Presiden ingin soal tahu tempe tak jadi masalah lagi
Elshinta
Senin, 11 Januari 2021 - 12:31 WIB |
Presiden ingin soal tahu tempe tak jadi masalah lagi
Pedagang tahu dan tempe keluhkan lonjakan harga kacang kedelai. (ANTARA/HO/20)

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo ingin agar persoalan terkait tahu tempe berikut kedelai tak menjadi persoalan lagi di Indonesia sehingga masalah mengenai bahan bakunya harus diselesaikan dengan pembangunan pertanian yang detail.

“Kita tahu bahwa beberapa minggu terakhir ini urusan yang berkaitan dengan tahu dan tempe, kedelai jadi masalah,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 Secara Virtual di Istana Negara Jakarta, Senin.

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi pandemi COVID-29 sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral. Sebagaimana badan pangan dunia FAO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan.

“Hati-hati mengenai ini. Hati-hati. Akibat pembatasan mobilitas warga bahkan distribusi barang antarnegara, distribusi pangan dunia menjadi terkendala, dan kita tahu bahwa beberapa minggu terakhir ini urusan tahu tempe,” katanya.

Presiden menilai bahwa bahan baku tahu dan tempe bagi Indonesia yang belum sepenuhnya swasembada menjadi penyebab bagi persoalan sempat langkanya tahu tempe di pasaran.

Padahal penduduk Indonesia jumlahnya sudah lebih dari 270 juta jiwa sehingga persoalan mengenai langkanya bahan pangan akan menjadi masalah yang sangat serius termasuk tahu dan tempe dari bahan baku kedelai yang sebagian besar masih impor.

Oleh sebab itu, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus ditangani dengan sangat serius.

“Pembangunan pertanian harus diseriusi secara detail. Terutama saya ingin menggarisbawahi komodiitas pertanian impor. Kedelai, jagung, gula, ini yang masih jutaan-jutaan, jutaan ton. Bawang putih, beras, meskipun ini sudah 2 tahun kita enggak impor beras. Saya mau lihat betul apakah konsisten bisa dilakukan tahun-tahun mendatang,” katanya.

Menurut dia, bahan pangan tersebut termasuk di dalamnya bawang putih, gula, jagung, kedelai, dan komoditas yang lain yang masih diimpor harus menjadi catatan khusus untuk kemudian dicarikan disain solusi terbaik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Sombomerti gelar sedekah bumi dengan prokes COVID-19 ketat
Minggu, 28 Februari 2021 - 17:04 WIB
Warga Dusun Sombomerti, Demangan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah I...
PB MBN Langkat bangun karakter dan jati diri kemelayuan
Minggu, 28 Februari 2021 - 10:56 WIB
Pengurus Besar Majelis Belia Negeri (PB MBN) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menggelar seminar dan...
Abdul Ghoni pimpin Forkabi 2021-2026
Kamis, 25 Februari 2021 - 14:57 WIB
Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni resmi terpilih sebagai pemimpin dari organisa...
Pelaku penembakan satwa liar dilindungi di NTT dikenai sanksi adat
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:06 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi saksi berlangsung...
Desa Senaru `surga wisata alam` di utara Pulau Lombok
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:41 WIB
Menyebut nama Desa Senaru khusus kalangan pendaki gunung, tentunya sudah tidak asing. Karena bagi pe...
Kakek 81 tahun di Payakumbuh tabung uang Rp82 juta bawa karung
Minggu, 21 Februari 2021 - 19:56 WIB
Seorang kakek tuna rungu di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat bernama Palyuri (81) sempat men...
Untuk lansia, Mensos resmikan agrowisata di Budhi Dharma Bekasi
Sabtu, 20 Februari 2021 - 13:12 WIB
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meresmikan Agrowisata Lansia di Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi ...
Tariqat Mufaridiah ajak masyarakat berantas narkoba
Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:55 WIB
Mendengar Bupati Langkat Terbit Rencana PA, terus diterpa isu miring. Usai menyerukan dan mengajak s...
14 ribu jemaah haji khusus didaftarkan prioritas vaksinasi 
Jumat, 19 Februari 2021 - 17:35 WIB
Jemaah haji khusus yang telah melunasi biaya haji 1441H/2020M dan tertunda keberangkatannya karena p...
Ormas Islam datangi DPRD Sumbar terkait SKB tiga menteri
Jumat, 19 Februari 2021 - 16:54 WIB
Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV