Satpol PP DKI siagakan 2.000 personel awasi jalannya PSBB ketat
Elshinta
Rabu, 13 Januari 2021 - 15:05 WIB |
Satpol PP DKI siagakan 2.000 personel awasi jalannya PSBB ketat
Petugas Satpol PP menyegel salah satu tempat usaha di Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, karena melanggar protokol kesehatan, Jumat (11/12/2020). ANTARA/HO-Kominfotik Jaksel/am.

Elshinta.com - Satpol PP DKI Jakarta menyiagakan 2.000 personel untuk melakukan pengawasan jalannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta sesuai arahan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali pemerintah pusat pada 11-25 Januari 2021.

"Untuk penegakan  kebijakan PSBB ketat 11-25 Januari 2021yang ditugaskan dari kami jumlahnya hampir 2.000 personel," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Arifin mengatakan titik berat pengawasan pada protokol kesehatan akan bergeser dari awalnya penggunaan masker di tengah masyarakat pada pagi hari yang menjelang siang hari, menjadi pengawasan pada perkantoran yang dibatasi maksimal hanya 25 persen dari jumlah keseluruhan.

"Kemudian pengawasan terhadap restoran mulai jam makan siang dan jam makan sore menjelang malam," ujar Arifin.

Adapun untuk penindakan, tutur Arifin, dilandaskan pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 yang merupakan bagian dari peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020.

"Kemudian ada yang diatur lebih detail lagi melalui keputusan Kepala Dinas, SKPD masing-masing," ujar Arifin.

Arifin juga menambahkan masyarakat bisa turut serta melakukan pengawasan, termasuk pegawai yang menemukan tempat kerjanya tidak mematuhi protokol kesehatan dan peraturan agar bisa langsung melapor ke Pemprov melalui aplikasi JAKI pada ponsel.

"Apabila ada kantor mempekerjakan (lebih) 25 persen silakan lapor melalui JAKI. Kami dorong laporkan kantornya bila tidak patuh yang sudah ditetapkan di luar sektor esensial harus 25 persen," kata Arifin.

Dia juga menegaskan pihaknya bersama instansi lainnya terus melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah lokasi dan untuk tempat usaha dan pariwisata hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

"Apabila melanggar sesuai dengan sanksinya di situ ada teguran tertulis. Bahkan ada pembubaran atau penghentian sementara, kita berharap edukasi ini harus terus menerus dilakukan," ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah telah memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11-25 Desember 2021. Menindaklanjuti hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan sejumlah pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami sangat mendukung keputusan pemerintah pusat untuk mengetatkan pembatasan sosial secara integral di wilayah Jabodetabek dan juga beberapa wilayah lainnya di Jawa dan Bali. Maka kini kita bisa melakukan pembatasan secara simetris, bersama-sama," kata Anies beberapa waktu lalu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyatakan pelaksanaan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021. Selain itu kata dia, situasi Covid-19 di Jakarta yang mengkhawatirkan.

"Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif COVID-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat nilai program penanganan banjir Anies tidak berjalan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 08:47 WIB
Pengamat Kebijakan Publik dan Tata Kota Trubus Rahardiansyah menilai bahwa penanganan banjir di DKI ...
Polda Metro temukan kasus COVID-19 meningkat di Kampung Tangguh Jaya
Jumat, 26 Februari 2021 - 23:03 WIB
Polda Metro Jaya menemukan kasus konfirmasi positif COVID-19 sempat meningkat di Kampung Tangguh Jay...
Polres Jakarta Barat gagalkan peredaran 100 kg ganja drum minyak
Jumat, 26 Februari 2021 - 20:37 WIB
Unit 2 Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja 100 kilogram (...
Dinas Perumahan Jakarta Pusat percantik 12 RW kumuh
Jumat, 26 Februari 2021 - 19:31 WIB
Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Sudin PRKP) Jakarta Pusat berencana mempercantik...
Kasatpol PP Jakbar bantah loloskan pengawasan terhadap Kafe RM
Jumat, 26 Februari 2021 - 18:47 WIB
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Tamo Sijabat membantah telah meloloskan pengawasan ...
Jumat, BMKG perkirakan cuaca Jakarta hujan sepanjang hari
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:00 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakiraan cuaca di DKI Jakarta diguyur hujan...
Polisi: Bentrokan antarwarga di Pancoran dipicu rebutan lahan
Kamis, 25 Februari 2021 - 23:58 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Azis Andriansyah mengatakan bentrokan antarwarga dan...
Satpol PP segera menutup sementara Kafe RM
Kamis, 25 Februari 2021 - 23:47 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta segera menutup sementara Kafe RM di Cengkareng...
Komisi D DPRD kritik rencana DKI bangun JPO bertema nakes
Kamis, 25 Februari 2021 - 00:02 WIB
Komisi D DPRD DKI Jakarta mengkritik rencana Pemprov DKI Jakarta membangun Jembatan Penyeberangan O...
Nus Kei sebut uang Rp1 miliar bukan dipinjam dari John Kei
Rabu, 24 Februari 2021 - 23:40 WIB
Agrapinus Romatora alias Nus Kei menyebutkan uang Rp1 miliar yang dipinjamnya bukan berasal dari pam...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV