Pemerintah siapkan 426 juta vaksin COVID-19
Elshinta
Selasa, 29 Desember 2020 - 16:39 WIB |
Pemerintah siapkan 426 juta vaksin COVID-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Elshinta.com - Pemerintah menyiapkan 426 juta vaksin COVID-19 untuk sekitar 181 juta orang penduduk Indonesia agar dapat menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa, mengemukankan dengan memperhitungkan bahwa 1 orang membutuhkan 2 dosis dan memperhitungkan 'guideline' WHO, kita persiapkan 15 persen cadangan, maka total vaksin yang diperlukan sekitar 426 juta dosis.

"Dari 269 juta warga Indonesia, kalau kita mau mengejar 'herd immunity' usia di atas 18 tahun ada 188 juta, dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, lalu yang pernah COVID-19, kita keluarkan ibu-ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," kata Budi.

Menurut Budi, jumlah tersebut adalah angka yang sangat besar dan pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan agar mendapat dosis vaksin yang mencukupi.

Terdapat 5 jalur pengadaan vaksin yang sudah dikerjakan pemerintah, yaitu 4 jalur bilateral dan 1 jalur multilateral.

"Dari 4 jalur bilateral itu kita sudah tanda tangan kontrak dengan Sinovac untuk 125 juta vaksin dan punya opsi menambahkannya, kita juga sudah tanda tangan dengan Novavax untuk 100 juta dosis dan ada porsi yang pasti kita ambil dan ada porsi opsi," tambah Budi.

Ketiga, akan segera ditandatangani kontrak dengan AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis vaksin dengan rincian 50 juta dosis bersifat "firm" sebagian opsi.

Pemerintah juga segera melakukan penandatangan kontrak dengan perusahaan BioNtech Pfizer untuk 100 juta dosis dimana 50 juta dosis adalah "firm" dan sisanya opsi.

Finalisasi kontrak dengan AstraZeneca dan Pfizer akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Jadi total sekitar 400 juta dosis vaksin, 100 juta akan didatangkan dari China, 100 juta dari Novavax, yaitu perusahaan Amerika-Kanada, 100 juta dari AstraZeneca, yaitu perusahaan dari Inggris, 100 juta lagi dari Pfizer sebagai perusahaan gabungan dari Jerman dan Amerika," jelas Budi.

Kesepakatan dengan 4 perusahaan berbeda itu dilakukan untuk menjamin keterjaminan kedatangan vaksin.

"Diharapkan vaksin-vaksin datang secara bertahap ke Indonesia dan segera melakukan penyuntikan ke seluruh rakyat Indonesia, yakni 181 juta yang tadi saya sampaikan, sehingga kita harapkan di awal tahun depan semua proses kesiapan pengadaan vaksin sudah selesai," kata Budi.

Sedangkan dengan pendekatan multilateral, Indonesia masuk ke dalam kerja sama GAVI COVAX Facility yang memberikan vaksin secara gratis kepada negara-negara anggotanya.

"Angkanya masih bergerak mengenai berapa yang diberikan ke Indonesia, tapi 'range-nya' 3 persen dari populasi, artinya sejumlah 16 juta dosis sampai 12 persen populasi atau 100 juta dosis, karena itu kita buat kontrak dengan 'opsi' dari suplier vaksin supaya ada kepastian pengadaan dari GAVI yang gratis, maka kita tidak perlu ambil dari perusahaan," ungkap Budi.

Artinya, menurut Budi, Indonesia sudah mengamankan sekitar 330 juta dosis secara "firm" dan 330 juta dengan "opsi".

"Sehingga, kita sudah 'secure' 660 juta. Kita ada 'buffer' yang cukup kalau ada beberapa sumber yang kemudian gagal diuji klinisnya atau tertunda proses 'deliver-nya'," tambah Budi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Abdul Ghoni pimpin Forkabi 2021-2026
Kamis, 25 Februari 2021 - 14:57 WIB
Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni resmi terpilih sebagai pemimpin dari organisa...
Pelaku penembakan satwa liar dilindungi di NTT dikenai sanksi adat
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:06 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi saksi berlangsung...
Desa Senaru `surga wisata alam` di utara Pulau Lombok
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:41 WIB
Menyebut nama Desa Senaru khusus kalangan pendaki gunung, tentunya sudah tidak asing. Karena bagi pe...
Kakek 81 tahun di Payakumbuh tabung uang Rp82 juta bawa karung
Minggu, 21 Februari 2021 - 19:56 WIB
Seorang kakek tuna rungu di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat bernama Palyuri (81) sempat men...
Untuk lansia, Mensos resmikan agrowisata di Budhi Dharma Bekasi
Sabtu, 20 Februari 2021 - 13:12 WIB
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meresmikan Agrowisata Lansia di Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi ...
Tariqat Mufaridiah ajak masyarakat berantas narkoba
Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:55 WIB
Mendengar Bupati Langkat Terbit Rencana PA, terus diterpa isu miring. Usai menyerukan dan mengajak s...
14 ribu jemaah haji khusus didaftarkan prioritas vaksinasi 
Jumat, 19 Februari 2021 - 17:35 WIB
Jemaah haji khusus yang telah melunasi biaya haji 1441H/2020M dan tertunda keberangkatannya karena p...
Ormas Islam datangi DPRD Sumbar terkait SKB tiga menteri
Jumat, 19 Februari 2021 - 16:54 WIB
Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan...
Menko PMK Muhajir Efendi pastikan Candi Borobudur bukan tempat ibadah
Jumat, 19 Februari 2021 - 09:46 WIB
Candi Borobudur di Kabupaten Magelang  bukan merupakan tempat ibadah umat Budha. Tempat ibadah bagi...
Kemensos targetkan 300 unit kursi roda elektrik untuk anak disabilitas
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:34 WIB
Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Jawa Barat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemens...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV