Belum diketahui penyebab matinya ikan di Raja Ampat
Elshinta
Selasa, 22 Desember 2020 - 07:45 WIB |
Belum diketahui penyebab matinya ikan di Raja Ampat
Ikan-ikan kecil mati mengapung di kawasan destinasi wisata Piaynemo Raja Ampat pada 13 Desember 2020. (Foto dari Masyarakat Raja Ampat)

Elshinta.com - Matinya ikan-ikan kecil secara mendadak di kawasan wisata Piaynemo Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, belum diketahui penyebab oleh masyarakat maupun lembaga-lembaga konservasi di daerah tersebut.

Para penyelam dan pemerhati lingkungan di Raja Ampat masih menduga bahwa fenomena kematian ikan-ikan kecil secara mendadak tersebut merupakan blooming algae atau adanya nutrisi berlebih dalam perairan sehingga menyebabkan populasi alga menjadi sangat banyak.

Lembaga Konservasi Conservation International Indonesia atau CI yang melakukan program konservasi di Raja Ampat mengatakan fenomena matinya ikan-ikan kecil di kawasan destinasi wisata Piaynemo Raja Ampat tersebut harus diteliti lebih lanjut oleh para ahli.

BHS Tourism and Capacity Building Manager Conservation International Indonesia, Meidiarti Kasmidi yang dihubungi Senin, mengatakan bahwa fenomena matinya ikan-ikan kecil di kawasan Piaynemo Raja Ampat tersebut belum diketahui penyebabnya.

Menurut dia, para pemerhati konservasi di Raja Ampat menduga bahwa kematian ikan-ikan kecil tersebut akibat blooming algae.

Namun, belum pasti dan akan didiskusikan dengan para ahli agar diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan kematian ikan-ikan kecil tersebut.

"Jika kematian ikan-ikan kecil itu karena blooming algae, bagaimana solusinya. Dan bila bukan tetapi pencernaan atau racun bagaimana pula cara mengatasinya," ujar dia.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat setempat perlu diedukasi agar tetap menjaga kualitas air dari sampah dan sanitasi yang masuk ke laut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Ini penjelasan Kadis LH soal ikan mabuk di Sungai Wampu
Minggu, 28 Februari 2021 - 07:46 WIB
Ikan mabuk disepanjang aliran sungai wampu Kabupaten Langkat, mulai hilir sampai hulu. Diduga kuat, ...
91 titik api ditemukan di enam kabupaten/ kota di Riau pada Sabtu
Minggu, 28 Februari 2021 - 07:12 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan terdapat 91 titik api yang ditemukan di e...
Menteri LHK ke Lumajang, Ketua DPRD: Mewujudkan perhutanan potensial dongkrak ekonomi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:56 WIB
Kedatangan Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ke Kabupaten Lumajang Jawa Ti...
Program Langit Biru edukasi warga gunakan BBM ramah lingkungan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:55 WIB
Program Langit Biru (PLB) Pertamina dinilai berhasil mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ...
BMKG: Terpantau 325 titik panas di Kalbar
Jumat, 26 Februari 2021 - 18:11 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalimantan Barat,...
Pemkot Bandung bentuk Satgas `Kang Pisman` di Hari Peduli Sampah Nasional
Jumat, 26 Februari 2021 - 12:35 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kang Pisman (Kurangi, Pisahka...
Pemkot Bandung lakukan perubahan paradigma pengelolaan sampah
Senin, 22 Februari 2021 - 15:48 WIB
Tepat 16 Tahun yang lalu, 21 Februari 2005 dunia dikejutkan dengan sebuah tragedi bencana yang diaki...
Menteri LHK: Perlu perubahan paradigma pengelolaan sampah di Indonesia
Senin, 22 Februari 2021 - 15:36 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan perlunya perubahan paradigma pe...
BMKG ingatkan lima provinsi siaga banjir pada 22-23 Februari
Minggu, 21 Februari 2021 - 22:32 WIB
Prakiraan Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di lima provin...
Hari Peduli Sampah, momentum kembangkan industri daur ulang terpadu
Minggu, 21 Februari 2021 - 08:56 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada setia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV