BNPT: Terorisme halalkan segala cara untuk himpun dana
Elshinta
Senin, 28 Desember 2020 - 18:30 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
BNPT: Terorisme halalkan segala cara untuk himpun dana
Ilustrasi - Salah satu kotak amal. ANTARA/Nurjali/pri.

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut terorisme dapat menghalalkan segala cara dalam menghimpun dana yang mereka butuhkan.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris, di Jakarta, Senin, mengatakan penyalahgunaan kotak amal dari kedermawanan warga negara Indonesia merupakan contoh bagaimana terorisme menghalalkan segala cara untuk menghimpun dana. Bahkan, memanfaatkan istilah-istilah yang dianggap suci.

Penyalahgunaan kotak amal untuk pendanaan terorisme perlu segera ditertibkan, terkhusus, menertibkan kotak amal di "minimarket" atau toko swalayan. Biasanya, pembeli terpaksa berderma karena tidak ada uang kembalian.

Irfan Idris mengatakan, selain toko swalayan, kotak amal di rumah ibadah dan sekolah juga perlu ditertibkan. Namun, kotak amal di rumah ibadah tidak bisa digeneralisasi.

Ia pun mengimbau agar tidak mudah terbujuk rayu kotak amal dengan simbol-simbol agama. Jadi, sebaiknya berderma kepada keluarga terdekat atau fakir miskin di sekitar agar tepat sasaran.

"Kalau mau menyumbang, langsung saja ke keluarga dan fakir miskin, langsung tepat sasaran," ucap Irfan dalam diskusi Alinea Forum ‘Membajak Kedermawanan Rakyat; Eksistensi Kelompok Teror dan Penggalangan Pendanaan’.

Meski hanya Rp200-500, sumbangan ke kotak amal toko swalayan dapat terkumpul sangat banyak, karena jumlahnya ribuan.

Sedangkan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menyebut kotak amal untuk kegiatan terorisme merupakan bagian kecil dari gerakan menghimpun dana.

Untuk menghidupkan ideologi radikal-intoleran perlu sokongan dana dan geliat kegiatan teror. Jejaring pendanaan untuk kegiatan terorisme memang sudah banyak dipatahkan aparat keamanan.

Tak terkecuali via digital. Namun, keterlibatan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pendanaan gerakan terorisme juga perlu diwaspadai.

“Yang jauh berbahaya (dari pada kotak amal) adalah keterlibatan perusahaan besar, swasta, dan negara, yang dikutip dari 'CSR'-nya (t6anggung jawab sosial perusahaan) untuk yang tidak secara langsung pada gerakan militer-nya (jejaring teroris), tetapi terlibat dalam gerakan untuk tataran doktrin, nah, kita tidak boleh lengah,” tutur-nya.

Selain dari kotak amal, pendanaan terorisme pun bisa dihimpun dari berbagai kejahatan. Misalnya, investasi bodong berkedok syariah yang kerap hanya ditilik sebagai kejahatan ekonomi.

Menanggapi itu, mantan amir Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) Haris Amir Falah mengaku tidak kaget ketika mendengar terbongkar-nya modus kotak amal untuk penggalangan dana terorisme dan dia berkeyakinan hal ini bukan sebuah rekayasa.

Modus penggalangan dana gerakan terorisme melalui kotak amal, hanya salah satu cara gerakan radikalisme dalam mencari uang. Modus pencarian dana gerakan radikalisme dinilai sudah bermutasi dengan cara melalui gerakan yayasan.

Salah satu contohnya seperti Yayasan Pendidikan Pesantren Al Zaitun besutan Abu Maarik alias Abu Toto alias Syamsul Alam alias Abdus Salam alias Panji Gumilang, yang juga dikenal pemimpinan NII KW9.

"Itu NII KW9 Toto Abdulsalam membuat bukan puluhan ribu. Bahkan ratusan ribu kotak amal yang dia buat. Kemudian ratusan yayasan juga dia buat yang disebarkan di seluruh Indonesia," ujar Haris.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat: Andi Sudirman paling `diuntungkan` kasus Gubernur Sulsel
Minggu, 28 Februari 2021 - 10:46 WIB
Pengamat politik Universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto mengatakan kasus penangkapan Gubernur Sul...
Ketua DPRD: Kerumunan warga di Maumere NTT merupakan reaksi spontan
Minggu, 28 Februari 2021 - 00:01 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Emilia Nomleni menilai bahwa k...
Presiden minta dukungan NU sukseskan vaksinasi massal
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:49 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dan mengharapkan dukungan para ulama dan keluarga besar Nahdla...
HUT PDIP di Jateng dimeriahkan 10 macam lomba virtual
Sabtu, 27 Februari 2021 - 22:43 WIB
Peringatan hari jadi ke-48 PDI Perjuangan di Jawa Tengah (Jateng) dimeriahkan dengan 10 macam lomba ...
Bupati Wonosobo minta dikritik wartawan agar tak terjerumus korupsi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:53 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang baru dilantik Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Jum...
Usai dilantik, Bupati Sergai siap perbaiki sistem administrasi kependudukan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 12:55 WIB
Bupati Serdang Bedagai Haji Darma Wijaya bersama wakilnya Haji Adlin Umar Yusri Tambunan bakal seger...
Wagub Papua mendorong putra-putri Papua jadi anggota TNI dan Polri
Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:44 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinai mendorong putra-putri Papua mendaftarkan diri menjadi angg...
Gubernur NTT lantik 5 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020  
Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:36 WIB
Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengambil sumpah dan melantik 5 pasangan Bupati dan ...
 Ridwan Kamil: Jadilah pemimpin yang turun tangan, bukan tunjuk tangan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:25 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melantik lima kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada Serenta...
Aziz-Mansyur resmi pimpin Kota Magelang
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:25 WIB
Muchammad Nur Aziz dan M. Mansyur (Aziz-Masnyur) resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kot...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV