Harga kedelai naik, produksi tahu tempe alami kerugian
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 10:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Harga kedelai naik, produksi tahu tempe alami kerugian
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Perajin tahu tempe di Subang, Jawa Barat mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang nyaris tanpa perhatian pemerintah. Dikatakan Bapak Hapid, salah seorang perajin tahu di Kompleks Kopti yang berada di RT 53 RW 18 Kelurahan Cigadung Subang, selama dua bulan terakhir fluktuasi harga kedelai terjadi dari Rp7.000 per kilogram menjadi kisaran Rp9.000-an per kilogram.

Akibatnya, selama itu dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah. Kegiatan produksi selama dua bulan itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. “Dan kita harus memenuhi kebutuhan para karyawan yang berjumlah 4 orang,” ujar Hapid kepada Kontributor Elshinta.com, Teddy Widara, Sabtu (9/1).

Kemudian dia mengharapkan pemerintah segera melakukan tindakan meyelamatkan perajin dari lonjakan harga yang sangat signifikan. “Harusnya pemerintah jangan tinggal diam. Ini dolar (AS) gak naik. Kenapa (harga) kedelai naik? Ini ada apa?” katanya dengan nada masygul.

Dia meyesalkan sehingga masyarakat kecil menjadi sulit menikmati tahu dan tempe. Maka dari itu dia mengharapkan pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga kedelai. “Coba menteri ekonomi itu harus cepat tanggap. Jangan tinggal diam aja. Padahal sudah banyak keluhan. Kenapa dia aja?” imbuhnya. 

Kenaikan harga kedelai yang terjadi selama dua bulan lalu dari kisaran tujuh ribu rupiah menjadi sembilan ribu rupiah. Itu fluktuasi berubahnya sampai harian. Untuk harga hari ini mencapai Rp9.300 per kilogram. “Kita gak tahun besok berapa harganya?” keluhnya. 

Akibat kenaikan tersebut Hapid menyebutkan sekarang dirinya hanya  mampu menyetok bahan kedelai 3 kwintal. “Padahal biasanya kami bisa menyetok bahan kedelai satu ton,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tekan impor, Bahlil Lahadalia dorong industri aspal Buton
Senin, 01 Maret 2021 - 17:22 WIB
Menindaklanjuti visi besar Presiden RI, Joko Widodo terkait dengan transformasi ekonomi yang salah s...
Kepala BKPM RI harap Buton bisa menyuplai 50 persen aspal nasional
Senin, 01 Maret 2021 - 16:58 WIB
Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia harap Provinsi Sulawesi Teng...
Sekjen FKMTI: Pengusutan kasus mafia tanah jangan sampai `masuk angin`
Senin, 01 Maret 2021 - 16:05 WIB
Prihatin terhadap nasib wong cilik  yang tanahnya hilang akibat dirampas para mafia tanah, Forum Ko...
Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk capai pemulihan
Senin, 01 Maret 2021 - 10:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama internasional...
Stasiun Madiun sediakan layanan GeNose guna deteksi penularan COVID-19
Minggu, 28 Februari 2021 - 15:11 WIB
Stasiun Madiun di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun menyediakan layanan fasilitas pemeriksaan GeNose C19 ...
Pemprov Papua: Pengendalian cepat satu harga minimalisir disparitas
Minggu, 28 Februari 2021 - 12:46 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengharapkan gerakan pengendalian cepat menuju Papua Satu Harga ...
KAI Daop Surabaya tambah fasilitas GeNose di dua stasiun
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:57 WIB
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya menambah fasilitas pemeriksaan GeNose ...
Airlangga Hartarto motivasi lulusan UKSW berinovasi di tengah masyarakat
Minggu, 28 Februari 2021 - 08:24 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto hadir secara virtual pada up...
Rencana pemerintah membuat rupiah digital dinilai positif
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:24 WIB
Langkah pemerintah melalui Bank Indonesia yang berencana membuat rupiah digital atau central bank di...
 Presiden Jokowi dukung Baznas, kampanyekan `Gerakan Cinta Zakat`
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:10 WIB
Presiden Jokowi mendukung Gerakan Cinta Zakat yang dikampanyekan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV