10 kontainer kerupuk udang, bukti flagship Indonesia masih kondang
Elshinta
Kamis, 31 Desember 2020 - 07:00 WIB |
10 kontainer kerupuk udang, bukti flagship Indonesia masih kondang
Ilustrasi - Produk makanan dari Indonesia membanjiri pusat perbelanjaan di Beijing, China, menjelang Tahun Baru Imlek pada 20 Januari 2020. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Elshinta.com - Mungkin nama Papatonk terbilang asing di telinga orang Indonesia, meskipun dalam bahasa Sunda artinya capung.

Akan tetapi di China nama Papatonk sudah tidak asing lagi. Tinggal ketik nama Papatonk di kolom pencarian Taobao, platform belanja daring milik raksasa e-dagang Alibaba, banyak sekali ditemukan berbagai jenis produknya.

Jangan salah sangka, Papatonk di China bukan hewan jenis serangga bersayap dua dan berbadan panjang yang sering kali menjadi santapan burung kayak disebut dalam bahasa Sunda itu.

Papatonk di China adalah produk kerupuk udang yang dalam beberapa tahun terakhir ditahbiskan sebagai "The official snack ambassador for Indonesian Tourism".

Papatonk diproduksi oleh PT United Harvest Indonesia dan tentu saja dibuat dan dikemas di Indonesia, tepatnya di Sentul, Jawa Barat.

Inilah salah satu flagship atau produk unggulan Indonesia yang sampai saat ini masih berkibar di China bersama dengan Indomie (mi instan), Kapal Api (kopi), Nabati (biskuit), dan Yan Taitai (sarang burung walet).

Produk-produk tersebut sudah melewati berbagai rintangan dan tantangan selama pandemi.

Selain itu, mereka bisa bertahan karena selalu mengikuti tren dan perubahan pola hidup masyarakat China.

Bayangkan, di tengah pandemi yang tentu saja menurunkan daya beli masyarakat China, Papatonk masih bisa menjual 10 kontainer kerupuk udang di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Uniknya, 10 kontainer kerupuk udang merek Papatonk itu terjual hanya dalam tempo enam menit.

Kiatnya, ternyata cuma satu, yaitu mengikuti perubahan pola dagang di China yang saat ini sudah mengandalkan model promosi via video streaming.

"Selama pandemi, hampir semua toko dan sekolah di China tutup. Tidak bisa kita jualan kayak dulu lagi," kata Liky Sutikno selaku Chairman Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham) dalam forum virtual tentang Prospek Indonesia-China yang digelar Kedutaan Besar RI di Beijing pada 23 Desember 2020.

Setelah mendapatkan transaksi hingga 10 kontainer kerupuk udang, Papatonk harus punya komitmen agar tetap mendapatkan kepercayaan dari konsumennya di China.

Sepuluh kontainer kerupuk udang itu harus segera tersedia dalam jangka waktu dua pekan sejak pertama kali ditransaksikan.

Kalau tidak, maka bukan hanya tidak lagi dipercaya, melainkan juga harus bayar denda.

Tidak sedikit perusahaan Indonesia, terutama dari kalangan UMKM masuk China hanya coba-coba tanpa punya konsep dan perencanaan yang matang.

Setelah produk dinyatakan layak masuk pasar, ternyata gagal memenuhi permintaan, terutama dari segi kuantitas.

"Dulu saya pernah dukung UMKM masuk China bawa arang. Begitu di sana butuh satu juta arang, UMKM kita ga ada yang sanggup," kata Tahir MBA selaku Ketua Umum Kadin Indonesia Komite Tiongkok dalam forum yang digelar melalui aplikasi Zoom itu.

Naik Kelas
Selain produk-produk unggulan di atas, ada juga kuliner khas Nusantara yang bisa diterima di pasar China, seperti yang disajikan restoran The Pawon.

Pawon yang dalam bahasa Jawa berarti dapur mampu mengemas makanan pasar bisa naik kelas.

Bersaing di Shanghai bukan main-main. Itu kota terkaya dan termaju di China sehingga persaingan bisnisnya pun ketatnya tingkat dewa.

Sudah ada beberapa bisnis kuliner Indonesia yang berguguran di salah satu pusat keuangan dunia itu.

Uniknya, The Pawon didirikan di tengah melemahnya perekonomian China akibat pandemi.

Sejak mulai dibuka di Distrik Changning pada Mei, restoran yang menyajikan makanan khas Nusantara, mulai dari klepon, lumpia, bakwan, sate ayam/kambing, rendang, hingga sup buntut tersebut sampai saat ini tidak pernah sepi pembeli.

Bahkan saat ANTARA berkunjung ke restoran tersebut pada 19 Desember 2020 harus menunggu hingga 20 menit agar bisa mendapat tempat karena saking banyaknya pengunjung.

"Konsep kami sederhana, bagaimana makanan tradisional ini dikemas secara modern," tutur Edwin Senjaya, pemilik The Pawon.

Cara penyajiannya pun disesuaikan sedemikian rupa agar konsumen tidak pernah lupa.

Lazimnya, sup buntut disajikan bersama ekor sapi dengan kuah panas dalam satu mangkuk. Namun, The Pawon punya cara tersendiri, ekor sapi yang sudah dimasak cincang diwadahi mangkuk. Lalu pelayan menuangkan sup melalui cerek tembikar.

Harga pun terdongkrak karena cita rasa dan tentu saja cara saji tadi.

Papatonk dan The Pawon, sedikit di antara brand Indonesia yang berhasil karena kejelian membaca pasar di China yang sangat rumit dan ketat.

Tidak sedikit pula produk-produk Indonesia yang gagal menembus pasar China karena tidak mampu melewati rintangan.

Kedutaan Besar RI di Beijing mencatat enam kasus produk Indonesia gagal masuk China sepanjang 2020 karena terkontaminasi COVID-19. Semuanya itu adalah produk makanan beku.

Meskipun demikian, catatan perdagangan Indonesia-China relatif membaik selama tahun ini pula.

Dengan nilai perdagangan bilateral kedua negara pada periode Januari-November 2020 sebesar 69,4 miliar dolar AS, Indonesia mampu mengurangi defisit neraca perdagangan dengan China hingga 66,67 persen dibandingkan dengan selama Januari-November 2019.

Boleh saja sebagian produk ikan beku masih terhambat di China karena ditemukan berbagai kasus COVID-19 melalui cold-chain itu.

Namun bukan berarti peluang bagi pebisnis Indonesia tertutup karena masih ada celah dari buah-buahan tropis yang sangat dinantikan warga China.

Konsumen China sudah tidak sabar lagi merasakan manisnya buah naga dari Indonesia yang keran ekspornya sebenarnya sudah resmi dibuka pada tahun ini.

"Terlepas adanya standar yang makin ketat selama pandemi ini, kita bisa melihat peluang yang lebih cerah lagi dengan meningkatkan mutu agar kita bisa terus berkibar," kata Atase Perdagangan KBRI Beijing Marina Novira Anggraini optimistis.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tekan impor, Bahlil Lahadalia dorong industri aspal Buton
Senin, 01 Maret 2021 - 17:22 WIB
Menindaklanjuti visi besar Presiden RI, Joko Widodo terkait dengan transformasi ekonomi yang salah s...
Kepala BKPM RI harap Buton bisa menyuplai 50 persen aspal nasional
Senin, 01 Maret 2021 - 16:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia harap Provinsi Sulawesi Teng...
Sekjen FKMTI: Pengusutan kasus mafia tanah jangan sampai `masuk angin`
Senin, 01 Maret 2021 - 16:05 WIB
Prihatin terhadap nasib wong cilik  yang tanahnya hilang akibat dirampas para mafia tanah, Forum Ko...
Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk capai pemulihan
Senin, 01 Maret 2021 - 10:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama internasional...
Stasiun Madiun sediakan layanan GeNose guna deteksi penularan COVID-19
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:11 WIB
Stasiun Madiun di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun menyediakan layanan fasilitas pemeriksaan GeNose C19 ...
Pemprov Papua: Pengendalian cepat satu harga minimalisir disparitas
Minggu, 28 Februari 2021 - 12:46 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengharapkan gerakan pengendalian cepat menuju Papua Satu Harga ...
KAI Daop Surabaya tambah fasilitas GeNose di dua stasiun
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:57 WIB
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya menambah fasilitas pemeriksaan GeNose ...
Airlangga Hartarto motivasi lulusan UKSW berinovasi di tengah masyarakat
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:24 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto hadir secara virtual pada up...
Rencana pemerintah membuat rupiah digital dinilai positif
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:24 WIB
Langkah pemerintah melalui Bank Indonesia yang berencana membuat rupiah digital atau central bank di...
 Presiden Jokowi dukung Baznas, kampanyekan `Gerakan Cinta Zakat`
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:10 WIB
Presiden Jokowi mendukung Gerakan Cinta Zakat yang dikampanyekan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV