nasional dan internasional
Elshinta
Sabtu, 19 Desember 2020 - 14:15 WIB |
Pelaku UKM Bogor didorong tembus pasar nasional dan internasional
Ketua HIPMI Kota Bogor Zulfikar Priyatna memberikan penjelasan mengenai manajemen dan produksi UKM pada sosialisasi Sertifikasi Halal kepada para pelaku UKM Kota Bogor, di Kota Bogor, Sabtu (19/12/2020). (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Elshinta.com - Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dapat meningkatkan kemampuan manajemen dan kualitas produksi sehingga dapat menembus pasar nasional dan bajkan internasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi sertifikasi halal yang diselenggarakan di Kota Bogor selama tiga hari, pada Jumat, Sabtu, dan Senin,18-19 dan 21 Desember 2020. Sosialisasi sertifikasi halal tersebut diikuti oleh sekitar 80 pelaku UKM di Kota Bogor terutama UKM kuliner.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Samson Purba, di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan, sosialisasi sertifikasi halal ini diselenggarakan untuk menyiapkan para pelaku UKM memiliki kemampuan manajemen serta kualitas produksi yang lebih baik.

Para pelaku UKM yang memenuhi persyaratan akan diberikan sertifikasi halal untuk usahanya.

"Sertifikasi halal ini menjadi persyaratan dan indikator yang diperhitungkan, untuk penjualan produk di pasar nasional, apalagi ke pasar internasional," katanya.

Samson memperkirakan, pada 2021 pandemi COVID-19 sudah menurun dan memasuki fase normal baru, sehingga perdagangan akan tumbuh lebih baik. Menyikapi situasi tersebut, kata dia, para pelaku UKM di Kota Bogor yang saat ini mengalami kesulitan pemasaran produknya, perlu diberikan pembekalan sertifikasi halal.

Samson melihat, sebagian besar pelaku UKM di Kota Bogor pasarnya masih seputar Bogor dan sekitarnya.

"Kalau kemampuan manajemen dan kemampuan produksinya ditingkatkan, maka bisa menembus pasar nasional, dan bisa juga ke pasar internasional," katanya.

Untuk memasuki kualifikasi tersebut, menurut dia, maka pelaku UKM harus memiliki sejumlah persyaratan, antara lain, sertifikasi halal dan izin produksi industri rumah tangga (PIRT).

Sementara itu, Ketua HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna, menuturkan, UKM di Kota Bogor memiliki potensi besar memasuki pasar nasional dan diupayakan untuk dapat menembus pasar internasional.

Zulfikar melihat, produksi industri ekonomi syariah dengan basis sertifikasi halal dari Indonesia yang menembus pasar internasional nilai perdagangannya mencapai 250 miliar dolar AS, sedangkan untuk produk makanan berbasis sertifikasi halal nilai perdagangannya mencapai 175 miliar dolar AS. "Perdagangan ini terus bertumbuh," katanya.

Zulfikar menjelaskan, ketika dirinya mengikuti rombongan misi perdagangan ke Korea Selatan, dia melihat di negara tersebut telah membangun Halal Center, padahal penduduk Korea mayoritas non-muslim. "Pasar berpandangan, sertifikasi halal itu tidak hanya terkait dengan agama, tapi yang lebih utama adalah faktor kulitas, kebersihan, dan kesehatan," katanya.

Karena itu, Zulfikar bertekad para pengusaha, termasuk pelaku UKM di Kota Bogor, memiliki sertifikasi halal dalam menjalankan usahanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BNI Manado harap UMKM bisa jadi Agen 46
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:27 WIB
PT BNI Kanwil Manado mengharapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa menjadi Agen 4...
Kemenkop UKM ingin peningkatan pembiayaan UMKM hingga 30 persen
Jumat, 26 Februari 2021 - 21:56 WIB
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mendorong agar realisasi pemberian kredit kepada p...
UMKM bambu binaan BI di NTB eksis ekspor selama pandemi
Jumat, 26 Februari 2021 - 20:04 WIB
Kelompok Wanita Tani Insan Mandiri salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bank Indo...
Presiden ingin transformasi digital sasar jutaan UMKM
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:11 WIB
Presiden mengatakan transformasi digital adalah pintu bagi UMKM agar bisa masuk dalam marketplace...
Ganjar minta `rest area` dikelola masyarakat untuk kembangkan UMKM
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:47 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola jalan tol di wilayah Jateng agar mengizinkan m...
Dispar Bali dukung Pameran IKM `Bali Bangkit 2021`
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:14 WIB
Dinas Pariwisata Provinsi Bali mendukung pameran IKM \"Bali Bangkit 2021\" karena pameran yang diada...
Permintaan Herbal serbuk biji salak di Boyolali meningkat
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:54 WIB
Usaha ramuan herbal dengan bahan biji buah salah yang diproduksi menjadi serbuk berkasiat di Dukuh G...
Pelaku UKM bertahan dengan memanfaatkan momen dan dunia digital
Rabu, 17 Februari 2021 - 12:15 WIB
Memanfaatkan dunia digital dan menciptakan produk sesuai momen yang sedang berlangsung menjadi cara ...
Jateng gelar UKM Virtual Expo 2021 genjot perekonomian
Selasa, 16 Februari 2021 - 17:56 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah kembali menggelar UK...
Pemkot Bandung bantu pasarkan produk UMKM di apotek
Senin, 15 Februari 2021 - 18:14 WIB
Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, akan membantu memasarkan produk makanan dari para pelaku usaha ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV