Pandemi dorong pelaku UKM manfaatkan fintech
Elshinta
Minggu, 20 Desember 2020 - 07:30 WIB |
Pandemi dorong pelaku UKM manfaatkan fintech
Pelaku UMKM beralih ke fintech untuk layanan pembiayaan. ANTARA/ Ganet Dirgantoro

Elshinta.com - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE - IBS), Dr. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono mengatakan pandemi COVID-19 telah mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memanfaatkan layanan teknologi finansial (financial technology/ fintech).

"Telah terjadi pergeseran layanan pembiayaan dari perbankan ke perusahaan tekfin (teknologi finansial)," kata Kusumaningtuti dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Kusumaningtuti yang berbicara dalam acara penyerahan beasiswa kepada 30 mahasiswa STIE - IBS Kemang Jakarta Selatan sumbangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan perusahaan tekfin sampai dengan 5 November 2020 yang telah terdaftar dan berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebanyak 154.

"Angka itu termasuk besar, di mana kehadiran Fintech membawa inovasi dan perubahan pada industri keuangan dan perbankan dengan meningkatkan inklusi keuangan," ujar Kusumaningtuti.

Sedangkan, data OJK pada Oktober 2020 akumulasi penyaluran pinjaman nasional Oktober 2020 sebesar Rp137,66 triliun (naik 102,44 persen yoy) dimana angka partisipasi datang dari generasi muda 66 persen berusia 19 sampai 34 tahun baik sebagai peminjam maupun pemberi pinjaman.

Terjadinya pergeseran perilaku konsumen ke aktivitas digital menjadi peluang bagi industri keuangan digital. Riset IBS membuktikan bahwa kegiatan perbankan merupakan peringkat kedua tertinggi, dimana di dalamnya aktivitas digital bergeser dari semula 40 persen menjadi 100 persen.

Sementara itu, Ketua Klaster Pendanaan Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Reynold Wijaya menyebutkan transaksi per Oktober 2020 meliputi lenders (pemberi pinjaman) mencapai 698 ribu, sedangkan jumlah borrowers (penerima pinjaman) sebesar 39 juta.

"Yang menarik di sini adalah penyalurannya yang begitu cepat. Tercatat sebesar Rp137,66 triliun pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna. Walaupun dalam masa pandemi, namun disalurkan dengan begitu baik," kata Reynold yang juga CEO Modalku.

Bisa dibilang, angka Rp137,66 triliun merupakan angka yang cukup besar, namun faktanya, menurut Reynold, itu angka yang belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebutuhan yang ada di Indonesia.

"Ini benar-benar baru mulai, angka yang belum ada apa-apanya. Karena kita baru mulai, biasanya ada turun-naik, banyak gangguannya yang tidak bisa kita prediksi. Namun bila ini semakin matang gangguan akan mulai hilang, dipercaya OJK, masyarakat, dan regulator, sehingga kita bisa menghasilkan yang baik untuk Indonesia," jelasnya.

Menurut Reynold, industri fintech lending untuk berinovasi melalui akses pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Peluang pertumbuhan fintech cukup besar, karena masih ada 6,6 Juta UMKM dan 132 juta individu yang belum memiliki akses kepada kredit. Karena itu, seiring semakin maraknya digitalisasi, kolaboransi antara perbankan dan fintech akan semakin terbuka lebar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantu UMKM, tekfin Tokomodal salurkan pembiayaan Rp800 miliar
Sabtu, 06 Februari 2021 - 15:30 WIB
Perusahaan tekonologi finansial (tekfin) fintech peer to peer lending (P2P lending) Tokomodal s...
Pandemi dorong pelaku UKM manfaatkan fintech
Minggu, 20 Desember 2020 - 07:30 WIB
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE - IBS), Dr. Kusumaningtuti Sandriha...
Optimisme pendanaan startup di tengah pandemi
Senin, 02 November 2020 - 17:05 WIB
 Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia, AMVESINDO, melihat perusahaan rintisan di Indonesi...
P2P lending ini peroleh komitmen pendanaan Seri C senilai USD40 juta
Kamis, 23 April 2020 - 13:10 WIB
Peer to peer (P2P) lending ini telah memperoleh komitmen pendanaan Seri C sebesar USD 40 juta (atau ...
Tumbuh tiga kali lipat, Modalku konsisten danai jutaan UMKM Indonesia
Kamis, 30 Januari 2020 - 09:42 WIB
Grup Modalku menutup tahun 2019 dengan pencapaian penyaluran pinjaman sebesar lebih dari Rp 11 trili...
Platform P2P Cashwagon salurkan dana pinjaman hingga Rp1,5 T
Selasa, 21 Januari 2020 - 11:19 WIB
Selain sebagai platfotm P2P yang inovatif, Cashwagon juga ingin memberikan kontribusi positif  deng...
Tips Agar Usaha UMKM Go Online Bisa Berkembang lewat Dana Pinjaman Online
Rabu, 02 Oktober 2019 - 08:23 WIB
Perkembangan UMKM go online ini mendapat dukungan dari berbagai fintech marketplace dan peer to peer...
Ini komitmen BI untuk dorong ekonomi dan keuangan digital
Selasa, 24 September 2019 - 10:44 WIB
Dalam gelaran IFSE 2019, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan Bank Indonesia berkomitm...
IFSE 2019, inovasi keuangan digital untuk percepat inklusi keuangan
Selasa, 24 September 2019 - 09:49 WIB
Hadirnya inovasi-inovasi digital dalam sektor ekonomi, menyediakan alternatif jasa layanan keuangan,...
100 fintech meriahkan IFSE 2019
Senin, 23 September 2019 - 14:10 WIB
Pameran yang menghadirkan 100 perusahaan fintech, IFSE 2019 resmi dibuka di JCC Senayan. Gelaran ini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV