Dokter: Masyarakat perlu waspada penularan COVID-19 klaster keluarga
Elshinta
Senin, 28 Desember 2020 - 06:17 WIB |
Dokter: Masyarakat perlu waspada penularan COVID-19 klaster keluarga
Satgas COVID-19 Bengkulu cegah klaster keluarga. (Foto Antarabengkulu.com/Bisri Mustofa)

Elshinta.com - Dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr dr Anna Rozaliyani M.Biomed Sp.P mengingatkan bahwa masyarakat perlu mewaspadai penularan COVID-19 yang terjadi pada klaster keluarga.

Menurut Anna, dalam Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia tentang kesehatan lansia yang dilakukan secara daring dipantau di Jakarta, Minggu, masyarakat menganggap lingkup keluarga adalah yang paling aman dari penularan COVID-19.

Padahal, menurutnya, lingkungan keluarga juga masih memiliki risiko penularan COVID-19 apabila ada anggota keluarga yang masih bekerja atau berkegiatan di luar rumah dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar ketika di luar ataupun saat kembali ke rumah.

"Klaster keluarga kemudian muncul pada bulan September. Ketika orang menganggap keluarga adalah tempat yang paling aman, tapi tetap tidak steril dari kemungkinan virus masuk ke rumah karena masih ada anggota keluarga yang tertular kemudian kembali ke rumah," katanya.

Dia mengingatkan setiap anggota keluarga yang berkegiatan di luar rumah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan benar agar tidak pulang dengan membawa virus. Terlebih lagi ada kemungkinan anggota keluarga yang terkonfirmasi positif COVID-19, namun tidak menimbulkan gejala, sehingga merasa sehat-sehat saja, namun masih dapat menularkan anggota keluarga lain di rumah.

"Sebaiknya setelah berkegiatan di luar rumah, sampai rumah tidak melakukan apa-apa dulu langsung mandi, membersihkan diri," kata Anna yang juga bertugas sebagai dokter yang menangani pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet.

Dia menyebut kemungkinan anggota keluarga bisa menjadi "super spreader", yaitu pembawa virus dan bisa menularkan ke banyak anggota keluarga lainnya tanpa dia tahu dirinya sedang terinfeksi virus COVID-19. Anna mengingatkan bahwa anak-anak bisa saja menjadi "super spreader" tersebut.

Walaupun 80 persen pasien COVID-19 hanya menimbulkan gejala ringan hingga sedang dan bisa pulih, ada 20 persen kasus yang mengalami gejala berat, yaitu sebanyak 15 persen mengalami gejala berat dan 5 persennya harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

Anna meminta masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko tinggi ketika tertular, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. "Kasus berat dan kematian meningkat pada orang dengan penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit paru kronis, hipertensi, kanker, dan usia di atas 60 tahun dan satu lagi kondisi yang memperburuk, yaitu obesitas atau kegemukan," kata dia.

Dokter Anna bersama dengan sejumlah dokter dari FKUI lainnya memberikan penyuluhan kepada lansia pada Posbindu lansia di beberapa tempat, yaitu Depok, Bekasi, dan Jakarta sebagai program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia.

Dalam program dengan tema Kesehatan Ramah Lansia untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kualitas Hidup Lansia - Upaya Pemberdayaan Posyandu Lansia, kelompok masyarakat lansia diberikan edukasi melalui penyuluhan daring mengenai peningkatan kesehatan pada lansia.

Beberapa penyuluhan yang dilakukan memberikan pemahaman mengenai pola makan atau asupan nutrisi pada lansia, pola hidup yang harus dilakukan lansia, hingga upaya pencegahan terhadap COVID-19.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
130 ribu warga akan jalani vaksinasi tahap II di Bandung
Jumat, 26 Februari 2021 - 13:58 WIB
Menjelang pelaksanaan vaksinasi tahap 2, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah menerima data d...
Tingkatkan pelayanan, DPMP2TSP Langkat sosialisasi standar pelayan perizinan
Jumat, 26 Februari 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TS...
Satgas Covid-19 Pemkot Bandung bahas penyegelan tempat usaha yang langgar prokes
Jumat, 26 Februari 2021 - 12:58 WIB
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku sedang dalam proses ...
Kemensos bantu korban banjir di Karawang
Jumat, 26 Februari 2021 - 12:45 WIB
Luapan air dari Sungai Citarum dan Cibeet kembali mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kabupate...
Jelang peralihan musim, Polda Sulut gelar apel kesiapan antisipasi karhutla 
Jumat, 26 Februari 2021 - 12:26 WIB
Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, Polda Sulawesi Utara menggelar apel kesia...
Geser Singkawang, Salatiga raih `Kota Tertoleran` pertama se-Indonesia
Jumat, 26 Februari 2021 - 11:24 WIB
Wakil Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Muh Haris menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diber...
FAGI Jabar minta guru minta vaksin Covid-19 tidak dipolitisasi
Jumat, 26 Februari 2021 - 10:46 WIB
Masih ada guru di Jawa Barat yang tidak bersedia mengikuti program pemerintah divaksinasi COVID-19 g...
ASN Bojonegoro serentak divaksin Covid-19
Jumat, 26 Februari 2021 - 10:37 WIB
Ratusan ASN dari sejumlah OPD dan staff Kecamatan di Bojonegoro, Kamis (26/2) mendapatkan vaksinasi...
Pakar kesehatan nilai vaksinasi untuk lansia langkah tepat
Jumat, 26 Februari 2021 - 09:50 WIB
Pemerintah telah melakukan program vaksinasi Covid-19 bagi para lansia lanjut usia yang diawali peny...
TNI/Polri ajak warga Timika aktifkan poskamling jaga kamtibmas
Jumat, 26 Februari 2021 - 08:36 WIB
Prajurit TNI Babinsa Koramil 1710-02/Timika bersama personel Polri Bhabinkamtibmas mengajak warga di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV